Abstract
Perkembangan media sosial telah mengubah cara masyarakat mengakses dan memahami ajaran Islam, termasuk dalam memaknai ayat-ayat Al-Qur'an. Kemudahan penyebaran informasi di ruang digital mendorong meningkatnya popularitas potongan ayat Al-Qur'an yang disajikan secara singkat tanpa disertai penjelasan tafsir yang memadai. Fenomena tersebut berpotensi melahirkan dekontekstualisasi makna dan meningkatkan risiko kesalahpahaman terhadap pesan Al-Qur'an. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk dekontekstualisasi ayat Al-Qur'an yang viral di media sosial, mengidentifikasi faktor-faktor yang melatarbelakanginya, serta menjelaskan implikasinya terhadap pemahaman keagamaan masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan (library research) yang dipadukan dengan analisis isi (content analysis). Data diperoleh melalui analisis berbagai konten media sosial yang memuat ayat-ayat Al-Qur'an serta dikaji menggunakan pendekatan asbāb al-nuzūl, tafsir kontekstual, dan rujukan dari kitab-kitab tafsir otoritatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dekontekstualisasi ayat di media sosial umumnya terjadi dalam tiga bentuk, yaitu pemotongan ayat, penyederhanaan makna, dan penggunaan ayat di luar konteks penafsirannya. Faktor utama yang melatarbelakanginya meliputi karakteristik algoritma media sosial, rendahnya literasi tafsir digital, pergeseran otoritas keagamaan menuju popularitas digital, serta budaya konsumsi informasi yang serba cepat. Kondisi tersebut berdampak pada munculnya pemahaman yang parsial, meningkatnya potensi misinterpretasi, dan bergesernya fungsi edukatif Al-Qur'an menjadi konten digital yang berorientasi pada viralitas. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan literasi tafsir digital serta penggunaan sumber-sumber tafsir yang otoritatif agar penyebaran ayat Al-Qur'an di media sosial tetap sesuai dengan kaidah ilmu tafsir dan mampu menjaga integritas pesan Al-Qur'an di era digital.References
Ali Sati, Abdul Halim, Abdul Hayy Nasution, and Muhammad Ridwan. “The Digital Transformation of Tafsir and Its
Implications for Islamic Legal Derivation in the Contemporary Era.” MILRev: Metro Islamic Law Review 4, no. 1
(2025): 389–415. https://doi.org/10.32332/milrev.v4i1.10425.
Al-Mizān, Tafsir. HIKMAH DALAM AL-QUR’AN: STUDI TEMATIK TERHADAP. 20, no. 2 (n.d.).
Andok, Mónika. The Impact of Online Media on Religious Authority. n.d.
Ashari, Muhammad Khakim, and Moh Faizin. “Religious Digital Literacy of Students in Indonesia and Malaysia.” Jurnal
Pendidikan Islam 18 (2023).
Budiantoro, Wahyu. DDaakkwwaahh ddii EErraa DDiiggiittaall DDaakkwwaahh ddii EErraa DDiiggiittaall Dakwah di Era
Digital. 1978.
Fatih, M. KAIDAH TAFSIR DAN PENERAPANNYA MENURUT M. QURAISH SHIHAB. n.d.
Gusmian, Islah. EPISTEMOLOGI TAFSIR Al-QUR’AN KONTEMPORER. n.d.
TASHDIQ
Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Vol 19 No 2 Tahun 2026
ISSN 3030-8917
Hakim, Faisol, and Harapandi Dahri. Islam di Media Sosial sebagai Komodifikasi dan Implikasinya terhadap Pendidikan
Islam. n.d.
Hariyati, Jamiah. Media Sosial Sebagai Media Dakwah: Penyebaran Konten Kajian Al-Qur’an di Media Sosial dalam
Perspektif Al-Qur’an. 5, no. 1 (2025).
Irawan, Jimi, and Bashori Bashori. “Etika Penyebaran Ayat Al-Qur’an dalam Media Digital: Kajian Literatur atas Tantangan
dan Prinsip Qur’ani.” Fathir: Jurnal Studi Islam 2, no. 3 (2025): 357–69. https://doi.org/10.71153/fathir.v2i3.330.
