Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

PENGARUH EDUKASI AKTIVITAS FISIK TERHADAP PERUBAHAN RESEPSI REMAJA BERDASARKAN HEALTH BELIEF MODEL DI MTS AL MADANI TAJUR HALANG TAHUN 2026

Abstract

Aktivitas fisik merupakan salah satu komponen penting dalam menjaga kesehatan dan mencegah berbagai penyakit tidak menular pada remaja. Namun, perkembangan teknologi dan meningkatnya perilaku sedentari menyebabkan banyak remaja belum memenuhi rekomendasi aktivitas fisik harian. Rendahnya aktivitas fisik dipengaruhi oleh persepsi remaja terhadap risiko dan manfaat aktivitas fisik. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk meningkatkan persepsi tersebut adalah melalui edukasi berbasis Health Belief Model (HBM). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi aktivitas fisik terhadap perubahan persepsi remaja berdasarkan Health Belief Model di MTs Al Madani Tajurhalang Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan rancangan one group pretest posttest. Sampel penelitian berjumlah 50 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang mengukur enam konstruk Health Belief Model, yaitu perceived susceptibility, perceived severity, perceived benefits, perceived barriers, self-efficacy, dan cues to action. Data dikumpulkan melalui pre-test sebelum pemberian edukasi dan post-test setelah edukasi, kemudian dianalisis menggunakan uji statistik yang sesuai berdasarkan hasil uji normalitas. Hasil penelitian diharapkan menunjukkan adanya peningkatan skor persepsi remaja setelah diberikan edukasi aktivitas fisik. Edukasi kesehatan berbasis Health Belief Model berpotensi menjadi strategi yang efektif dalam meningkatkan persepsi remaja mengenai pentingnya aktivitas fisik sehingga dapat mendorong terbentuknya perilaku hidup aktif dan sehat.

Keywords

Aktivitas fisik, remaja, edukasi kesehatan, Health Belief Model, persepsi

PDF

References

  1. Ashar, A. M., Yusuf, R. A., & Hikmah, N. (2024). Hubungan perilaku gizi seimbang, aktivitas fisik, dan perilaku sedentari dengan status gizi pada remaja. Window of Public Health Journal, 6(2), 214–224.
  2. Huriyati, E., Hadi, H., & Julia, M. (2017). Aktivitas fisik pada remaja SLTP Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul serta hubungannya dengan kejadian obesitas. Jurnal Gizi Klinik Indonesia, 14(2), 72–80.
  3. Katzmarzyk, P. T., Friedenreich, C., Shiroma, E. J., & Lee, I. M. (2022). Physical inactivity and non-communicable disease burden in low- and middle-income countries. The Lancet Global Health, 10(2), e201–e202.
  4. Syalfina, A. D., Mafticha, E., Putri, A. D., Irawati, D., Priyanti, S., & Sulistyawati, W. (2024). Faktor yang berpengaruh terhadap aktivitas fisik pada remaja. Al-Tamimi Kesmas: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 13(2), 1–10.

Similar Articles

31-40 of 464

You may also start an advanced similarity search for this article.