PINJAMAN ONLINE DAN JUDI ONLINE DALAM PERSPEKTIF AL-QUR'AN: STUDI TEMATIK AYAT-AYAT LARANGAN MEMAKAN HARTA SECARA BATIL
PDF

Keywords

tafsir maudhu'i
pinjaman online
judi online
akl al-amwal bil-batil
maysir
maqashid al-syari'ah

How to Cite

PINJAMAN ONLINE DAN JUDI ONLINE DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN: STUDI TEMATIK AYAT-AYAT LARANGAN MEMAKAN HARTA SECARA BATIL. (2026). Tashdiq: Jurnal Kajian Agama Dan Dakwah, 19(2). https://doi.org/10.2238/6ayg9w71

Abstract

Fenomena pinjaman online (pinjol) ilegal dan judi online (judol) telah menjadi krisis sosial-ekonomi yang mengancam jutaan masyarakat Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis kedua fenomena tersebut melalui pendekatan tafsir maudhu'i (tematik) terhadap ayat-ayat Al-Qur'an yang membahas larangan memperoleh harta secara batil. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif berbasis kajian kepustakaan (library research), data dikumpulkan dari kitab-kitab tafsir klasik dan kontemporer meliputi Jami' al-Bayan karya Al-Thabari, Al-Jami' li Ahkam Al-Qur'an karya Al-Qurthubi, Fi Zhilal Al-Qur'an karya Sayyid Quthb, serta Tafsir Al-Misbah karya M. Quraish Shihab ditambah data empiris dari OJK dan Kemenkominfo tahun 2023–2024. Fokus ayat meliputi QS. Al-Baqarah [2]: 188, QS. An-Nisa' [4]: 29, QS. Al-Maidah [5]: 90–91, dan QS. Al-Baqarah [2]: 275–279. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pinjol ilegal mengandung unsur riba fahish, gharar, dan tadlis, sementara judol secara eksplisit masuk kategori maysir yang diharamkan. Keduanya bertentangan dengan prinsip taraadhiin (kerelaan mutual), melanggar asas keadilan distribusi harta, dan menimbulkan dharar (bahaya) yang mengancam jiwa, akal, dan harta tiga dari lima tujuan syariat (maqashid al-syari'ah). Novelty penelitian ini terletak pada integrasi metodis antara tafsir maudhu'i dengan analisis fenomenologi kontemporer serta data empiris keindonesiaan, sehingga menghasilkan kerangka normatif yang operasional untuk kebijakan perlindungan konsumen digital berbasis nilai Islam.
DOI: https://doi.org/10.2238/6ayg9w71
PDF

References

Al-Ashfahani, R. (2009). Mufradat alfazh al-Qur'an. Dar al-Qalam.

Al-Farmawi, A. H. (1977). Al-Bidayah fi al-tafsir al-maudhu'i: Dirasah manhajiyyah maudhu'iyyah. Al-Hadharat al-'Arabiyyah.

Al-Ghazali, M. (2000). Al-Mustashfa min 'ilm al-ushul (Jil. 1). Dar al-Kutub al-'Ilmiyyah.

Al-Ghifari, M., & Mustofa, I. (2022). Analisis akad pinjaman online dalam perspektif fiqh muamalah kontemporer. Jurnal Hukum Islam, 20(1), 45–68. https://doi.org/10.28918/jhi.v20i1.4201

Al-Nawawi, Y. (t.t.). Al-Majmu' syarh al-muhadhdhab (Jil. 9). Dar al-Fikr.

Al-Qurthubi, M. (2006). Al-Jami' li ahkam al-Qur'an (Jil. 5). Muassasah al-Risalah.

Al-Syathibi, I. (2003). Al-Muwafaqat fi ushul al-syari'ah (Jil. 2). Dar Ibn 'Affan.

Al-Thabari, M. (2000). Jami' al-bayan fi ta'wil al-Qur'an (Jil. 3 & 7). Muassasah al-Risalah.