Kamil, Fajri, Pathur Rahman, Sulaiman Mohammad Nur, and Deddy Ilyas. “Epistemologis Tafsir Tematik: Menuju Tafsir Al
Qur’an Yang Holistik.” Jurnal Semiotika-Q: Kajian Ilmu al-Quran dan Tafsir 3, no. 1 (2023): 11–32.
https://doi.org/10.19109/jsq.v3i1.18327.
Mariati, Mariati. “Eksistensi Asbabun Nuzul Dalam Penafsiran Al-Quran di Era Modern.” Fathir: Jurnal Studi Islam 2, no. 1
(2025): 14–27. https://doi.org/10.71153/fathir.v2i1.157.
Muhammad Faisal. “Implikasi Kritik Abdul Syakur Yasin Terhadap Terjemahan Al-Qur’an Kementrian Agama di Media
Sosial.” At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir 4, no. 2 (2023): 105–21. https://doi.org/10.53649/at
tahfidz.v4i2.359.
Murni, Yuti, and Yossi Latifa. OTORITAS TAFSIR DI ERA VIRAL: MENIMBANG VALIDITAS PENAFSIRAN AL-QUR’AN
DI MEDIA SOSIAL. n.d.
Nisa, Fathimah Khoirun, Ahmad Nurrohim, Andri Nirwana, Alfiyatul Azizah, and Kharis Nugroho. “Bibliometric Study of the
Development Map of Qur’an and Health Studies in the Scopus Database.” Proceeding ISETH (International Summit
on Science, Technology, and Humanity), January 30, 2024, 2238–51. https://doi.org/10.23917/iseth.4647.
Novanto, Riza Awal. PERKEMBANGAN DIGITALISASI AL-QUR’AN: DAMPAKNYA TERHADAP PEMAHAMAN
GENERASI MILENIAL. n.d.
Nurrohim, Ahmad. “Al-Tarjih fi Al-Tafsir: antara Makna Al-Qur’an dan Tindakan Manusia.” HERMENEUTIK 12, no. 1
(2019): 93. https://doi.org/10.21043/hermeneutik.v13i2.6385.
Rosyid, Mukhlish Abdul, Zulfa Mumtaza, Ahmad Nurrohim, and Yeti Dahliana. “The Concept of Ummatan Wasatan in The
Qur’an (A Comparative Study of Tafsir Fii Zhilaalil Qur’an by Sayyid Qutb and Tafsir Al-Munir By Wahbah
Zuhayli):” Paper presented at International Conference on Islamic and Muhammadiyah Studies (ICIMS 2022). 2022.
https://doi.org/10.2991/assehr.k.220708.008.
Salam, Muadz Abdus, Andri Nirwana An, Ainur Rhain, Alfiyatul Azizah, Yeti Dahliana, and Ahmad Nurrohim. “Challenges
of Da’wah Research: Understanding Da’wah Models in The Context of Qur’anic Guidance and Social Change.”
Journal for Islamic Studies 7, no. 3 (2024).
Sembiring, Irvan Mustofa. MODEL-MODEL BERPIKIR SISTEM DALAM PENDIDIKAN ISLAM: STUDI ANALISIS AYAT
AYAT AL QUR’AN. n.d.
Sukmaningtyas, Anisa Nur Izzati, Ahmad Nurrohim, Asda Amatullah, et al. “Etika Komunikasi Al-Qur’an dan Relevansinya
dengan Komunikasi di Zaman Modern.” Jurnal Semiotika-Q: Kajian Ilmu al-Quran dan Tafsir 4, no. 2 (2024): 556
76. https://doi.org/10.19109/jsq.v4i2.23981.
Syarif Hidayat. “Ragam, Problematika dan Masa Depan Tafsir Al-Quran Digital.” SALIHA: Jurnal Pendidikan & Agama
Islam 5, no. 1 (2022): 115–29. https://doi.org/10.54396/saliha.v5i1.282.