ANALISIS TEKNIK TAHQIQ (PENYUNTINGAN) NASKAH KLASIK DARI ASPEK KEBAHASAAN
PDF

Keywords

kebahasaan
linguistik diakronis
naskah klasik
tahqiq

How to Cite

ANALISIS TEKNIK TAHQIQ (PENYUNTINGAN) NASKAH KLASIK DARI ASPEK KEBAHASAAN. (2026). Tashdiq: Jurnal Kajian Agama Dan Dakwah, 19(3). https://doi.org/10.5281/zenodo.21525369

Abstract

Naskah-naskah klasik Nusantara berbahasa Arab banyak mengalami penyesuaian dari segi ortografi maupun struktur kalimat sehingga rawan menimbulkan bias interpretasi dalam proses tahqiq (penyuntingan), terutama karena kajian tahqiq di Indonesia masih berfokus pada tahapan filologis dan belum memberi perhatian memadai pada persoalan kebahasaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan teknik tahqiq pada naskah klasik dengan menitikberatkan pada aspek kebahasaan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis yang memadukan metode filologi (tahqiq) dengan linguistik diakronis struktural, melalui studi dokumentasi dan observasi tekstual atas kolofon naskah, dianalisis secara induktif pada lima aspek: ortografi, fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa problematika kebahasaan pada kolofon naskah berakar dari satu sebab yang sama, yaitu minimnya harakat dan titik diakritik, yang efeknya berjenjang dari ortografi hingga semantik dan saling berkelindan antaraspek. Temuan ini berimplikasi pada perlunya model tahqiq yang mengintegrasikan pendekatan filologi dan linguistik secara terpadu, sekaligus dapat menjadi materi ajar otentik bagi mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab dalam melatih kepekaan kebahasaan terhadap naskah klasik minim tanda baca. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan kajian lanjutan dengan cakupan data yang lebih luas dan pendekatan linguistik korpus guna memperkuat validitas kerangka kerja lima aspek kebahasaan yang ditawarkan.
DOI: https://doi.org/10.5281/zenodo.21525369
PDF

References

Al-Ghalayaini, M. (2012). Jāmiʿ al-Durūs al-ʿArabiyyah. Beirut: Al-Maktabah al-ʿAsriyyah.

Andreas Hallberg, Variation in the Use of Diacritics in Modern Typeset Standard Arabic: A Theoretical and Descriptive Framework, Arabica 69, no. 3 (2022): 279–317.

Bahri, S. (2024). Perbedaan i’râb dan implikasinya terhadap penafsiran ayat Al-Qur’an. Al-Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan, 18(3), 112–124.

Baroroh Baried, S., dkk. (1994). Pengantar Teori Filologi. Yogyakarta: Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada.

Fathurahman, O. (2022). Filologi Indonesia: Teori dan metode (Edisi Revisi). Prenada Media.

Gassing, H. (2025). Bid‘ah dalam Perspektif Maqāsid al-Syarī‘ah: Analisis Kontekstual Praktik Tahlilan di Indonesia. Muttaqien: Indonesian Journal of Multidiciplinary Islamic Studies, 5(2), 87–101.

Handayani, F. (2023). Local Wisdom Dalam Hakikat Preservasi Naskah Kuno Sebagai Pelestarian Warisan Budaya Bangsa. International Conferences on Islamic Studies (ICIS), 1(1), 133–147.

Hamzah, A. H., Marinsah, S. A., Ramli, I., & Noh, N. C. (2024). Semakan semula manuskrip Arab-Melayu koleksi Perpustakaan Negara Malaysia. BITARA International Journal of Civilizational Studies and Human Sciences, 7(2), 1–13.

Harun, ʿAbd al-Salām. (1998). Tahqīq al-Nuṣūṣ wa Nashruhā (Cet. 6). Kairo: Maktabat al-Khānjī.

Kurniawan, A., & Saepudin, D. (2023). Identifikasi unsur lokalitas dalam manuskrip Islam Sunda: Pendekatan filologi dan kodikologi. Jurnal Al-Qalam: Jurnal Penelitian Agama dan Sosial Budaya, 29(1), 41–60.

Kuswandi, D. (2024). The Qur’an manuscripts in Indonesia: A historical review. Suhuf: Jurnal Manuskrip dan Sejarah, 36(2), 101–119.

Lukya, N. F., & Syaifullah, M. (2022). Pendekatan filologi dalam studi Islam. Al-Munqidz, 10(2), 132.

Mawaddah, S. L. (2022). Problematika pembelajaran nahwu menggunakan metode klasik Arab pegon di era modern. Maharaat: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab, 4(2), 102–119.

Panagara, F. H., Ghofur, M. A., & Bangki, H. R. L. (2023). Analisis kesalahan penulisan pada abstrak skripsi berbahasa Arab dalam perspektif kaidah imla’. Takuana: Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora, 2(2), 90–100.

Robson, S. O. (1988). Principles of Indonesian Philology. Dordrecht: Foris Publications for KITLV.

Sampurno, M. (2024). Nahdlatul Turats: Gerakan Filologi Islam dalam Melacak Jaringan Keilmuan Ulama Nusantara. Muttaqien; Indonesian Journal of Multidiciplinary Islamic Studies, 5(1), 15–28. https://doi.org/10.52593/mtq.05.1.02

Wahidi, R. (2024). Karakteristik naskah kamus semantik bahasa Arab karya Syekh Abdul Latif Syakur. Manuskripta, 14(1), 127–163. https://doi.org/10.33656/manuskripta.v14i1.53

Winarto, W., Shuhada, A., Matlawi, A. A., & Fitriyana, N. A. (2024). The Motive of the Ban on Cow Slaughter by Sunan Kudus and its Relevance to Strengthening Religious Moderation. Muttaqien; Indonesian Journal of Multidiciplinary Islamic Studies, 5(2), 113–133.