Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

Karakteristik Minuman Herbal Daun Salam (Syzygium polyanthum) Sebagai Potensi Pangan Fungsional pada Individu Pradiabetes Melitus

Abstract

Pradiabetes merupakan kondisi peningkatan kadar glukosa darah yang berisiko berkembang menjadi diabetes melitus tipe 2. Salah satu upaya pencegahannya adalah pengembangan pangan fungsional berbahan lokal, seperti daun salam (Syzygium polyanthum) yang mengandung senyawa antioksidan. Penelitian ini bertujuan menentukan formulasi terbaik minuman herbal daun salam berdasarkan aktivitas antioksidan dan kadar total fenol, serta menganalisis pengaruhnya terhadap kadar glukosa darah puasa (GDP) pada individu pradiabetes. Penelitian dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama menggunakan Rancangan Acak Lengkap satu faktor dengan empat konsentrasi daun salam (2%, 4%, 6%, dan 8%); aktivitas antioksidan dianalisis dengan metode DPPH dan total fenol dengan metode Folin–Ciocalteu. Tahap kedua menggunakan desain one group pretest–posttest pada 15 laki-laki pradiabetes yang diberi 100 mL minuman herbal formulasi terbaik selama tujuh hari. Hasil menunjukkan perbedaan signifikan aktivitas antioksidan dan total fenol antar formulasi (p < 0,05), dengan F1 (2%) sebagai formulasi terbaik (IC₅₀ = 56,37 ppm). Rerata GDP menurun dari 112,80 ± 5,91 mg/dL menjadi 94,40 ± 4,73 mg/dL (p < 0,001). Dapat disimpulkan bahwa minuman herbal daun salam F1 (2%) menurunkan GDP secara signifikan pada individu pradiabetes sehingga berpotensi dikembangkan sebagai minuman fungsional. Penelitian lanjutan dengan kelompok kontrol, sampel lebih besar, durasi lebih panjang, dan biomarker metabolik diperlukan.

Keywords

antioksidan, fenol, daun salam, glukosa darah puasa, pradiabetes

PDF

References

  1. American Diabetes Association. (2022). Standards of medical care in diabetes—2022. Diabetes Care, 45, S1–S264.
  2. American Diabetes Association. (2024). Standards of care in diabetes—2024. Diabetes Care, 47, S1–S321.
  3. Ayuningrum, P., Wibowo, A., & Santoso, H. (2025). Pola distribusi diabetes melitus di wilayah perkotaan Jawa Timur: Analisis data Survei Kesehatan Indonesia 2023. Jurnal Epidemiologi Indonesia, 10(1), 12–23.
  4. Batubara, I., Darusman, L. K., Mitsunaga, T., Rahminiwati, M., & Djauhari, E. (2023). Potency of Indonesian medicinal plants as tyrosinase inhibitor and antioxidant agent. Journal of Biological Sciences, 10(2), 138–144.
  5. Dafriani, P., Herlina, A., & Yatni, H. (2018). Pengaruh rebusan daun salam terhadap penurunan kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus tipe II di wilayah kerja Puskesmas Alai Padang tahun 2018. Jurnal Kesehatan Saintika Meditory, 1(1), 53–63.
  6. Damodaran, S., & Parkin, K. L. (2017). Fennema’s food chemistry (5th ed.). CRC Press.
  7. Erwan, E., & Parbuntari, H. (2023). Uji aktivitas antioksidan dan analisis senyawa bioaktif ekstrak daun salam (Syzygium polyanthum). Jurnal Kimia dan Pendidikan Kimia, 8(1), 1–10.
  8. Fatima, N., & Zakaria, M. (2024). Oxidative stress and insulin resistance in obesity: Mechanisms and therapeutic targets. Metabolic Syndrome and Related Disorders, 22(3), 145–158.
  9. Gülçin, İ., & Alwasel, S. H. (2023). DPPH radical scavenging assay. Processes, 11(8), 2248.
  10. International Diabetes Federation. (2020). IDF diabetes atlas (9th ed.). International Diabetes Federation.
  11. International Diabetes Federation. (2025). IDF diabetes atlas (11th ed.). International Diabetes Federation.
  12. Irmawati, N. E., Indarti, D., Komsiyah, & Maharayu, M. (2022). Pengaruh penerapan rebusan daun salam terhadap kadar gula darah pada penderita diabetes mellitus tipe 2 di Desa Kopek Kecamatan Godong Kabupaten Grobogan. JIIP–Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 5(6), 1–11.
  13. Jatmiko, P. (2025). Prevalensi dan tren diabetes melitus di Jawa Timur 2020–2024: Analisis data Dinas Kesehatan Provinsi. Buletin Kesehatan Jawa Timur, 12(1), 5–18.
  14. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Laporan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Kementerian Kesehatan RI.
  15. Knowler, W. C., Barrett-Connor, E., Fowler, S. E., Hamman, R. F., Lachin, J. M., Walker, E. A., & Nathan, D. M. (2002). Reduction in the incidence of type 2 diabetes with lifestyle intervention or metformin. New England Journal of Medicine, 346(6), 393–403.
  16. Molyneux, P. (2004). The use of the stable free radical diphenylpicrylhydrazyl (DPPH) for estimating antioxidant activity. Songklanakarin Journal of Science and Technology, 26(2), 211–219.
  17. Muflihah, Y. M., Gollavelli, G., & Ling, Y. C. (2021). Correlation study of antioxidant activity with phenolic and flavonoid compounds in 12 Indonesian indigenous herbs. Antioxidants, 10(10), 1530.
  18. Nugroho, A. E. (2012). Pharmacological effects and mechanism of action of Syzygium polyanthum in controlling blood glucose. Majalah Obat Tradisional, 17(3), 154–162.
  19. Nurdianti, L., & Tuslinah, L. (2017). Uji efektivitas antioksidan krim ekstrak etanol daun katuk (Sauropus androgynus (L) Merr) terhadap DPPH (1, 1-diphenyl-2-picrylhydrazil). Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada, 17(1), 87–96.
  20. Pérez, M., Dominguez-López, I., & Lamuela-Raventós, R. M. (2023). The chemistry behind the Folin–Ciocalteu method for the estimation of (poly)phenol content in food. Journal of Agricultural and Food Chemistry, 71(46), 17543–17553.

Similar Articles

91-99 of 99

You may also start an advanced similarity search for this article.