Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

Efektivitas Senam Yoga Balasana terhadap Penurunan Dismenore pada Remaja Putri di Gereja GPdI Imanuel, Kerasaan 1, Kecamatan Pematang Bandar

Abstract

Dismenore merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang paling sering dialami remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Senam yoga pose balasana merupakan terapi nonfarmakologis yang dapat dimanfaatkan untuk mengurangi nyeri menstruasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas senam yoga balasana terhadap penurunan dismenore pada remaja putri di Gereja GPdI Imanuel, Kerasaan 1, Kecamatan Pematang Bandar, tahun 2026. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain pre-experimental dengan rancangan one group pretest–posttest. Sampel berjumlah 30 remaja putri yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Intensitas nyeri diukur menggunakan lembar observasi Numeric Rating Scale (NRS) 0–10 sebelum dan sesudah intervensi senam yoga balasana berdurasi 15 menit yang dilaksanakan sesuai standar operasional prosedur selama tiga hari berturut-turut. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon signed rank dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Sebelum intervensi, seluruh responden mengalami nyeri, yaitu nyeri ringan (37%), sedang (30%), dan berat (33%), dengan rerata skor 4,73. Setelah intervensi, 21 responden (70%) tidak lagi merasakan nyeri dan 9 responden (30%) mengalami nyeri ringan, tanpa nyeri sedang maupun berat, dengan rerata skor 0,30. Uji Wilcoxon menghasilkan Z = −4,803 dengan p < 0,001. Disimpulkan bahwa senam yoga balasana efektif menurunkan intensitas dismenore pada remaja putri dan dapat dijadikan alternatif terapi nonfarmakologis yang aman, mudah dilakukan, dan murah. Penelitian dengan kelompok kontrol diperlukan untuk memperkuat bukti ini.

Keywords

senam yoga, balasana, dismenore, remaja putri, nyeri menstruasi

PDF

References

  1. Abubakar, A., Abdul Karim, N., Abdullah, S., & Mohd Noor, N. (2020). Prevalence and factors associated with primary dysmenorrhea among female university students in Malaysia. Malaysian Journal of Medicine and Health Sciences.
  2. American College of Obstetricians and Gynecologists. (2023). Dysmenorrhea and endometriosis in the adolescent.
  3. Ameade, E. P. K., Amalba, A., & Mohammed, B. S. (2018). Prevalence of dysmenorrhea among university students in Northern Ghana: Its impact and management strategies. BMC Women's Health, 18(39). https://doi.org/10.1186/s12905-018-0532-1
  4. Amru, D. E., & Selvia, A. (2022). Pengaruh senam yoga terhadap penurunan nyeri haid pada remaja putri di Institut Kesehatan Mitra Bunda. Midwifery Care Journal, 3(1). https://doi.org/10.31983/micajo.v3i1.8188
  5. Aprillia, N., Sari, D., & Lestari, W. (2023). Pengaruh yoga pose balasana terhadap penurunan nyeri dismenore pada remaja putri. Jurnal Kebidanan Indonesia, 14(2), 88–96.
  6. Armour, M., Parry, K., Manohar, N., et al. (2020). The prevalence and academic impact of dysmenorrhea in young women. BMC Women's Health, 19(13).
  7. Badan Pusat Statistik Kabupaten Simalungun. (2022). Jumlah penduduk menurut kelompok umur dan jenis kelamin di Kabupaten Simalungun tahun 2022.
  8. Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Utara. (2025). Jumlah penduduk menurut kelompok umur dan jenis kelamin (ribu jiwa) di Provinsi Sumatera Utara tahun 2024.
  9. Badan Riset dan Inovasi Nasional. (2024). Indonesia miliki 280.000 HATTRA dari 1.086 etnis untuk atasi dismenore.
  10. Beauchamp, T. L., & Childress, J. F. (2019). Principles of biomedical ethics (8th ed.). Oxford University Press.
  11. Fernández-Martínez, E., Onieva-Zafra, M. D., & Parra-Fernández, M. L. (2019). Lifestyle and prevalence of dysmenorrhea among Spanish female university students. PLoS ONE, 14(8), e0221362. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0221362
  12. Helwa, H. A., Mitaeb, A. A., Al-Hamshri, S., & Sweileh, W. (2018). Prevalence of dysmenorrhea and predictors among Palestinian female university students. BMC Women's Health, 18(18). https://doi.org/10.1186/s12905-018-0516-1
  13. Iyengar, B. K. S. (2005). Light on yoga. HarperCollins Publishers.
  14. Lghoul, S., et al. (2020). Dysmenorrhea among adolescent girls in Morocco: Prevalence and associated factors. Pan African Medical Journal.
  15. Mulya, A. P., Lukman, M., & Yani, D. I. (2022). Latihan senam yoga terhadap penurunan dismenore remaja putri di SMA Bandung. E-Jurnal Medika Udayana, 11(11). https://doi.org/10.24843/mu.2022.v11.i11.p09
  16. Nabila, N., Aulia, D., & Sari, R. (2023). Efektivitas senam yoga terhadap penurunan nyeri dismenore pada remaja putri. Jurnal Surya Medika.
  17. Noor, J. (2015). Metodologi penelitian. Kencana.
  18. Notoatmodjo, S. (2016). Metodologi penelitian kesehatan. Rineka Cipta.
  19. Novita, N., & Sumastri, R. (2023). Efektivitas yoga balasana terhadap penurunan stres dan nyeri menstruasi. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 18(1), 45–52.
  20. Pratnawati, N., Lestari, D., & Putri, A. (2021). Yoga pose balasana sebagai terapi nonfarmakologi pada remaja yang mengalami dismenore. Jurnal Ilmu Kesehatan, 9(2), 120–127.

Most read articles by the same author(s)

Similar Articles

1-10 of 159

You may also start an advanced similarity search for this article.