Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

Efektivitas Edukasi Berbasis Video terhadap Peningkatan Pengetahuan Remaja tentang HIV-AIDS di SMA Negeri 1 Dolok Masihul

Abstract

Latar belakang: HIV/AIDS masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang mendapat perhatian dunia, dan remaja termasuk kelompok rentan karena rasa ingin tahu yang tinggi serta keterbatasan akses terhadap informasi yang benar. Media video yang memadukan gambar, suara, dan gerak berpotensi meningkatkan pemahaman remaja secara efektif. Tujuan: Menganalisis efektivitas edukasi kesehatan berbasis video terhadap peningkatan pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS di SMA Negeri 1 Dolok Masihul. Metode: Penelitian kuantitatif analitik dengan desain pre-experiment tipe one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 40 siswa kelas X-5 yang dipilih dengan teknik total sampling. Pengetahuan diukur dengan kuesioner 20 butir sebelum dan sesudah intervensi video. Data dianalisis dengan uji Shapiro-Wilk dan paired sample t-test pada taraf signifikansi 0,05. Hasil: Sebelum intervensi, 60% responden berpengetahuan kurang, 30% cukup, dan 10% baik. Setelah intervensi, seluruh responden (100%) berada pada kategori baik. Rerata skor pengetahuan meningkat dari 10,93 (SD 3,682) menjadi 19,23 (SD 0,768), atau naik 8,30 poin (t = 15,212; df = 39; p = 0,000). Kesimpulan: Edukasi berbasis video efektif meningkatkan pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS dan dapat dipertimbangkan sebagai media promosi kesehatan di lingkungan sekolah. Penelitian lanjutan dengan kelompok kontrol, sampel yang lebih besar, dan penilaian retensi jangka panjang disarankan.

Keywords

HIV/AIDS, pengetahuan, remaja, edukasi kesehatan, video

PDF

References

  1. 1. Butsainah, & Santoso. (2024). Efektivitas video edukasi terhadap pengetahuan HIV/AIDS di kalangan mahasiswa Kedokteran Universitas Tarumanagara.
  2. 2. Dinas Kesehatan Kabupaten Serdang Bedagai. (2023). Profil kesehatan Kabupaten Serdang Bedagai tahun 2023. Dinas Kesehatan Kabupaten Serdang Bedagai.
  3. 3. Elza, P. (2025). Efektivitas edukasi kesehatan melalui media video terhadap peningkatan pengetahuan remaja tentang pencegahan HIV/AIDS.
  4. 4. Ernawati, H. (2018). Pengetahuan kesehatan reproduksi remaja di daerah pedesaan. Indonesian Journal for Health Sciences, 2(1), 58–64. https://doi.org/10.24269/ijhs.v2i1.2018.pp58-64
  5. 5. Kementerian Kesehatan. (2023). Profil kesehatan Indonesia 2023. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
  6. 6. Lukmana, C. I., & Yuniarti, F. A. (2017). Gambaran tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi remaja pada siswa SMA di Yogyakarta. Indonesian Journal of Nursing Practices, 1(3), 115–123.
  7. 7. Meilani, N., Setiyawati, N., Rofi’ah, S., Sukini, T., & Wibowo, Q. E. (2025). Ludo edutainment: A media to improving knowledge and attitude about HIV-AIDS among senior high school students in Yogyakarta. Jurnal Promkes, 13(2), 205–213. https://doi.org/10.20473/jpk.v13.i2.2025.205-213
  8. 8. Notoatmodjo, S. (2012). Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan. Rineka Cipta.
  9. 9. Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi penelitian kesehatan. Rineka Cipta.
  10. 10. Nurdianti, R., dkk. (2023). Efektivitas video animasi terhadap peningkatan pengetahuan tentang HIV/AIDS.
  11. 11. Oktaviani, A., & Fauziah, M. (2025). Faktor risiko yang berhubungan dengan perilaku pencegahan DM tipe 2 berdasarkan teori Health Belief Model pada remaja. Jurnal Kesehatan dan Kedokteran, 2(3), 298–310.
  12. 12. Rahayu, I. (2017). Hubungan tingkat pengetahuan tentang HIV/AIDS. Jurnal Endurance, 2(2), 145–150.
  13. 13. Riyana, C. (2007). Pedoman pengembangan media video. Program P3AI Universitas Pendidikan Indonesia.
  14. 14. Sarwono, H. (2021). Metode kuantitatif. UNISRI Press.
  15. 15. Setianingsih, S., & Atika Kurnia, A. K. (2024). Sosialisasi bahaya pergaulan bebas pada remaja. Devotion: Journal Corner of Community Service, 2(4), 160–165. https://doi.org/10.54012/devotion.v2i4.302
  16. 16. Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R& D. Alfabeta.
  17. 17. Suparno, A. U., Mansur, H., & Rahayu, S. (2021). Efektivitas pendidikan kesehatan dengan menggunakan media monopoli edukatif terhadap pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS. Jurnal Bidan Pintar, 2(1), 161–175. https://doi.org/10.30737/jubitar.v2i1.1627
  18. 18. Sutrisno, I. T., & Farida, T. (2022). Knowledge of ARV therapy in people living with HIV/AIDS (PLWHA) who have a dropping out history in Sumedang, Indonesia: An overview. Indonesian Journal of Community Development, 2(2), 85–92. https://doi.org/10.17509/ijcd.v2i2.55884
  19. 19. Wani Damanik, D., Saragih, J., & Ramayanti Purba, E. (2023). Edukasi kesehatan tentang kesehatan reproduksi pada remaja di Dusun I Manik Hataran Simalungun. Jukeshum: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(1), 118–123. https://doi.org/10.51771/jukeshum.v3i1.487
  20. 20. World Health Organization. (2018). Guidance on ethical considerations in planning and reviewing research studies on sexual and reproductive health in adolescents. https://apps.who.int/iris/handle/10665/273792

Similar Articles

1-10 of 434

You may also start an advanced similarity search for this article.