Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

GAMBARAN KEJADIAN BAYI BERAT BADAN LAHIR RENDAH DI RSUD dr. DORIS SYLVANUS PALANGKARAYA TAHUN 2025

Abstract

Bayi berat badan lahir rendah (BBLR) adalah bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2.500 gram tanpa memandang usia kehamilan. BBLR masih menjadi masalah kesehatan karena berkaitan dengan kesakitan dan kematian neonatal. Penelitian ini bertujuan menggambarkan kejadian BBLR berdasarkan berat badan lahir, usia ibu, paritas, usia kehamilan, dan kadar hemoglobin ibu di RSUD dr. Doris Sylvanus Palangkaraya tahun 2025. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross-sectional dan data sekunder dari rekam medis periode Januari–Desember 2025. Sampel berjumlah 36 kasus BBLR yang dipilih dengan teknik total sampling. Data dianalisis secara univariat dan disajikan dalam distribusi frekuensi serta persentase. Seluruh sampel merupakan bayi dengan berat lahir kurang dari 2.500 gram (36; 100%). Sebagian besar ibu berusia 20–35 tahun (21; 58,3%) dan memiliki paritas tidak berisiko menurut pengelompokan penelitian (27; 75,0%). Mayoritas bayi lahir prematur pada usia kehamilan kurang dari 37 minggu (34; 94,4%). Sebagian besar ibu memiliki kadar hemoglobin tidak anemia, yaitu ≥11 g/dL (29; 80,6%). Usia kehamilan prematur merupakan karakteristik yang paling banyak ditemukan pada kasus BBLR dalam sampel. Temuan ini dapat menjadi bahan informasi untuk evaluasi pelayanan kesehatan ibu dan bayi, dengan tetap mempertimbangkan keterbatasan desain deskriptif.

Keywords

BBLR, hemoglobin, paritas, usia ibu, usia kehamilan

PDF

References

  1. Artini, N. K. M., Ni, L. P. S. E., & Asep, A. S. (2022). Hubungan paritas dan usia ibu dengan kejadian berat badan lahir rendah di Rumah Sakit Umum Bali Royal tahun 2021.
  2. Cahyani, P. R., Dahliah, D., Makmun, A., Kamaluddin, I. D. K., & Darma, S. (2024). Pengaruh anemia dan preeklampsia terhadap kejadian bayi berat lahir rendah (BBLR). Wal’afiat Hospital Journal, 5(1), 69–78. https://doi.org/10.33096/whj.v5i1.131
  3. Handayani, S., & Yulianto. (2024). Faktor risiko anemia dengan kejadian BBLR.
  4. Khoirunnisa’, F. N., Puspitasari, I., Yulianti, I., Nisak, A. Z., & Siagian, D. S. (2024). Kejadian berat badan lahir rendah (BBLR) berdasarkan faktor prediktor usia kehamilan dan status gizi ibu. Midwifery Care Journal, 5(3), 102–109. https://doi.org/10.31983/micajo.v5i3.11597
  5. Layuk, R. R. (2021). Analisis deskriptif risiko BBLR (bayi berat lahir rendah) di RSUP Dr. Tadjuddin Chalid Makassar. Masokan Ilmu Sosial dan Pendidikan, 1(1), 1–11.
  6. Rohmah, F. N., & Listyaningrum, T. H. (2021). Faktor risiko ibu pada bayi berat lahir rendah. JHES (Journal of Health Studies), 5(1), 1–6. https://doi.org/10.31101/jhes.1903

Similar Articles

21-30 of 184

You may also start an advanced similarity search for this article.