Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

HUBUNGAN DUKUNGAN TENAGA KESEHATAN TERHADAP KESIAPAN PSIKOLOGIS IBU MENYUSUI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LAWANG

Abstract

Pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif merupakan upaya penting dalam meningkatkan derajat kesehatan bayi, namun cakupannya masih belum optimal. Salah satu faktor yang memengaruhi keberhasilan pemberian ASI eksklusif adalah kesiapan psikologis ibu, yang dipengaruhi oleh dukungan tenaga kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara dukungan tenaga kesehatan dengan kesiapan psikologis ibu menyusui dalam pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Lawang. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi usia 0 6 bulan sebanyak 547 orang, dengan sampel 85 responden yang dipilih menggunakan teknik convenience sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner untuk mengukur dukungan tenaga kesehatan dan kesiapan psikologis ibu. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memperoleh dukungan tenaga kesehatan dalam kategori cukup (48,8%) dan memiliki kesiapan psikologis dalam kategori cukup (54,7%). Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara dukungan tenaga kesehatan dengan kesiapan psikologis ibu menyusui dengan nilai p-value sebesar 0,035 (p < 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan tenaga kesehatan dengan kesiapan psikologis ibu menyusui. Semakin baik dukungan yang diberikan oleh tenaga kesehatan, maka semakin baik pula kesiapan psikologis ibu dalam menjalani proses menyusui. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan peran tenaga kesehatan dalam memberikan edukasi, konseling, dan pendampingan kepada ibu menyusui.

Keywords

dukungan tenaga kesehatan, kesiapan psikologis, ibu menyusui, ASI eksklusif

PDF

References

  1. Wijaya, F. A. (2019). ASI Eksklusif: Nutrisi Ideal untuk Bayi 0–6 Bulan. Neliti Media Publication.
  2. Rollins, N. C., et al. (2020). Why invest, and what it will take to improve breastfeeding practices. The Lancet, 395(10230), 491–504.
  3. Istikhomah, H., & Mumpuni, D. A. P. (2016). Kesiapan psikologis ibu hamil trimester III dalam persiapan persalinan pasca relaksasi hypnobirthing. Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Tradisional, 1(1), 28–33.
  4. Wahyuni, D., & Handayani, R. (2021). Hubungan Dukungan Keluarga dan Petugas Kesehatan terhadap Keberhasilan ASI Eksklusif. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 17(4), 271–278.
  5. Fitriani, D., & Setiawati, D. (2022). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pemberian ASI Eksklusif pada Ibu Bekerja di Wilayah Kerja Puskesmas Mlati II Sleman. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 18(2), 123–130.
  6. Yuliana, E., & Setiono, A. (2023). Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu terhadap Pemberian ASI Eksklusif di Puskesmas Sleman. Jurnal Kesehatan Ibu dan Anak, 7(1), 21–27.
  7. Brown, A., & Shenker, N. (2021). Experiences of breastfeeding during COVID-19: Lessons for future practical and emotional support. Maternal & Child Nutrition, 17(1), 1–9.
  8. Suryanti, D., Lestari, Y., & Wati, M. (2022). Pengaruh edukasi menyusui terhadap kepercayaan diri ibu dalam pemberian ASI. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 10(2), 120–128.
  9. Borra, C., Iacovou, M., & Sevilla, A. (2020). New evidence on breastfeeding and postpartum depression. Maternal and Child Health Journal, 24(4), 471–481.
  10. Sulastri, N., & Widodo, R. (2023). Faktor Psikologis yang Mempengaruhi Pemberian ASI Eksklusif. Jurnal Psikologi Kesehatan Indonesia, 8(2), 155–163.
  11. Putri, A. N., & Rani, S. (2024). Dukungan Sosial dan Motivasi Ibu dalam Pemberian ASI Eksklusif. Jurnal Psikologi dan Kesehatan, 9(1), 78–85.

Similar Articles

181-190 of 475

You may also start an advanced similarity search for this article.