TRANSFORMASI WAKAF: STUDI PERBANDINGAN ANTARA WAKAF TRADISIONAL DAN WAKAF MODERN
PDF

Keywords

Modern Waqf
Cash Waqf
Productive Waqf
Waqf Management
Economic Empowerment

How to Cite

TRANSFORMASI WAKAF: STUDI PERBANDINGAN ANTARA WAKAF TRADISIONAL DAN WAKAF MODERN. (2026). Tashdiq: Jurnal Kajian Agama Dan Dakwah, 19(2). https://doi.org/10.2238/0y4gv119

Abstract

The development of waqf practices in Indonesia is currently undergoing a fundamental paradigm shift, moving from a traditional-conventional approach toward a modern, productivity-based ecosystem. In the older (traditional) model, waqf was generally identical to donating fixed physical assets, such as land or buildings, for mosques, Islamic schools, or cemeteries. This pattern was managed simple-mindedly by local community figures (individual nazhirs) without proper business planning, making its programs tend to be consumptive. Consequently, many high-value assets became stagnant or unproductive because they lacked independent operational budgets, and the scope of their social benefits only reached the community surrounding the location. To overcome these limitations, the concept of contemporary waqf emerged, opening up space for more liquid movable assets, such as cash, stocks, and Sharia financial instruments. Under the management of professional institutions, the principal value of these assets is invested in various safe, Sharia-compliant business sectors to generate continuously growing profits. The transition to this modern management system has proven to bring a larger, more systematic, and sustainable domino effect for the welfare of the broader public. The surplus generated from these business investments becomes the driving force to independently fund long-term social programs, ranging from providing free hospitals for the poor, high-quality educational scholarships, to distributing interest-free business capital for MSMEs. Furthermore, the presence of a strong legal framework such as Law Number 41 of 2004 and the integration of digital technology and crowdfunding platforms make it increasingly easy for the public to perform waqf while ensuring transparent and accountable governance. Although it offers massive potential for strengthening the national economy, the implementation of modern waqf on the ground is still hindered by low public understanding regarding cash waqf and the limited number of nazhirs who possess proper business management expertise. Therefore, accelerating public education and competency certification for waqf managers is absolutely necessary so that this instrument can truly realize sustainable economic independence for the ummah (community).
DOI: https://doi.org/10.2238/0y4gv119
PDF

References

Ahmad Khairul Fajri, Kurniati, dan Zulhas'ari Mustafa, “Telaah Sosiologis atas Fenomena Judi Online dan Upaya Pemberantasannya Perspektif Maqashid Syariah,” Shar-E: Jurnal Kajian Ekonomi Hukum Syariah Vol. 11, No. 1 (2025).

Anam, Faris Khoirul, et al. "Manajemen Pengelolaan Aset Wakaf Sosial Produktif: Pelatihan Profesionalitas Nadzir Wakaf Lembaga Keagamaan dan Rumah Ibadah." Jurnal Gramaswara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 5.1 (2025): 1-12.

Azra, Azyumardi. Jaringan Ulama Timur Tengah. Prenada Media, 2013.

Badan Wakaf Indonesia (BWI): Lembaga independen yang dibentuk untuk memajukan dan mengembangkan perwakafan di Indonesia.

Creswell, John. Research design: Qualitative, quantitative and mixed methods. Sage Publications., 2003.

Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS): Instrumen investasi yang memfasilitasi wakaf uang untuk ditempatkan pada Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

Departemen Agama RI, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Pemberdayaan Tanah Wakaf dan Fasilitas Keagamaan, (Jakarta: Depag RI, 2008), hlm. 45. (Catatan: Sumber resmi dari kementerian yang memetakan bagaimana aset-aset wakaf fisik di Indonesia dioptimalkan fungsinya untuk pembinaan umat dan integrasi program bantuan sosial)

Dhofier, Zamakhsyari. "Tradisi pesantren: Studi tentang pandangan hidup kyai." (No Title) (1982).

