Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

Karakteristik Ibu Akseptor Kontrasepsi Suntik 3 Bulan di Puskesmas Bukit Hindu

Abstract

Latar Belakang: Kontrasepsi suntik 3 bulan (Depo Medroksi Progesteron Asetat/DMPA) merupakan salah satu metode kontrasepsi hormonal yang banyak digunakan karena praktis, efektif, dan memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi dalam mencegah kehamilan. Berdasarkan studi pendahuluan di Puskesmas Bukit Hindu periode Januari–April 2026, tercatat 56 akseptor KB suntik 3 bulan. Hasil wawancara terhadap 10 akseptor menunjukkan sebagian besar mengalami efek samping, seperti gangguan menstruasi, peningkatan berat badan, sakit kepala, perubahan suasana hati, penurunan libido, dan jerawat. Tujuan: Mengetahui gambaran karakteristik ibu akseptor kontrasepsi suntik 3 bulan di Puskesmas Bukit Hindu berdasarkan usia, pendidikan, paritas, pekerjaan, dan pengetahuan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode survei deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 56 ibu akseptor kontrasepsi suntik 3 bulan di Puskesmas Bukit Hindu periode Januari–April 2026. Sampel sebanyak 56 responden diambil menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan data register KB, kemudian dianalisis secara univariat dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil Sebagian besar responden berusia 20–35 tahun sebanyak 38 orang (67,9%), berpendidikan menengah sebanyak 27 orang (48,2%), memiliki paritas multipara sebanyak 44 orang (78,6%), tidak bekerja sebanyak 31 orang (55,4%), serta memiliki pengetahuan baik sebanyak 21 orang (37,5%).Simpulan: Karakteristik ibu akseptor kontrasepsi suntik 3 bulan di Puskesmas Bukit Hindu didominasi oleh usia reproduksi sehat, pendidikan menengah, multipara, tidak bekerja, dan memiliki pengetahuan yang baik. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi dasar bagi tenaga kesehatan untuk meningkatkan komunikasi, informasi, dan edukasi mengenai kontrasepsi suntik 3 bulan.

Keywords

Akseptor KB, Karakteristik, Suntik KB

PDF

References

  1. Adiputra. (2021). Metodologi Penelitian Kesehatan. Medan: Yayasan Kita Menulis.
  2. Agustina, K. S., Rosita, E., Pani, W., Silfia, N. N., Fadliyah, L., Kusika, S. Y., ... & Judijanto, L. (2024). Asuhan Kebidanan Keluarga Berencana. PT. Green Pustaka Indonesia.
  3. Ari Astuti, B. (2022). Asuhan Berkesinambungan Pada Ny. M Usia 39 Tahun G4p2a1ah2 Dengan Usia Berisiko di Puskesmas Galur II. Jurnal Keluarga Berencana, 7(1), 32-43.
  4. Arsesiana, A., Hertati, D., Oktarina, L., & Utami, D. T. (2022). Gambaran Pengetahuan Akseptor KB Suntik 3 Bulan tentang Efek Samping KB Suntik 3 Bulan. Jurnal Surya Medika, 8(2), 1-9.
  5. Asi, M., Kurniawan, F., Sutriningsih, S., Keb, M., Irawati, E., S ST, M. K. M., ... & Mahmudah, S. (2023). Pelayanan Keluarga Berencana. CV Eureka Media Aksara.
  6. Bangun, S. B., Rahmawati, N., Indriati, M., & Hernawati, Y. (2025). Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Pasangan Usia Subur (Pus) Dalam Menggunakan Kb Suntik 3 Bulan Di Praktek Mandiri Bidan S Kel. Jatihandap Kec. Mandalajati Kota Bandung Tahun, 2025(047), 1-11.
  7. Bulu, A., Indriati, I., & Wijayanti, T. R. A. (2024). Hubungan Umur Dan Paritas Dengan Penggunaan Alat Kontrasepsi Suntik 3 Bulan di PMB Zummatul. Jurnal Kesehatan Saintika Meditory, 7(2), 478-487.
  8. Butarbutar, A. R., Wahyuni, S., Vanchapo, A. R., Fahlevi, R., Naryanti, I., Ambarwati, K., ... & Sulistyorini, E. (2025). Meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui pendidikan. Cendikia Mulia Mandiri.
  9. Dianasari, G. A. K., Yulizar, Y., Ernawati, W., & Aisyah, S. (2023). Hubungan Umur Ibu, Paritas Dan Pekerjaan Dalam Penggunaan Kb Suntik 3 Bulan Di Puskesmas Totorejo. Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA, 13(2), 111-116.
  10. Dinkes Kota Palangkaraya. Profil Kesehatan Kota Palangkaraya tahun 2024. Palangkaraya: Dinkes Kota Palangkaraya.
  11. Ekawati, H., Gumelar, W. R., Pramestirini, R. A., Suhariyati, S., & Prayoga, S. (2023). Hubungan Usia Ibu dan Peran Suami dengan Pemilihan Metode Kontrasepsi Hormonal pada Pasangan Usia Subur. Journal of Telenursing (JOTING), 5(2), 1628-1640.
  12. Fatonah. (2023). Asuhan Kebidanan Keluarga Berencana. Jakarta: Penerbit Nuansa Fajar Cemerlang.
  13. Febrianti, L., Purnamasari, I., & Kristiarini, J. J. (2026). Faktor Yang Mempengaruhi Pemilihan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) Pada Wanisa Usia Subur (WUS) Di Wilayah Sono. Borneo Nursing Journal (BNJ), 8(1), 464-469.
  14. Hasanah, N. (2023). Hubungan Pemakaian KB Suntik 3 Bulan Dengan Kejadian Spotting Pada Akseptor KB Di Puskesmas Manunggal Jaya Kabupaten Nabire. Jurnal Anestesi, 1(4), 271-280.
  15. Hastoyo, R. P. M., Utomo, B., Jayanti, R. D., & Dwiningsih, S. R. (2025). Hubungan Budaya Patriarki dan Faktor Demografis Terhadap Pemilihan Jenis Kontrasepsi Pada Wanita Usia Subur di Kota Surabaya. JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa, 4(4), 1411-1423.
  16. Hidayati, E., Primadani, A. K., Aprilianada, V., & Pratiwi, Y. A. (2022). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pemilihan Metode Kontrasepsi pada Perempuan Usia Subur di Indonesia (Analisis Data SDKI 2017). Muhammadiyah Journal of Midwifery, 3(1), 18-28.
  17. Hipson, M., & Handayani, S. S. (2024). Pemakaian Alat Kontrasepsi Suntik 3 Bulan Berdasarkan Paritas, Pendidikan Dan Pekerjaan. Jurnal 'Aisyiyah Medika, 9(2).
  18. Kemenkes RI. (2024). Profil Kesehatan Indonesia tahun 2024. Jakarta: Kemenkes RI.
  19. Margaretha, R. G., Hertati, D., & Delyka, M. (2026). Hubungan Pengetahuan Dan Usia Akseptor Dengan Pemilihan Jenis Kontrasepsi Suntik Di Wilayah Puskesmas Tumbang Samba. Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ), 9(2), 1296-1309.
  20. Mumthi’ah Al Kautzar, A., Fahriani, M., Ahmad, M., Hamzah, S. R., Marlina, H., & Paulus, A. Y. (2021). Kesehatan Perempuan dan Keluarga Berencana. Yayasan Penerbit Muhammad Zaini.

Similar Articles

1-10 of 56

You may also start an advanced similarity search for this article.