NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM KESENIAN RAKYAT WAHYU TURONGGO SETO DI WONOSARI, KALIKAJAR, WONOSOBO
PDF

Keywords

Nilai-nilai Pendidikan Islam
kesenian Jaran Kepang
Wahyu Turonggo Seto
Budaya lokal
Pendidikan Karakter

How to Cite

NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM KESENIAN RAKYAT WAHYU TURONGGO SETO DI WONOSARI, KALIKAJAR, WONOSOBO. (2026). Tashdiq: Jurnal Kajian Agama Dan Dakwah, 20(1). https://doi.org/10.2238/5a07fz94

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) untuk mengetahui proses terlaksananya nilai-nilai pendidikan Islam dalam ruang lingkup seni; 2) mendeskripsikan bentuk dan karakteristik seni tari kuda kepang/jaranan Wahyu Turonggo Seto; 3) untuk mengetahui proses dan bentuk nilai-nilai pendidikan Islam dalam Kesenian Rakyat Wahyu Turonggo Seto di Wonosari, Kalikajar, Wonosobo.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif lapangan dengan pendekatan penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapum teknik analisis yang digunakan berupa reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian ini menunjukan bahwa: 1) berdirinya kesenian rakyat Wahyu Turonggo Seto dilatar belakangi oleh kepedulian masyarakat desa Wonosari akan pentingnya menjaga pelestarian budaya dan adat istiadat melalui seni tari Jaran Kepang atau Kuda Lumping 2) nilai nilai pendidikan Islam yang terdapat dalam kesenian rakyat Wahyu Turonggo Seto terdiri dari nilai ketaatan, nilai keikhlasan, nilai tolong menolong, saling menghormati, dan menjaga kehormatan. 3) Kesenian Wahyu Turonggo Seto berperan sebagai sarana pendidikan karakter Islami melalui pembiasaan, keteladanan, dan internalisasi nilai. Tradisi, tata cara pementasan, serta aturan kelompok membentuk pola perilaku religius, disiplin, beradab, dan beretika bagi para pelakunya, terutama generasi muda.Dengan demikian, kesenian rakyat Wahyu Turonggo Seto tidak hanya berfungsi sebagai warisan budaya lokal, tetapi juga sebagai media pendidikan karakter Islami melalui proses internalisasi nilai-nilai moral, spiritual, dan sosial yang dilakukan secara turun-temurun. Selain itu, kesenian ini berperan sebagai sarana pelestarian budaya sekaligus media pendidikan karakter Islami yang diwariskan secara turun-temurun kepada generasi muda. Faktor pendukung implementasi nilai-nilai tersebut meliputi dukungan masyarakat, tokoh agama, dan pemerintah desa, sedangkan faktor penghambatnya berupa keterbatasan sumber daya, modernisasi, serta rendahnya minat generasi muda terhadap kesenian tradisional.
DOI: https://doi.org/10.2238/5a07fz94
PDF

References

Amin, D. (2002). Islam dan Kebudayaan Jawa . Yogyakarta: Grama Media .

Nana, S. S. (2005). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung : Remaja Rosda Karya .

RI, D. P. (2008). Kamus Besar Bahasa Indonesia - Edisi Keempat. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

S Miles M.B & Huberman, A.M. (1992). Aanalisis data Kualitatif, Terj. Tjepe Roehendi Rohidi. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia.

Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Pendidikan 'Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D'. Bandung: Alfabeta.

Syakhrani, A. W. (2019). Memperkuat Eksistensi Pendidikan Islam Di Era 4.0. Cross Border Journal of Islamic Studies , 57 - 69.