Dhofier, Zamakhsyari. "Tradisi pesantren: Studi tentang pandangan hidup kyai." (No Title) (1982).

Direktorat Pemberdayaan Wakaf, Paradigma Baru Wakaf di Indonesia, Kementerian Agama RI, 2007

Hidayat, Yayat. "Wakaf Produktif Dalam Meningkatkan Pemberdayaan Ekonomi Umat." Tazkiyya: Jurnal Keislaman, Kemasyarakatan dan Kebudayaan 18.01 (2017): 124-144.

Itang, Itang, and Iik Syakhabyatin. "Sejarah wakaf di Indonesia." Tazkiyya: Jurnal Keislaman, Kemasyarakatan dan Kebudayaan 18.02 (2017): 220-237.

Juhrodin, Udin. "EKONOMISASI PENDIDIKAN: HUMAN CAPITAL, KORPORASI GLOBAL DAN SEKOLAH BERBASIS SKILL." Jim-Zam (2025).

Khan, Muhammad Fahim. Essays in Islamic economics. Islamic Foundation, 1995.

Kurniati dkk., “Peran Perempuan dalam Pengembangan Wakaf: Perspektif Hukum Islam,” PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora, Vol. 5, No. 1, Desember 2025, hlm. 1006–1007.

Kurniawan, Muhammad. "Wakaf produktif dan pemberdayaan ekonomi umat." ASAS 5.1 (2013).

Listiana, Lisa. "Waqf and Impact Investment in Indonesia: Lessons from Social Impact Bond (SIB)." Fiscal Policy Agency, Minister of Finance, The Republic of Indonesia (2019).

Munir, Misbahul. "Transformasi wakaf produktif berbasis nilai-nilai Al-Qur'an: Pendekatan studi kasus di Indonesia." Jurnal Dinamika Ekonomi Syariah 12.1 (2025): 339-356.

Musyafa, Achmad. Keabsahan Nadzir Pengganti Dan Implikasinya Terhadap Pengelolaan Harta Benda Wakaf (Studi Di Kecamatan Pekalongan Timur). Diss. UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan, 2023.

Saputri, Oktoviana Banda. "Komparasi Implementasi Pengelolaan Wakaf Uang Sebagai Alternatif Instrumen Kebijakan Fiskal Negara." Jurnal Masharif Al-Syariah: Jurnal Ekonomi Dan Perbankan Syariah 7.1 (2022): 183-211.

Soeparmono, Abdul Rahman R., dan Kurniati, “Perkembangan Hukum Islam Sejak Masa Kerajaan Islam di Indonesia Hingga Era Reformasi,” Al-Ahkam: Jurnal Hukum Pidana Islam 4, no. 2 (2022): 95.

Syauky, Ahmad, and Al Mukhtari. "Inovasi Wakaf Produktif sebagai Pilar Kemandirian Ekonomi Umat." Mukhtasab: Journal of Economics and Islamic Business 1.1 (2025): 1-16.

Sylvianie, Lulu. "Kecakapan Nazhir Dalam Pengelolaan Wakaf Produktif Di Indonesia." Ulumuddin: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman 13.2 (2023): 199-220.

UU No. 41 Tahun 2004 tentang Wakaf Kementerian Agama RI, Pedoman Pengelolaan Wakaf, 2013.

UU No. 41 Tahun 2004 tentang Wakaf, Pasal 43 ayat (2) yang menegaskan bahwa pengelolaan dan pengembangan harta benda wakaf dilakukan tanpa mengurangi nilai pokok harta benda wakaf.

UU No. 41 Tahun 2004 tentang Wakaf, Pasal 47-50 mengenai Pembinaan dan Pengawasan Pengelolaan Wakaf. (Catatan: Sumber hukum primer yang mendasari pentingnya legalitas regulasi dan pengawasan sistem wakaf di Indonesia).