Vol. 25 No. 9 (2026): Musytari: Neraca Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi, ISSN 3025-9495
Articles

PENGARUH UPAH MINIMUM, PENDIDIKAN, DAN KESEHATAN TERHADAP PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA DI PROVINSI SULAWESI SELATAN

Azizah Nur Resky Yanti
Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Qarina
Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Ahmad Kafrawi Mahmud
Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Published 2026-08-30

Keywords

  • labor productivity,
  • minimum wage,
  • education,
  • health,
  • South Sulawesi,
  • produktivitas tenaga kerja,
  • upah minimum,
  • pendidikan,
  • kesehatan,
  • Sulawesi Selatan
  • ...More
    Less

How to Cite

PENGARUH UPAH MINIMUM, PENDIDIKAN, DAN KESEHATAN TERHADAP PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA DI PROVINSI SULAWESI SELATAN. (2026). Musytari : Jurnal Manajemen, Akuntansi, Dan Ekonomi, 25(9). https://journal.cib.institute/index.php/musytari/article/view/3595

Abstract

English: This study analyzes the effect of minimum wage, education, and health on labor productivity in South Sulawesi Province, Indonesia, during the 2006 to 2025 period. Labor productivity in this province has continued to rise, yet its growth has not moved proportionally with the improvement of the three human capital indicators, which raises questions about how strongly each factor actually drives output per worker at the regional level. The research applies a quantitative approach using secondary time series data obtained from the Central Bureau of Statistics of South Sulawesi, the National Labor Force Survey, and the Ministry of Manpower Data Center. Multiple linear regression with Ordinary Least Squares was employed through EViews 14, complemented by classical assumption tests covering normality, multicollinearity, autocorrelation, and heteroscedasticity. The estimation results show that minimum wage has a positive and statistically significant effect on labor productivity, which supports the efficiency wage argument that higher pay strengthens worker motivation and output. Education, measured through mean years of schooling, shows a negative and significant effect, indicating a possible mismatch between the length of schooling and the actual skill demand of the local labor market. Health, measured through life expectancy, shows a positive but statistically insignificant effect, suggesting that its contribution to productivity likely materializes over a longer horizon than the annual data used in this study can capture. Together the three variables explain approximately 97.01 percent of the variation in labor productivity. These findings suggest that wage policy, curriculum relevance, and access to health services need to be addressed jointly rather than in isolation for productivity gains to be sustained in South Sulawesi. Indonesian: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh upah minimum, pendidikan, dan kesehatan terhadap produktivitas tenaga kerja di Provinsi Sulawesi Selatan selama periode 2006 sampai 2025. Produktivitas tenaga kerja di provinsi ini terus menunjukkan tren peningkatan, namun laju pertumbuhannya tidak berjalan secara proporsional dengan perbaikan ketiga indikator modal manusia tersebut, sehingga muncul pertanyaan mengenai seberapa kuat pengaruh masing-masing faktor terhadap output per tenaga kerja di tingkat regional. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder deret waktu yang bersumber dari Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Selatan, Survei Angkatan Kerja Nasional, dan Pusat Data dan Informasi Ketenagakerjaan Kementerian Ketenagakerjaan. Analisis regresi linear berganda dengan metode kuadrat terkecil biasa digunakan melalui perangkat lunak EViews 14, dilengkapi dengan uji asumsi klasik meliputi normalitas, multikolinearitas, autokorelasi, dan heteroskedastisitas. Hasil estimasi menunjukkan bahwa upah minimum berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas tenaga kerja, sejalan dengan teori efficiency wage yang menyatakan bahwa upah yang lebih tinggi memperkuat motivasi dan kinerja pekerja. Pendidikan, yang diukur melalui rata-rata lama sekolah, justru menunjukkan pengaruh negatif dan signifikan, yang mengindikasikan kemungkinan terjadinya ketidaksesuaian antara lama pendidikan dengan kebutuhan keterampilan riil pasar kerja lokal. Kesehatan, yang diukur melalui umur harapan hidup, menunjukkan pengaruh positif namun tidak signifikan secara statistik, yang menandakan kontribusinya terhadap produktivitas kemungkinan baru terlihat dalam rentang waktu yang lebih panjang daripada data tahunan yang digunakan dalam penelitian ini. Secara bersama-sama, ketiga variabel tersebut mampu menjelaskan sekitar 97,01 persen variasi produktivitas tenaga kerja. Temuan ini menunjukkan bahwa kebijakan pengupahan, relevansi kurikulum pendidikan, dan akses layanan kesehatan perlu ditangani secara bersamaan agar peningkatan produktivitas di Sulawesi Selatan dapat berlangsung berkelanjutan.

