POLITIK MODERASI BERAGAMA DI TINGKAT LOKAL: STUDI PROGRAM DESA SADAR KERUKUNAN KEMENTERIAN AGAMA DI JAWA TIMUR
PDF

Keywords

Desa Sadar Kerukunan
moderasi beragama
implementasi kebijakan
Kementerian Agama
Jawa Timur

How to Cite

POLITIK MODERASI BERAGAMA DI TINGKAT LOKAL: STUDI PROGRAM DESA SADAR KERUKUNAN KEMENTERIAN AGAMA DI JAWA TIMUR. (2026). Tashdiq: Jurnal Kajian Agama Dan Dakwah, 21(1). https://journal.cib.institute/index.php/tashdiqjurnalcib/article/view/4795

Abstract

Penelitian ini menganalisis implementasi Program Desa Sadar Kerukunan (DSK) oleh Kementerian Agama sebagai instrumen politik moderasi beragama di Jawa Timur. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara, dokumentasi, dan literature review. Analisis menggunakan teori implementasi Edwards III dengan aspek komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi, serta didukung perspektif Van Meter dan Van Horn. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi DSK berlangsung secara berjenjang dengan melibatkan Kementerian Agama, FKUB, pemerintah daerah, pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan masyarakat. Implementasi didukung komunikasi dan penerimaan masyarakat, tetapi masih menghadapi keterbatasan sumber daya. Keberlanjutan program juga dipengaruhi keterlibatan aktor lokal.
PDF

References

1. Al-Jāmi'ah Editorial Board. (2024). Reevaluating approaches to religious moderation at the grassroots level. Al-Jāmi'ah: Journal of Islamic Studies, 62(1), 1–25. https://doi.org/10.14421/ajis.2024.621

2. Arifin, Z., & Hidayat, N. (2024). Ministry of religious affairs' innovative strategy in building Lumajang district as a model of religious moderation. Journal of Research and Thought on Islamic Education (JRTIE), 7(2), 112–130. https://doi.org/10.24260/jrtie.v7i2.3207

3. Crouch, M. (2021). Religious freedom, harmony or moderation? Government attempts to manage diversity. Indonesia at Melbourne, University of Melbourne. https://indonesiaatmelbourne.unimelb.edu.au/religious-freedom-harmony-or-moderation-government-attempts-to-manage-diversity/

4. Dasriansya, & Naldi. (2024). Moderasi beragama dalam kehidupan masyarakat Indonesia. At-Tazakki: Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan Islam dan Humaniora, 8(1), 45–60. https://doi.org/10.30821/att.v8i1.21327

5. Hidayat, T., & Mustofa, A. (2022). Penguatan nilai toleransi melalui program Desa Sadar Kerukunan: Pengalaman pendampingan masyarakat di Jawa Timur. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), 8(1), 55–66. https://doi.org/10.22146/jpkm.v8i1.2022

6. Huda, M. T. (2021). Pengarusutamaan moderasi beragama: Strategi tantangan dan peluang FKUB Jawa Timur. Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman, 32(2), 315–330. https://doi.org/10.33367/tribakti.v32i2.1745

7. Humaizi, H., Nik Hasan, N. N., Dalimunthe, M. A., & Ramadhani, E. (2024). Harmony in virtual space: Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) development communication in creating digital literacy based on religious moderation. Journal of Infrastructure, Policy and Development, 8(7), 4299–4315. https://doi.org/10.24294/jipd.v8i7.4299

8. Irama, Y., & Zamzami, M. (2021). Telaah atas formula pengarusutamaan moderasi beragama Kementerian Agama tahun 2019–2020. KACA: Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin, 11(1), 55–78. https://doi.org/10.36781/kaca.v11i1.3244

9. Junaedi, E. (2019). Inilah moderasi beragama perspektif Kemenag. Harmoni: Jurnal Multikultural & Multireligius, 18(2), 182–190. https://doi.org/10.32488/harmoni.v18i2.414

10. Kawangung, Y. (2019). Religious moderation discourse in plurality of social harmony in Indonesia. International Journal of Social Sciences and Humanities, 3(1), 160–170. https://doi.org/10.29332/ijssh.v3n1.277

11. Kementerian Agama RI. (2019). Moderasi beragama. Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI.

12. Kementerian Agama RI. (2025, January 23). Susun indikator, PKUB revitalisasi konsep Desa Sadar Kerukunan. https://kemenag.go.id/nasional/susun-indikator-pkub-revitalisasi-konsep-desa-sadar-kerukunan-5zczw

13. Kepala PKUB Kementerian Agama RI. (2024). Menjadikan Desa Sadar Kerukunan sebagai pilar diplomasi kebangsaan Indonesia. https://kemenag.go.id/opini/menjadikan-desa-sadar-kerukunan-sebagai-pilar-diplomasi-kebangsaan-indonesia-4Dnwo

14. Nawawi, N. (2020). Moderasi beragama pada masyarakat inklusif Kota Batu: Studi konstruksi sosial [Skripsi, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya]. Repository UIN Sunan Ampel. http://digilib.uinsby.ac.id

15. Nisvilyah, L. (2013). Toleransi antarumat beragama dalam memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa (Studi kasus umat Islam dan Kristen Dusun Segaran Kecamatan Dlanggu Kabupaten Mojokerto). Kajian Moral dan Kewarganegaraan, 2(1), 382–396.

16. Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB). (2024). Daftar nama Desa Sadar Kerukunan. Satu Data Kementerian Agama RI. https://satudata.kemenag.go.id/dataset/detail/daftar-nama-desa-sadar-kerukunan

17. Putra, A. S., dkk. (2024). Menakar potensi kerukunan antarumat beragama melalui studi indeks kerukunan beragama. Jurnal Didaktika, 13(1), 1–15. https://doi.org/10.30983/jd.v13i1.557

18. Rahmawati, D., & Fauzi, A. (2023). Implementasi program moderasi beragama berbasis komunitas di desa multikultural Jawa Timur. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), 9(2), 134–145. https://doi.org/10.22146/jpkm.v9i2.2023

19. Sutrisno, E., & Marsidi. (2024). Potret kerukunan antarumat beragama dalam bingkai moderasi beragama: Studi kasus di Desa Sidodadi, Malang. Harmoni: Jurnal Multikultural & Multireligius, 23(2), 88–102. https://doi.org/10.32488/harmoni.v23i2.699

20. Taufiq, A. M., Rosyad, R., & Kuswana, D. (2023). Dampak tradisi sedekah bumi terhadap kerukunan umat beragama di Blitar, Jawa Timur. Jurnal Penelitian Agama, 24(1), 45–62. https://doi.org/10.24090/jpa.v24i1.2023