PERBEDAAN MENGUNYAH PERMEN KARET XYLITOL DENGAN PERMEN KARET SORBITOL TERHADAP pH SALIVA PADA PEROKOK AKTIF BURUH BANSAU DESA KAMPUNG MELAYU KABUPATEN BANJAR
Abstract
Merokok sangat melekat dalam kehidupan buruh Bansau. Hampir setiap hari mereka mengonsumsi rokok dalam jumlah yang banyak. Pekerjaan dibidang ini menuntut tenaga ekstra, jam kerja panjang, serta paparan debu kayu yang dapat menimbulkan stres dan kelelahan. Kondisi tersebut mendorong banyak buruh bansau menjadikan rokok sebagai sarana pelepas penat sekaligus kebiasaan sosial. Fenomena tingginya konsumsi rokok pada buruh Bansau di Desa Kampung Melayu menjadikan para buruh ini rentan terhadap perubahan kesehatan rongga mulut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan mengunyah permen karet xylitol dan permen karet sorbitol terhadap pH saliva pada perokok aktif buruh Bansau di Desa Kampung Melayu, Kabupaten Banjar. Jenis penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen pretest-posttest Two Group Design. Sampel terdiri dari 36 responden yang terbagi menjadi dua kelompok. Analisis data dilakukan dengan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pH saliva sebelum mengunyah permen karet xylitol 5,53 dan sesudah mengunyah permen karet xylitol 6,45, sedangkan sebelum mengunyah permen karet sorbitol 5,47 dan sesudah mengunyah permen karet sorbitol 6,24. Berdasarkan uji statistik, diperoleh nilai p value =0,296 > α 0,05 dengan demikian, hipotesis alternatif (Hₐ) ditolak dan hipotesis nol (H₀) diterima. Kesimpulannya tidak ada perbedaan mengunyah permen karet xylitol dengan permen karet sorbitol terhadap pH saliva pada perokok aktif buruh Bansau Desa Kampung melayu kabupaten Banjar. Disarankan untuk mengonsumsi permen karet xylitol maupun permen karet sorbitol, sebagai upaya preventif menjaga pH saliva dan kesehatan gigi, terutama pada perokok aktif.Keywords
pH Saliva, Perokok Aktif, Permen Karet Xylitol, Permen Karet Sorbitol, Kesehatan Gigi dan Mulut.
References
- Asmalinda, W., Sapada, E., & Agustin, Y. (2021). Peningkatan pH Saliva Perokok Aktif Menggunakan Permen Karet Xylitol. Jurnal Kesehatan, 12(3), 427–434. https://doi.org/10.26630/jk.v12i3.2785
- Collins, S. P., Storrow, A., Liu, D., Jenkins, C. A., Miller, K. F., Kampe, C., & Butler, J. (2021). Perbandingan Laju Aliran Saliva Sebelum dan Sesudah Mengunyah Permen Karet Nonxylitol dan Xylitol pada Anak Usia 10-12 Tahun (Studi pada Murid Sekolah Dasar Negeri 57 Banda Aceh). 2(Mei), 167–186.
- Diyanah Hanifah Nugraha, Nurul Fatikhah, Yonan Heriyanto, & Denden Ridwan Chaerudin. (2021). EFEKTIVITAS BERKUMUR LARUTAN PROBIOTIK TERHADAP PENINGKATAN pH SALIVA (STUDI LITERATUR). Jurnal Kesehatan Siliwangi , 2(1), 389–393. https://doi.org/10.34011/jks.v2i1.700
- Dr, Prof. S. N. (2018). Metodelogi Penelitian Kesehatan.
- Irfan Abraham, Y. S. (2022). DESAIN KUASI EKSPERIMEN DALAM PENDIDIKAN : LITERATUR. 8(3), 2476–2482. https://doi.org/10.36312/jime.v8i3.3800/http
- Julia Dance Setyowati, & Tiana, M. (2023). PENGUNYAHAN PERMEN KARET YANG MENGANDUNG XYLITOL TERHADAP PENINGKATAN pH SALIVA. Jurnal Ilmiah Keperawatan Gigi, 5(1), 51–57. https://doi.org/10.37160/jikg.v5i1.416
- Made Ariwirawan, I., Nyoman Ari Susanti, D., & Gusti Agung Sri Pradnyani, I. (2022). Perbedaan volume, laju dan ph saliva antara perokok aktif rokok konvensional dan perokok vape. Bali Dental Journal, 2(6), 74–77. https://doi.org/10.37466/bdj.v6i2.58
- Nurazizah, Y. P. D., Lesmana, D., & Kintawati, S. (2022). Potency of Young Coconut Water as a Mouthwash to Saliva pH and Flow Rate in Smokers. E-GiGi, 10(2), 262–268. https://doi.org/10.35790/eg.v10i2.44279
- Saputera, B., Wicaksono, D. A., & Khoman, J. A. (2021). Efektivitas Permen Karet Xylitol dalam Menurunkan Plak. E-GiGi, 9(2), 139. https://doi.org/10.35790/eg.9.2.2021.33896
- Sugiyono. (2020). Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D.
- Sutanti, V., Rachmawati, Y. L., Putra, B. V. N., & Pangestu, H. (2023). Studi In-Vitro Efektifitas Grain Kefir dengan Kombinasi Sorbitol Terhadap Pertumbuhan Streptococcus mutans. EJournal Kedokteran Indonesia, 11(2), 156. https://doi.org/10.23886/ejki.11.259.156
- V. Wiratna Sujarweni. (2015). Statistik untuk Kesehtan.