Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

GAMBARAN KARAKTERISTIK LANSIA DENGAN HIPERTENSI DI PUSKESMAS PANARUNG KOTA PALANGKA RAYA

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada lansia. Proses penuaan menyebabkan perubahan fisiologis dan penurunan elastisitas pembuluh darah yang meningkatkan risiko hipertensi. Pada lansia perempuan, perubahan hormonal setelah menopause juga dapat memengaruhi kesehatan kardiovaskular. Oleh karena itu, karakteristik lansia berdasarkan usia, jenis kelamin, indeks massa tubuh (IMT), pola makan, stres, dan aktivitas fisik penting diketahui sebagai dasar pengendalian hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik lansia dengan hipertensi di Puskesmas Panarung Kota Palangkaraya. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan populasi lansia yang mengalami hipertensi berjumlah 133 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah accidental sampling sehingga didapatkan 57 sampel yang akan diambil. Hasil Penelitian dari 57 responden menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 60–74 tahun sebanyak 49 orang (85,9%) dan seluruh responden berjenis kelamin perempuan sebanyak 57 orang (100%). Derajat hipertensi terbanyak adalah hipertensi sedang sebanyak 27 orang (47,4%). Berdasarkan IMT, sebanyak 39 orang (68,4%) memiliki IMT normal. Pola makan terbanyak berada pada kategori baik sebanyak 21 orang (36,8%), stres kategori baik sebanyak 30 orang (52,6%), dan aktivitas fisik kategori cukup sebanyak 30 orang (52,6%). Disimpulkan bahwa karakteristik lansia dengan hipertensi di Puskesmas Panarung Kota Palangka Raya didominasi oleh perempuan berusia 60–74 tahun dengan hipertensi sedang. Sebagian besar responden memiliki IMT normal, pola makan dan pengelolaan stres yang baik, serta aktivitas fisik dalam kategori cukup.

Keywords

Hipertensi, karakteristik, lansia

PDF

References

  1. Azwaldi, A., Maksuk, M., Putri Maharani, & Kumalasari, I. (2023). Determinant factors of hypertension in the elderly at public health center in Palembang, South Sumatera Indonesia. Epidemiological Journal of Indonesia, 2(1), 1–6.
  2. Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya. (2024). Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2024.
  3. Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah. (2023). Profil Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2022. 9.
  4. Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah. (2025). Profil Penduduk Lanjut Usia Provinsi Kalimantan Tengah 2024. 11, xiv+96.
  5. Ferdina, A. R., Setyawati, B., & Fuada, N. (2024). Sociodemographic, nutritional status, lifestyle, and dietary habits as factors associated with hypertension in Kalimantan. Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research), 46(1). https://doi.org/10.22435/pgm.v46i1.749
  6. Glazier, J. J. (2022). Pathophysiology, diagnosis, and management of hypertension in the elderly. The International Journal of Angiology, 31(4), 222–228. https://doi.org/10.1055/s-0042-1759486
  7. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Pedoman Pengendalian Hipertensi di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama 2024. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit.
  8. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Profil Kesehatan Indonesia 2023. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
  9. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
  10. Maulita, S., Aramico, B., & Hasnur, H. (2023). Faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada lansia di Puskesmas Lampaseh Kota Banda Aceh tahun 2022. Jurnal Kesehatan Tambusai, 4(3), 2206–2214. https://doi.org/10.31004/jkt.v4i3.16836
  11. Mukarromah, S. R., & Nadhiroh, S. R. (2024). Hubungan status gizi dengan kejadian hipertensi pada lansia di Indonesia: Systematic literature review. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 13(5), 343–349. https://doi.org/10.33221/jikm.v13i05.3146
  12. Prio, A. Z., Sahar, J., & Rekawati, E. (2023). Stres management in the elderly with hypertension: Scoping review. Health Information: Jurnal Penelitian, 15(3), e1197. https://doi.org/10.36990/hijp.v15i3.1197
  13. Putri, S. D., Sutresna, I., & Rahmat, D. Y. (2023). Gambaran pola makan pada lansia penderita hipertensi. Jurnal Kesehatan Tambusai, 4(2), 932–938. https://doi.org/10.31004/jkt.v4i2.15040
  14. Purwono, J., Sari, R., Ratnasari, A., & Budianto, A. (2020). Pola konsumsi garam dengan kejadian hipertensi pada lansia. Jurnal Wacana Kesehatan, 5(1), 531–542.
  15. Riyada, F., Fauziah, S. A., Liana, N., & Hasni, D. (2024). Faktor yang mempengaruhi terjadinya resiko hipertensi pada lansia. Scientific Journal, 3(1), 27–47. https://doi.org/10.56260/sciena.v3i1.137
  16. Ronaldo, F., & Winta. (2024). Hubungan pola makan dengan tekanan darah pada lansia riwayat hipertensi di UPT Puskesmas Marina Permai Kota Palangka Raya. Jurnal Kesehatan Saelmakers PERDANA (JKSP), 7(1), 110–116. https://doi.org/10.32524/jksp.v7i1.1125
  17. Tinah, T., & Siregar, H. K. (2023). Hubungan tingkat stress dengan kejadian hipertensi pada lansia di Posyandu Lansia Puskesmas Tiga Dolok Panribuan tahun 2022. Jurnal Ilmiah PANNMED, 18(2), 361–369. https://doi.org/10.36911/pannmed.v18i2.1652
  18. Wahyuningsih, R., Darni, J., & Abdi, L. K. (2024). Intervention of the DASH (Dietary Approach to Stop Hypertension) diet on blood pressure reduction in the elderly at BSLU Mandalika. Journal of Local Therapy, 3(1), 12–17. https://doi.org/10.31290/jlt.v3i1.3683
  19. Wirawan, I. G. N. O. S., Winangun, I. G. P., Muhajir, A., & Dahlia, Y. (2023). Hubungan pola makan dan tingkat stres terhadap hipertensi pada lansia di Puskesmas Cakranegara Kota Mataram. MAHESA: Malahayati Health Student Journal, 3(9).
  20. World Health Organization. (2021). Guideline for the pharmacological treatment of hypertension in adults. Geneva: World Health Organization. ISBN 978-92-4-003398-6.

Similar Articles

21-30 of 106

You may also start an advanced similarity search for this article.