Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

ADAPTASI MAHASISWA BARU DALAM MENGHADAPI TRANSISI AKADEMIK DAN LINGKUNGAN DARI SEKOLAH MENENGAH ATAS KE PERGURUAN TINGGI

Abstract

Mahasiswa baru harus menyesuaikan diri dengan tuntutan akademik dan lingkungan sekaligus pada awal perkuliahan. Penelitian ini menggambarkan penyesuaian diri mahasiswa baru dalam menghadapi transisi akademik dan lingkungan dari sekolah menengah atas ke perguruan tinggi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Informan berjumlah tujuh mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Semarang yang berasal dari luar daerah dan dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur pada minggu pertama perkuliahan, lalu dianalisis dengan analisis tematik. Hasil menunjukkan bahwa pada aspek akademik, informan merasakan perubahan dari sistem pembelajaran SMA yang terstruktur ke perkuliahan yang menuntut belajar mandiri. Perubahan tersebut meliputi jadwal yang bergantung pada sistem kontrak penanggung jawab, materi yang disampaikan melalui slide, tugas presentasi dan kelompok, materi hafalan anatomi. Pada aspek lingkungan, seluruh informan mengalami culture shock akibat cuaca yang panas, hambatan bahasa, perbedaan makanan, dan tuntutan hidup mandiri di tempat baru. Hambatan Bahasa membuat informan lebih sulit membangun pertemanan. Dapat disimpulkan bahwa adaptasi akademik dan adaptasi lingkungan berlangsung bersamaan dan saling berkaitan. Kampus dan dosen pembimbing perlu menyiapkan pendampingan sejak minggu pertama perkuliahan, terutama bagi mahasiswa dari luar daerah.

Keywords

Penyesuaian Diri, Mahasiswa Baru, Transisi Akademik, Culture Shock

PDF