Abstract
Disparitas Indeks Pembangunan Manusia (IPM) antar wilayah di Provinsi Jambi pada periode pasca pandemi menunjukkan pola yang belum merata secara spasial, sehingga diperlukan analisis empiris untuk mengidentifikasi faktor-faktor dominan yang memengaruhinya. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi IPM di Provinsi Jambi periode 2020–2024 menggunakan regresi data panel. Data terdiri dari 11 kabupaten/kota se-Provinsi Jambi selama lima tahun pengamatan. Variabel bebas yang digunakan meliputi Usia Harapan Hidup, Rata-rata Lama Sekolah, Harapan Lama Sekolah, dan Pengeluaran Per Kapita, dengan IPM sebagai variabel terikat. Pemilihan model terbaik dilakukan melalui Uji Chow, Uji Hausman, dan Uji Lagrange Multiplier, yang secara keseluruhan menetapkan Fixed Effect Model sebagai model terbaik. Model diestimasi menggunakan metode Cross-section Weighted GLS untuk mengatasi heteroskedastisitas, disertai koreksi Autoregressive orde satu untuk menangani autokorelasi ringan. Uji asumsi klasik menunjukkan seluruh asumsi terpenuhi, termasuk multikolinearitas yang dapat diterima secara teoritis. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa Rata-rata Lama Sekolah, Harapan Lama Sekolah, dan Pengeluaran Per Kapita secara parsial berpengaruh signifikan terhadap IPM, sedangkan Usia Harapan Hidup tidak berpengaruh signifikan secara parsial. Secara simultan, keempat variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap IPM. Koefisien determinasi (R²) sebesar 0,999942 menunjukkan model mampu menjelaskan hampir seluruh variasi IPM. Temuan ini diharapkan menjadi dasar rekomendasi kebijakan bagi pemerintah daerah Provinsi Jambi dalam memprioritaskan intervensi di bidang pendidikan, kesehatan, dan peningkatan daya beli masyarakat guna mewujudkan pemerataan pembangunan manusia di seluruh kabupaten/kota.