Articles
PENGARUH CAPITAL ADEQUACY RATIO (CAR), NON PERFORMING LOAN (NPL), DAN BIAYA OPERASIONAL TERHADAP PENDAPATAN OPERASIONAL (BOPO) TERHADAP RETURN ON ASSETS (ROA) PADA BANK BUMN (HIMBARA) PERIODE 2022–2024
Published 2026-06-27
Keywords
- Capital Adequacy Ratio (CAR),
- Non Performing Loan (NPL),
- BOPO,
- Return on Assets (ROA),
- HIMBARA.
How to Cite
PENGARUH CAPITAL ADEQUACY RATIO (CAR), NON PERFORMING LOAN (NPL), DAN BIAYA OPERASIONAL TERHADAP PENDAPATAN OPERASIONAL (BOPO) TERHADAP RETURN ON ASSETS (ROA) PADA BANK BUMN (HIMBARA) PERIODE 2022–2024. (2026). Musytari : Jurnal Manajemen, Akuntansi, Dan Ekonomi, 25(7). https://doi.org/10.2238/hxdbdt85
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR), Non Performing Loan (NPL), dan Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) terhadap Return on Assets (ROA) pada Bank BUMN yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (HIMBARA) periode 2022–2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan verifikatif. Populasi penelitian terdiri atas seluruh bank yang tergabung dalam HIMBARA, yaitu PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, sehingga diperoleh 4 bank dengan total 12 data observasi selama periode penelitian. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan masing-masing bank. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial CAR berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap ROA, NPL berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap ROA, sedangkan BOPO berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ROA. Secara simultan CAR, NPL, dan BOPO berpengaruh signifikan terhadap ROA. Hasil koefisien determinasi menunjukkan bahwa variabel CAR, NPL, dan BOPO mampu menjelaskan variasi ROA sebesar 91,3%, sedangkan sisanya sebesar 8,7% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Temuan penelitian menunjukkan bahwa efisiensi operasional yang diukur melalui BOPO menjadi faktor yang paling dominan memengaruhi profitabilitas bank.References
- Buku
- Dendawijaya, L. (2008). Manajemen perbankan. Ghalia Indonesia.
- Hasibuan, M. S. P. (2007). Dasar-dasar perbankan. Bumi Aksara.
- Ismail. (2014). Manajemen perbankan. Kencana.
- Kasmir. (2019). Analisis laporan keuangan (12th ed.). Rajawali Pers.
- Kuncoro, M., & Suhardjono. (2002). Manajemen perbankan: Teori dan aplikasi. BPFE.
- Taswan. (2010). Manajemen perbankan: Konsep, teknik, dan aplikasi. UPP STIM YKPN.
- Yudiana, F. E. (2013). Dasar-dasar manajemen keuangan. Ombak.
- Jurnal
- Adha, A., & Reviandani, W. (2024). Pengaruh CAR, NPL, dan BOPO terhadap ROA pada perbankan Indonesia. Jurnal Manajemen dan Keuangan, 13(1), 50–62.
- Ermawati, E., et al. (2016). Pengaruh CAR, NPL, dan BOPO terhadap profitabilitas perbankan. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 19(1), 45–58.
- Hakim, A., et al. (2019). Pengaruh NPL dan BOPO terhadap ROA pada perbankan Indonesia. Jurnal Akuntansi dan Keuangan, 8(2), 101–112.
- Michael, S. (1973). Job market signaling. Quarterly Journal of Economics, 87(3), 355–374. https://doi.org/10.2307/1882010
- Prayoga, A., et al. (2022). Pengaruh CAR, NPL, dan BOPO terhadap ROA pada perbankan Indonesia. Jurnal Manajemen dan Keuangan.
- Stevani, & Sudirgo, T. (2019). Pengaruh CAR, NPL, dan BOPO terhadap profitabilitas bank. Jurnal Multiparadigma Akuntansi, 1(3), 863–873.