References

  1. Abdelgany, M. F., dan Saleh, A. A. (2022). Human capital and labour productivity: Empirical evidence from developing countries. International Journal of Economics, Finance and Management Sciences, 10(4), 173-184.
  2. Adventri, C., dan Syafitri, W. (2025). The effects of education level, health, and minimum wage on labor productivity. Jurnal Ilmu Ekonomi, 4(2), 362-372.
  3. Akerlof, G. A. (1982). Labor contracts as partial gift exchange. The Quarterly Journal of Economics, 97(4), 543-569.
  4. Andriani, D., dan Wijaya, R. S. (2024). Determinan produktivitas tenaga kerja Provinsi Jawa Timur. Jurnal Ekonomi Pembangunan, 12(2), 109-119.
  5. APO. (2022). Asian Productivity Organization productivity databook 2022. Asian Productivity Organization.
  6. Aresty, N., Asriati, N., dan Budiman, J. (2023). Pengaruh tingkat pendidikan dan tingkat upah terhadap produktivitas tenaga kerja di Kalimantan Barat. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 12(3), 894-901.
  7. Badan Pusat Statistik. (2026). Produk domestik regional bruto Provinsi Sulawesi Selatan menurut lapangan usaha. Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Selatan.
  8. Baharin, R., Aji, R. H. S., Yussof, I., dan Saukani, N. M. (2020). Impact of human resource investment on labor productivity in Indonesia. International Journal of Management Studies, 13(1), 139-164.
  9. Becker, G. S. (1964). Investment in human capital: Rates of return. Columbia University Press.
  10. Bloom, D. E., Canning, D., dan Sevilla, J. (2004). The effect of health on economic growth: A production function approach. World Development, 32(1), 1-13.
  11. Daniel, P. A. (2020). Pengaruh upah dan pendidikan terhadap produktivitas tenaga kerja di Provinsi Jambi. Jurnal Ekonomi Regional, 8(2), 96-102.
  12. Dirgantara, T., dan Santoso, R. P. (2024). Sosiodemografis dan rata-rata produktivitas tenaga kerja di Indonesia. Jurnal Kajian Ekonomi dan Kebijakan, 3(1), 98-108.
  13. Ehrenberg, R. G., dan Smith, R. S. (2009). Modern labor economics: Theory and public policy (10th ed.). Pearson.
  14. Fadillah Rahmah Jaelani, N. H. (2025). Pengaruh tingkat upah minimum dan inflasi terhadap produktivitas tenaga kerja di Indonesia tahun 2014-2024. Jurnal Ekonomi dan Bisnis.
  15. Filippini, M., Srinivasan, S., dan Suchita. (2019). Investments in worker health and labor productivity: Evidence from Vietnam (CER-ETH Economics Working Paper Series No. 19). ETH Zurich.
  16. Gao, Y., Ruan, Y., dan Ye, Z. (2026). Rapid minimum wage increases and societal sustainability: Evidence from labor productivity in China. Journal of Labor Economics, 1-26.
  17. Grossman, M. (1972). A stock approach to the demand for health. Journal of Political Economy, 80(2), 1-10.
  18. Hendarmin. (2019). Peran investasi modal manusia dan modal fisik dalam meningkatkan pertumbuhan produktivitas. Jurnal Ekonomi Regional, 8(3), 216-235.
  19. International Labour Organization. (2015). Tren ketenagakerjaan dan sosial di Indonesia 2014-2015: Memperkuat daya saing dan produktivitas. ILO.
  20. Khang, N. T. (2025). Linking social investment in education and health to labor productivity: The case of Vietnam. Asian Development Review, 42(1), 234-250.