Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KATARAK SENILIS PADA LANSIA DI RSBT PANGKALPINANG TAHUN 2024

Abstract

Katarak senilis salah satu katarak yang terjadi dengan seiring bertambahnya usia seseorang. Katarak senilis menjadi penyebab utama kebutaan pada lansia, katarak senilis meningkat setiap tahunnya. Pada tahun 2024 data dari RSBT Pangkalpinang yang diperoleh dari data rekam medis mengenai angka kejadian pada pasien penderita Katarak Senilis pada lansia sebanyak 549 orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara usia, jenis kelamin, dan pendidikan dengan kejadian katarak senilis pada lansia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian katarak senilis pada lansia di RSBT Pangkalpinang tahun 2024. Metode penelitian ini menggunakan cross sectional. Dengan Populasi pasien lansia dengan katarak senilis di RSBT Pangkalpinang tahun 2024 didapatkan sampel berjumlah 93 orang. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan antara jenis kelamin (P Value = 0,008), Pendidikan (P Value = 0,006), usia (P Value = 0,000) dengan kejadian katarak senilis pada lansia di RSBT Pangkalpinang tahun 2024. Kesimpulan dari penelitian ini usia faktor yang paling banyak terjadi karena memiliki hubungan yang erat dengan katarak senilis pada lansia karena semakin tua usia seseorang, semakin tinggi untuk terjadinya katarak senilis.

Keywords

Jenis Kelamin, Katarak Senilis, Pendidikan, Usia

PDF

References

  1. Afifiah, T., & Sutanto, W. (2020). Hubungan Usia dengan Kejadian Katarak Senilis pada Lansia di RSUD Bengkulu Selatan. Jurnal Kedokteran, 20(2), 126-132.
  2. Aini, A. N., & Santik, Y. D. P. (2018). Kejadian katarak senilis di RSUD Tugurejo. HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development), 2(2), 295-306.
  3. Hidayanti, S., & Nirmala, A. (2022). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Katarak Senilis Pada Lansia di RSUD Dr. Selamat Kabupaten Bogor. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 17(3), 114-121.
  4. Hidayati, A., & Azizah, S. (2021). Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Katarak Senilis Pada Lansia di RS Siloam Sriwijaya Lampung. Jurnal Kesehatan Indonesia, 18(4), 221-228.
  5. Mujiyanto, P., & Wulan, T. (2019). Hubungan Usia dengan Insiden Katarak Senilis pada Lansia. Jurnal Kesehatan, 20(2), 134-142.
  6. Mustika, M. P. D. P. (2022). Hubungan Antara Tingkat Resiliensi Dengan Tingkat Kecemasan Keluarga Yang Memiliki Lansia Dalam Menghadapi Pandemi Covid-19 Di Wilayah Desa Ketajen Kecamatan Gedangan (Doctoral dissertation, STIKES Hang Tuah Surabaya).
  7. Natasia, K., Tukan, R. A., Najihah, N., Wijayanti, D., & Ose, M. I. (2024). Analisis Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Katarak Di Poliklinik Mata RSUD Dr. H. Jusuf SK. Jurnal Berita Kesehatan, 17(1), 1-13.
  8. Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi penelitian kesehatan tahun 2018.
  9. Nurmala, A. N., & Suryono, S. (2020). Hubungan Usia dan Kejadian Katarak Senilis pada Lansia. Jurnal Keperawatan, 20(3), 120-125.
  10. Putri, A. N., & Rahmawati, S. (2018). Peran Tingkat Pendidikan dalam Menurunkan Risiko Katarak Senilis pada Lansia. Jurnal Kesehatan Indonesia, 20(3), 120-125.
  11. Rahmawati, I. (2020). Hubungan katarak dengan tingkat kemandirian Lansia di Balai Pelayanan dan Penyantunan Lanjut Usia (BPPLU) Provinsi Bengkulu. Jurnal Ners Lentera, 8(1), 17-24.
  12. Retnosari, P. A. (2024). Hubungan Usia dan Jenis Kelamin dengan Kejadian Katarak Senilis Studi Observasional di Sultan Agung Eye Center (SEC) RSI Sultan Agung Semarang (Doctoral dissertation, Universitas Islam Sultan Agung Semarang).
  13. Royani, A., Kusumajaya, H., & Arjuna, A. (2024). Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Katarak pada Lansia di Poli Mata. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 6(1), 1-10.
  14. Santi, M., & Nurhayati, T. (2018). Pendidikan dan Faktor Sosial-Ekonomi dalam Kejadian Katarak Senilis pada Lansia. Jurnal Keperawatan, 20(2), 134-142.
  15. Sari, R. P., & Fauziyah, N. (2020). Hubungan Jenis Kelamin dengan Risiko Terjadinya Katarak Senilis pada Lansia. Jurnal Keperawatan Indonesia, 18(2), 132-140.
  16. Styowati, T. (2021). Diagnosa Keperawatan Pada Pasien Pra Operasi, Intra Operasi, dan Pasca Operasi Katarak di Kamar Operasi RSUD Bangil Pasuruan (Doctoral dissertation, STIKES Insan Cendekia Medika Jombang).
  17. Suci, D., & Wijayanti, D. (2021). Hubungan Jenis Kelamin dengan Insiden Katarak Senilis pada Lansia di Kabupaten Gorontalo. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 10(1), 45-50.
  18. Suwarsih, P., & Astuti, D. (2017). Hubungan pendidikan dan Kejadian Katarak Senilis Pada Lansia di RS Mitra Keluarga Surabaya. Jurnal Kesehatan Indonesia, 14(4), 80-87.
  19. Tamansa, G. E., Saerang, J. S. M., & Rares, L. M. (2016). Hubungan Umur dan Jenis Kelamin dengan Angka Kejadian Katarak di Instalasi Rawat Jalan (Poliklinik Mata) RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Periode Juli 2015-Juli 2016. JKK (Jurnal Kedokteran Klinik), 1(1), 64-69.
  20. Tamsuri, A. (2016). Klien gangguan mata dan penglihatan. Jakarta: EGC.

Similar Articles

1-10 of 213

You may also start an advanced similarity search for this article.