Asosiasi Psikolog Indonesia. (2024). Survei dampak psikologis judi online di Indonesia 2024. API.

Hidayatullah, S. (2021). Riba dalam praktik pinjaman online berbasis teknologi finansial: Kajian normatif fiqh mu'amalah. Al-Ahkam: Jurnal Ilmu Syariah dan Hukum, 6(2), 113–134.

Ibn Katsir, I. (1999). Tafsir al-Qur'an al-'azhim (Jil. 1–4). Dar Thayyibah.

Ibn Qudamah, A. (t.t.). Al-Mughni (Jil. 6). Maktabah al-Qahirah.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI. (2024). Laporan penanganan konten judi online 2023–2024. Kemenkominfo.

Mukhlis, A., & Rahma, N. (2021). Fintech peer-to-peer lending dan maqashid al-syari'ah: Antara inovasi dan eksploitasi. Jurnal Ekonomi Islam, 12(2), 189–212.

Nurhayati, S., & Imamah, N. (2023). Perlindungan konsumen pinjol dalam kerangka fiqh Hanafi: Asas al-dharar yuzal dan implementasinya. Ahkam: Jurnal Hukum Islam, 11(1), 77–100.

Otoritas Jasa Keuangan. (2024). Laporan perkembangan keuangan syariah Indonesia 2024 & statistik fintech. OJK.

Pratiwi, D., & Santoso, B. (2022). Profil pengguna pinjol ilegal dan faktor kerentanan: Studi pada 500 debitur di Jawa. Jurnal Ekonomi dan Keuangan, 26(3), 301–320.

Quthb, S. (2003). Fi zhilal al-Qur'an (Jil. 1). Dar al-Syuruq.

Rohmah, N., & Zuhdi, M. (2023). Judi online dalam perspektif hukum Islam: Studi komparatif mazhab. Al-Ihkam: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial, 18(1), 56–82.

Shihab, M. Q. (1994). Membumikan Al-Qur'an: Fungsi dan peran wahyu dalam kehidupan masyarakat. Mizan.

Shihab, M. Q. (2002). Tafsir al-Misbah: Pesan, kesan, dan keserasian Al-Qur'an (Vol. 1–15). Lentera Hati.

Wahyuningsih, R., Pratama, A., & Kurniawan, D. (2023). Dampak psikologis korban pinjaman online ilegal di Indonesia: Sebuah kajian klinis. Jurnal Psikologi Klinis, 15(2), 89–107.

Zarqa, M. A. (2012). Al-Madkhal al-fiqhi al-'amm: Al-Fiqh al-Islami fi tsaubihi al-jadid. Dar al-Qalam.

Nurrohim, A. (2019). Al-tarjih fi al-tafsir: Antara makna Al-Qur'an dan tindakan manusia. Hermeneutik: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, 13(2), 93–114.

Samsiatun, P. L., Nurrohim, A., & Suharjianto. (2024). Analitik darajah dalam Q.S. Al-Baqarah ayat 228: Analisis komparatif dalam Tafsir Al-Munir dan Waahatut Tafassiir

Sukmaningtyas, A. N. I., Nurrohim, A., Amatullah, A., Az-Zahra, F. S., Jundy, A. M., Lovely, T., & Haqq, M. S. (2024). Etika komunikasi Al-Qur'an dan relevansinya dengan komunikasi di zaman modern. Jurnal Semiotika-Q: Kajian Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir.

Nurrohim, A., & Jannah, H. R. (2024). Pakaian muslimah dalam Al-Qur'an: Antara tafsir Hasbi Ash-Shiddieqy dan Quraish Shihab. Jurnal Al-Fanar, 7(1), 41–56

Syauqi, M. H. A., & Nurrohim, A. (2024). Tafsir qaulan sadidan dan fenomena hate speech: Relevansi Surah Al-Aḥzāb: 70 dalam etika komunikasi Qur'ani. Al-Burhan: Jurnal Kajian Ilmu dan Pengembangan Budaya Al-Qur'an, 24(1), 1–19.