ISLAMISASI SENI BUDAYA NUSANTARA: DAMPAK DAKWAH MELALUI ESTETIKA DI KALANGAN GENERASI Z
PDF

Keywords

Islamisasi
seni budaya
dakwah
Generasi Z
media sosial

How to Cite

ISLAMISASI SENI BUDAYA NUSANTARA: DAMPAK DAKWAH MELALUI ESTETIKA DI KALANGAN GENERASI Z. (2026). Tashdiq: Jurnal Kajian Agama Dan Dakwah, 19(3). https://doi.org/10.2238/xfvhx675

Abstract

Islamisasi di Nusantara tidak hanya berlangsung melalui jalur politik dan ekonomi, tetapi juga melalui pendekatan kultural yang menyentuh aspek seni dan budaya. Proses ini melahirkan bentuk akulturasi yang khas antara nilai-nilai Islam dengan budaya lokal, terutama dalam seni rupa, tari, dan sastra. Akulturasi tersebut kemudian berkembang menjadi identitas budaya yang unik dan tetap relevan hingga saat ini. Proses Islamisasi melalui budaya berlangsung secara damai dan adaptif terhadap kondisi masyarakat lokal. Di era digital saat ini, Generasi Z menjadi kelompok yang berperan penting dalam mereproduksi dan menyebarkan kembali hasil akulturasi tersebut melalui media sosial. Media sosial memungkinkan keberadaan penyebaran nilai-nilai Islam berbasis estetika secara lebih luas dan cepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana proses Islamisasi seni budaya Nusantara berlangsung serta dampaknya terhadap pola dakwah yang lebih estetis dan relevan bagi Generasi Z. Metode yang digunakan di dalam penelitian ini adalah library research dengan menganalisis berbagai literatur akademik, jurnal, dan sumber digital terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa estetika menjadi salah satu media dakwah yang efektif karena mampu menjembatani nilai religius dengan preferensi visual dan ekspresi budaya Generasi Z. Selain itu, estetika juga memperkuat daya tarik pesan keagamaan di ruang digital yang sangat kompetitif. Oleh karena itu, dalam kasus ini, Islamisasi melalui seni budaya tidak hanya mempertahankan identitas lokal, tetapi juga memperkuat relevansi Islam di era modern yang semakin digital dan dinamis.
DOI: https://doi.org/10.2238/xfvhx675
PDF

References

Abdusshomad, A. (2024). Peran ustadz influencer dalam penyebaran dakwah Islam kepada generasi Z melalui media sosial. Muqaddimah, 15(5), 63–75.

Al Qutuby, S., Kholiludin, T., & Salam, A. (2020). Agama dan budaya Nusantara pasca Islamisasi.

Alif, M., & Solihin, O. (2023). Kajian tinjauan literatur dalam penelitian sosial. Jurnal Signal, 11(2), 277–297.

Arrahma, N. (2025). Peran kaligrafi Islam sebagai media dakwah di era digital. Jurnal Ekshis, 3(1), 17–27.

Azra, A. (2013). Jaringan ulama Timur Tengah dan kepulauan Nusantara. Prenada Media.

Geertz, C. (1976). The religion of Java. University of Chicago Press.

Hidayah, H., Maulida, A. B., Agustiana, A. D., & Hidayat, F. (2023). Transformasi budaya Nusantara dalam proses Islamisasi di Indonesia. Khazanah: Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam, 13(2), 1–11.

Kamil, F. S., Putri, E. R., Azahra, F., Ramdani, D., & Shofwan, F. (2025). Peran media sosial dalam revitalisasi wayang golek sebagai media pelestarian budaya dan dakwah Islam: Kajian studi literatur. Jurnal Budi Pekerti Agama Islam, 3(5), 185–203.

Nasr, S. H. (1987). Islamic art and spirituality. SUNY Press.

Nasrullah, R. (2015). Media sosial: Perspektif komunikasi, budaya, dan sosioteknologi. Simbiosa Rekatama Media.

Sachari, A. (2007). Budaya visual Indonesia: Membaca makna perkembangan gaya visual karya desain di Indonesia abad ke-20. Erlangga.

Sari, H. P., Husna, S., & Siregar, R. (2025). Peran pendidikan Islam dalam mengatasi dampak negatif globalisasi terhadap karakter Generasi Z. QOSIM: Jurnal Pendidikan Sosial & Humaniora, 3(2), 790–800.

Syawaludin, M. (2025). Budaya pop dan implikasinya terhadap identitas sosial budaya milenial dan Generasi Z: Studi kasus tentang memudarnya identitas Melayu di Asia Tenggara, Indonesia. Journal of Syntax Literate, 10(9).