PRINSIP MENINGGALKAN PERKARA YANG MERAGUKAN DALAM HADIS: ANALISIS MAUDHU'I TERHADAP HADIS DA' MA YARIBUKA ILA MA LA YARIBUKA

Authors
  • Anggun Monica Selviana

    Universitas Negeri Jakarta
    Author
  • Fadilah Nur Sya’bani

    Universitas Negeri Jakarta
    Author
  • Sa’dullah

    Universitas Negeri Jakarta
    Author
  • Iqtharoza Nugraha

    Universitas Negeri Jakarta
    Author
  • Muhamad Zaky

    Universitas Negeri Jakarta
    Author
  • Mohamad Syahril Sabda

    Universitas Negeri Jakarta
    Author
Keywords:
Analisis Sanad, Hadits Maudhu'i, Kehati-hatian, Syubhat, Wara
Abstract
Perkembangan kehidupan modern yang kompleks sering kali menempatkan masyarakat pada situasi syubhat atau penuh keraguan, seperti maraknya disinformasi digital dan transaksi keuangan yang tidak jelas hukumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif hadis tematik (Hadits Maudhu'i) mengenai perintah meninggalkan perkara yang meragukan berdasarkan riwayat Imam An-Nasa'i nomor 5615. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif berbasis studi pustaka (library research) dengan menerapkan analisis sanad melalui ilmu jarh wa ta‘dīl, serta analisis tekstual (matan) berdasarkan pandangan para ulama. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa hadis ini berstatus Shahih karena seluruh perawinya dinilai tsiqah (terpercaya) dan memiliki sanad yang bersambung (muttashil). Secara kontekstual, makna hadis ini menjadi indikator penting dalam menjaga ketenangan batin serta kebersihan hati dari kegelisahan moral. Kesimpulannya, prinsip kehati-hatian (wara’) yang terkandung dalam hadis ini tidak hanya bersifat doktrinal, melainkan menjadi pedoman praktis yang sangat relevan. Implikasi penelitian ini memberikan panduan rasional bagi umat Islam dalam mengambil keputusan di era digital, menyaring informasi, memilih konsumsi halal, serta menghindari praktik muamalah yang mengandung unsur ketidakjelasan atau gharar.
Downloads
Download data is not yet available.
References

Hadits.in. (n.d.). Hadis riwayat An-Nasa’i no. 5615: “Tinggalkanlah apa yang meragukanmu menuju kepada yang tidak meragukanmu”.

Tausikal, M.A. (2018). Hadits Arbain #11: Tinggalkanlah yang Meragukanmu. Rumaysho.Com.

Muchlisin, B. (2021). Hadits Arbain Nawawi ke-11: Tinggalkan yang Meragukan. Bersama Dakwah Net.

Rasyid, D. (2025). Tinggalkan Keraguan, Ambil yang Meyakinkan. Pesantren Islam Darul Rasyid.

Alfian, F. (2020). Hadis Ke-11 Al-arbain: Ragu, Tinggalkan Saja. Markaz Sunnah.

Al-Badr, A. M. H. (2017). Syarah al-Arba’in an-Nawawiyyah (Abu Salma Muhammad, Trans.). Sayahafiz.com.

Al-Asqalani, A. H. I. H. (1994). Tahdhib al-Tahdhib. Dar al-Kutub al-Ilmiyyah.

Al-Munawi, M. A. R. (1937). Faidh al-Qadir Syarh al-Jami' as-Shaghir. Al-Maktabah al-Tijariyyah al-Kubra.

An-Nasa'i, A. A. A. B. S. (1986). Sunan An-Nasa'i (Al-Mujtaba). Maktab al-Matbu'at al-Islamiyyah.

An-Nawawi, A. Z. Y. B. S. (2003). Syarah al-Arba'in an-Nawawiyyah. Dar al-Salam.

Ar-Razi, I. A. H. (1952). Kitab al-Jarh wa al-Ta'dil. Da'irat al-Ma'arif al-Utsmaniyyah.

At-Tirmidzi, A. I. M. B. I. (1998). Sunan at-Tirmidzi. Dar al-Gharb al-Islami.

Fauzi, A. (2025). Islamic communication ethics in the post-truth era. International Journal of Islamic Studies, 7(2), 115–128.

Hidayat, A. (2021). Distorsi narasi keagamaan dan fenomena post-truth di media digital. Jurnal Komunikasi Islam, 11(1), 12–28.

Ibnu Hibban, M. B. H. A. (1973). Kitab al-Tsiqat. Da'irat al-Ma'arif al-Utsmaniyyah.

Ibnu Rajab al-Hanbali, Z. A. (2001). Jami' al-Ulum wa al-Hikam. Mu'assasah al-Risalah.

Indriani, S. M., & Njatrijani, R. (2023). Perlindungan hukum bagi konsumen dalam transaksi financial technology (Fintech). Jurnal Hukum dan HAM Wara Sains, 2(02), 136–151.

Sholeh, M. (2023). Kalamun ma'rufan: Etika komunikasi Islam dalam menangkal hoaks. Jurnal Etika dan Budaya, 10(1), 44–59.

Taylor, S. (2024). The intersection of precautionary principles and moral well-being in Islamic ethics. Journal of Islamic Ethics, 6(1), 45–59.

Cover Image
Downloads
Published
2026-07-07
Section
Articles

How to Cite

PRINSIP MENINGGALKAN PERKARA YANG MERAGUKAN DALAM HADIS: ANALISIS MAUDHU’I TERHADAP HADIS DA’ MA YARIBUKA ILA MA LA YARIBUKA. (2026). Sindoro: Cendikia Pendidikan, 18(8). https://doi.org/10.2238/1fkpz625

Similar Articles

1-10 of 183

You may also start an advanced similarity search for this article.