Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

ANALISIS KANDUNGAN ZAT BESI DAN UJI DAYA TERIMA SUSU NABATI KEDELAI KURMA SEBAGAI SUMBER TAMBAHAN ZAT BESI DALAM UPAYA PENCEGAHAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI

Abstract

Anemia defisiensi besi masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, khususnya pada remaja putri, akibat meningkatnya kebutuhan zat besi selama masa pertumbuhan dan kehilangan darah saat menstruasi. Salah satu upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah melalui pengembangan minuman fungsional berbasis pangan lokal. Penelitian ini bertujuan menganalisis kandungan zat besi dan daya terima susu nabati kedelai kurma sebagai alternatif minuman fungsional untuk pencegahan anemia pada remaja putri. Penelitian menggunakan desain eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas tiga formulasi, yaitu P1 (40:60), P2 (50:50), dan P3 (60:40). Uji organoleptik terhadap warna, aroma, rasa, dan tekstur dilakukan menggunakan uji hedonik pada 50 panelis semi terlatih. Data dianalisis menggunakan uji Kruskal–Wallis dan dilanjutkan dengan uji Mann–Whitney apabila terdapat perbedaan yang bermakna. Analisis kandungan zat besi dilakukan pada formulasi terpilih menggunakan metode APHA 23rd Edition 3111 B (2017) dengan Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi P1 memiliki kandungan zat besi sebesar 3,82 mg/L, meningkat sebesar 2,72 mg/L (246,73%) dibandingkan formulasi kontrol (1,10 mg/L). Peningkatan kandungan zat besi ini menunjukkan bahwa penambahan kurma mampu memperkaya kandungan mineral pada susu kedelai sehingga berpotensi mendukung pemenuhan kebutuhan zat besi remaja putri. Selain itu, formulasi P1 memperoleh tingkat penerimaan panelis tertinggi pada atribut aroma dan rasa. Susu nabati kedelai kurma berpotensi dikembangkan sebagai minuman fungsional berbasis pangan lokal untuk mendukung upaya pencegahan anemia pada remaja putri.

Keywords

anemia, daya terima, kedelai, kurma, remaja putri, zat besi

PDF

References

  1. Angelica, C., Ardian, J., & Fajriani, L. N. (2025). Pengaruh penambahan sari kurma terhadap mutu organoleptik dan kandungan gizi susu sari kurma. Jurnal Pangan dan Gizi, 15(2), 73–84.
  2. Ariani, D., & Angwar, M. (2018). Produk pangan berbasis tempe dan aplikasinya. LIPI Press.
  3. Hoffbrand, A. V., Pettit, J. E., & Moss, P. A. H. (2015). Kapita selekta haematologi (Essential haematology). EGC.
  4. Malik, Z. I., Ghafoor, M. U., Shah, S. H. B. U., Abid, J., Farooq, U., & Ahmad, A. M. R. (2025). Unlocking iron: Nutritional origins, metabolic pathways, and systemic significance. Frontiers in Nutrition, 12, 1637316. https://doi.org/10.3389/fnut.2025.1637316
  5. Mentari, D., & Nugraha, G. (2023). Mengenal anemia: Patofisiologi, klasifikasi, dan diagnosis. Penerbit BRIN.
  6. Murniati, & Fitriyani. (2021). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada remaja putri. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 16(1), 45–52.
  7. Rahayu, A., Yulidasari, F., Putri, A. O., & Anggraini, L. (2019). Buku referensi metode Orkes-Ku (Raport Kesehatanku) dalam mengidentifikasi potensi kejadian anemia gizi pada remaja putri. CV Mine.
  8. Sa'roni, & Triastuti, U. Y. (2021). Pembuatan susu tempe kurma sebagai alternatif minuman kesehatan. Garina: Jurnal IPTEKS Tata Boga, Tata Rias, dan Tata Busana, 13(1), 9–16.
  9. Sabariman, M., Wahyuningtias, E. S., & Azni, I. N. (2022). Formulasi jus kurma dan sari kedelai dalam pembuatan jus kurma soya. Teknologi Pangan Kesehatan, 4(1), 55–66.
  10. Sri Wahyuningsih, & Hayati, R. (2022). Hubungan asupan zat besi dengan kejadian anemia pada remaja putri. Jurnal Ilmu Gizi Indonesia, 5(2), 89–97.
  11. Wahyuni, S., Ngestiningrum, A. H., Herlina, T., & Hanifah, A. N. (2023). Efektivitas konsumsi kurma untuk meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil trimester III. Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes, 14(3), 184–187.
  12. World Health Organization. (2025). Anaemia. World Health Organization.

Similar Articles

11-20 of 172

You may also start an advanced similarity search for this article.