Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

ANALISIS PENERAPAN INTERVENSI KOMBINASI PUSHED LIP BREATHING DAN PEMBERIAN NEBULIZER TERHADAP PENAGANAN EKSERBASI AKUT PASA PASIEN ASMA BRONKIAL DI RUANG IGD RSUD UNDATA PROVINSI SULAWESI TENGAH

Abstract

Latar Belakang: Asma bronkial merupakan masalah kesehatan global yang serius dengan prevalensi yang tinggi di Sulawesi Tengah (7,8%). Di Instalasi Gawat Darurat (IGD), masalah keperawatan utama yang muncul adalah bersihan jalan napas tidak efektif akibat bronkospasme dan hipersekresi mukus. Penatalaksanaan standar biasanya berfokus pada terapi nebulizer, namun integrasi intervensi mandiri keperawatan seperti Pursed Lip Breathing (PLB) masih sering terabaikan, padahal teknik ini secara mekanik dapat mencegah kolaps jalan napas dan memaksimalkan deposisi obat. Tujuan: Menganalisis asuhan keperawatan melalui penerapan intervensi kombinasi Pursed Lip Breathing dan terapi nebulizer terhadap peningkatan bersihan jalan napas pada pasien asma bronkial eksaserbasi akut. Metode: Desain studi kasus deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan pada lima responden dewasa di IGD RSUD Undata. Intervensi dilakukan dengan memberikan bimbingan PLB selama 15 menit sebagai fase pre-nebulizer, diikuti dengan pemberian nebulizer sesuai program medik. Parameter keberhasilan diukur melalui frekuensi napas (RR), saturasi oksigen (SpO2), frekuensi nadi (HR), dan auskultasi bunyi napas. Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan PLB sebelum nebulizer secara mandiri mampu menurunkan RR rata -rata 2–4 kali/menit dan meningkatkan SpO2 sebesar 1–2%. Setelah kombinasi PLB dan nebulizer diberikan, mayoritas responden mencapai stabilitas klinis dengan SpO2 98–100%, RR 18–20 kali/menit, dan hilangnya bunyi napas tambahan. Adanya perbaikan HR sesudah PLB dan setelah nebulizer menunjukan adanya penurunan kerja jantung dan kegelisahan. Namun, pada kasus asma dengan komplikasi pneumonia (Kasus 4), intervensi ini menunjukkan keterbatasan akibat adanya infiltrat parenkim paru yang memerlukan kolaborasi antibiotik. Simpulan: Kombinasi Pursed Lip Breathing dan terapi nebulizer efektif dalam meningkatkan bersihan jalan napas pada pasien asma tanpa komplikasi berat. Teknik ini menciptakan tekanan positif (PEEP alami) yang menjaga patensi jalan napas dan memberikan efek relaksasi yang menurunkan kecemasan serta frekuensi nadi.

Keywords

Asma Bronkial, Bersihan Jalan Napas, Pursed Lip Breathing, Nebulizer, IGD

PDF

References

  1. Akmal, dkk. (2024). ‘Efektivitas Terapi Nebulizer terhadap Penanggulangan Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif pada Pasien Asma’, Jurnal Kesehatan Akimal, 13(1).
  2. Global Initiative for Asthma (GINA). (2024). Global Strategy for Asthma Management and Prevention. Available at: https://ginasthma.org (Accessed: 9 February 2026).
  3. Hidayah, N. & Fitri, A. (2024). ‘Analisis Asuhan Keperawatan Gawat Darurat pada Pasien Asma dengan Teknik Pursed Lip Breathing’, Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan, 15(1). doi: 10.33859/dksm.v15i1
  4. Kementerian Kesehatan RI. (2018). Laporan Nasional Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.
  5. Kementerian Kesehatan RI. (2023). Laporan Hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Jakarta: Lembaga Penerbit Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.
  6. Kistian, A., Bidjuni, H. & Karundeng, M. (2022). ‘Analisis Hubungan Kecemasan dengan Parameter Fisiologis pada Pasien Asma Akut di Ruang Instalasi Gawat Darurat’, Jurnal Keperawatan, 10(1).
  7. Miller, J. et al. (2022). ‘Effects of Pursed-Lip Breathing on Inhaled Medication Deposition in Chronic Airway Diseases’, Journal of Physiotherapy, 68(3). doi: 10.1016/j.jphys.2022
  8. Pahrul, P., Syam, A. & Haeriyah, S. (2021). ‘Hubungan Tingkat Kecemasan dengan Frekuensi Kekambuhan Asma Bronkial’, Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 10(2). doi: 10.35816/jiskh.v10i2.
  9. Potter, P. A., Perry, A. G., Stockert, P. & Hall, A. (2021). Fundamentals of Nursing. Edisi ke-10. St. Louis: Elsevier.
  10. PPNI. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI): Definisi dan Indikator Diagnostik. Edisi 1. Jakarta: DPP PPNI.
  11. PPNI. (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI): Definisi dan Tindakan Keperawatan. Edisi 1. Jakarta: DPP PPNI
  12. Pratama, A. & Wijaya, S. (2021). ‘Intervensi Keperawatan Mandiri dalam Manajemen Asma di Instalasi Gawat Darurat’, Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta, 8(2). doi: 10.35842/jkry.v8i2.
  13. Puspitasari, H. (2019). Asuhan Keperawatan pada Pasien dengan Gangguan Sistem Pernapasan. Jakarta: Pustaka Baru Press.
  14. Putri, D. & Wahyuni, S. (2023). ‘Efektivitas Batuk Efektif dan Pursed Lip Breathing terhadap Pengeluaran Sputum pada Pasien Asma’, Jurnal Kesehatan Khatulistiwa, 6(2). doi: 10.30602/jkk.v6i2.
  15. Rahayu, S. (2024). ‘Kombinasi Fisioterapi Dada dan Pursed Lip Breathing terhadap Bersihan Jalan Napas pada Pasien Dewasa’, Journal of Health Care, 3(1). doi: 10.54259/diajoker.v3i1
  16. Rekam Medik RSUD Undata. (2025). Data Kunjungan Pasien Instalasi Gawat Darurat Tahun 2024–2025. Palu: RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah (Dokumen Tidak Dipublikasikan).
  17. Santoso, B. & Setiawan, H. (2023). ‘Combination of Nebulizer and Pursed Lip Breathing on Airway Clearance in Bronchial Asthma Patients’, Quality: Jurnal Kesehatan, 17(1). doi: 10.36082/qjk.v17i1.
  18. Saputro, D. & Aris, M. (2022). ‘Penerapan Pursed Lips Breathing Terhadap Pola Napas Pasien Asma’, Jurnal Ilmiah Keperawatan, 10(2). doi: 10.33023/jikp.v10i2.
  19. Sari, R., Aris, M., Saputro, D. & Hidayatin, T. (2023). ‘Efektivitas Terapi Nebulizer dan Teknik Pursed Lip Breathing pada Pasien Bronkial Asma’, Journal of Research in Nursing Practice, 1(1). doi: 10.58545/jrcnp.v1i1.
  20. Setyawan, D. & Susilo, A. (2023). ‘Mekanisme Psikofisiologis Serangan Asma: Studi Literatur’, Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal, 13(1). doi: 10.32583/pskm.v13i1.

Similar Articles

71-80 of 80

You may also start an advanced similarity search for this article.