Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PNEUMONIA PADA ANAK BALITA DI RSBT PANGKALPINANG TAHUN 2025

Abstract

Pneumonia merupakan infeksi akut pada saluran pernapasan bawah yang dapat disebabkan oleh berbagai mikroorganisme seperti virus, jamur, dan bakteri sehingga dapat menyebabkan demam, batuk, pilek dan sesak nafas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian pneumonia pada anak balita di RSBT pangkalpinang tahun 2025. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 63 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan antara variabel independen dan variabel dependen. Berdasarkan data Rumah Sakit Bakti Timah Pangkalpinang, jumlah kasus pneumonia pada balita mengalami fluktuasi, yaitu pada tahun 2022 sebanyak 120 kasus, tahun 2023 sebanyak 102 kasus, dan tahun 2024 sebanyak 130 kasus. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara usia (p-value=0,022), jenis kelamin (p-value=0,028), dan kebiasaan merokok anggota keluarga (p-value = 0,014) dengan kejadian pneumonia pada anak balita. Faktor usia bayi, jenis kelamin laki-laki, serta adanya anggota keluarga yang merokok merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian pneumonia.

Keywords

Jenis Kelamin, Kebiasaan Merokok, Pneumonia, Usia, Balita

PDF

References

  1. Alnur. (2017). Kebiasaan merokok anggota keluarga serumah dan kejadian pneumonia pada balita di Bantul. Skripsi. Yogyakarta.
  2. Ananda, R., & Budyanra. (2024). Determinants of pneumonia incidence among under-five children using logistic regression analysis. Jurnal Kesehatan Anak.
  3. Army. (2020). Hubungan paparan asap rokok dengan kejadian pneumonia pada balita. Jurnal Kesehatan Masyarakat.
  4. Atika Febriyanti Putri. (2017). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian pneumonia pada anak di wilayah kerja Puskesmas Tawangsari Sukoharjo. Skripsi. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta.
  5. Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang. (2023). Profil kesehatan Kota Pangkalpinang tahun 2023. Pangkalpinang: Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang.
  6. Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. (2024). Profil kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun 2024. Pangkalpinang: Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
  7. Ekka, R. K., et al. (2018). Gender differences in pneumonia among under-five children. International Journal of Community Medicine and Public Health.
  8. Fitria. (2019). Hubungan jenis kelamin dengan kejadian pneumonia pada anak balita. Jurnal Keperawatan.
  9. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Profil kesehatan Indonesia tahun 2023. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
  10. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Pedoman tatalaksana pneumonia pada balita. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
  11. Kusparlina, E. P., & Wasito. (2022). Faktor intrinsik dan ekstrinsik yang berhubungan dengan kejadian pneumonia. Jurnal Keperawatan dan Kesehatan.
  12. Nirmolia, N., et al. (2017). Risk factors of pneumonia among under-five children in India. Journal of Family Medicine and Primary Care.
  13. Puspasari. (2019). Pneumonia pada anak dan komplikasinya. Jakarta: EGC.
  14. Rina, et al. (2020). Faktor jenis kelamin sebagai risiko pneumonia pada balita. Jurnal Kesehatan Masyarakat.
  15. Riskesdas Indonesia. (2013). Riset Kesehatan Dasar tahun 2013. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI.
  16. Riskesdas Indonesia. (2018). Riset Kesehatan Dasar tahun 2018. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI.
  17. Riskesdas Bangka Belitung. (2013). Riset Kesehatan Dasar Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun 2013. Pangkalpinang.
  18. Riskesdas Bangka Belitung. (2018). Riset Kesehatan Dasar Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun 2018. Pangkalpinang.
  19. Rigustia. (2019). Faktor risiko pneumonia pada balita. Jurnal Kesehatan Anak.
  20. Rusdy, et al. (2024). Faktor usia sebagai determinan kejadian pneumonia pada balita. Jurnal Epidemiologi Kesehatan.
  21. Rumah Sakit Bakti Timah Pangkalpinang. (2024). Profil rekam medis RS Bakti Timah Pangkalpinang tahun 2022–2024. Pangkalpinang: RS Bakti Timah.
  22. Setiawan, R. D. (2024). Gambaran karakteristik pneumonia pada anak balita. Jurnal Ilmu Keperawatan.
  23. Siti Mutmainah. (2018). Konsep gender dalam kesehatan. Jakarta: Salemba Medika.
  24. Survei Kesehatan Indonesia. (2023). Laporan nasional Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
  25. Utami. (2019). Konsep usia dan tumbuh kembang anak. Jakarta: EGC.
  26. Veridiana, et al. (2021). Paparan asap rokok dan risiko pneumonia pada balita. Jurnal Kesehatan Lingkungan.
  27. Wade, C., & Tavris, C. (2017). Psychology of gender. New York: Routledge.
  28. World Health Organization. (2022). Pneumonia. Geneva: World Health Organization.
  29. World Health Organization. (2024). Global pneumonia statistics. Geneva: World Health Organization.

Similar Articles

91-100 of 206

You may also start an advanced similarity search for this article.