Articles
PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM PEMILIHAN MODA TRANSPORTASI PADA USAHA PENGEPUL KAKAO SKALA KECIL
Published 2026-07-14
Keywords
- pengambilan keputusan,
- moda transportasi,
- pengepul kakao,
- distribusi,
- logistik
How to Cite
PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM PEMILIHAN MODA TRANSPORTASI PADA USAHA PENGEPUL KAKAO SKALA KECIL. (2026). Musytari : Jurnal Manajemen, Akuntansi, Dan Ekonomi, 25(8). https://doi.org/10.2238/b6jqmf90
Abstract
Keputusan pemilihan moda transportasi pada usaha pengepul kakao skala kecil tidak hanya dipengaruhi oleh kapasitas kendaraan atau biaya bahan bakar. Perubahan volume kakao, fluktuasi harga gudang, serta besarnya biaya operasional menyebabkan setiap pengiriman memerlukan pertimbangan yang berbeda. Penelitian ini mengkaji bagaimana proses pengambilan keputusan tersebut dibangun dalam praktik usaha pengepul kakao skala kecil. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus pada usaha pengepul kakao yang telah beroperasi sejak Februari 2024. Data diperoleh melalui wawancara semi terstruktur terhadap pelaku usaha yang terlibat langsung dalam pengambilan keputusan serta didukung oleh dokumen transaksi penjualan. Analisis dilakukan menggunakan tahapan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keputusan distribusi tidak diawali dengan pemilihan kendaraan, tetapi dengan penilaian apakah kakao layak dijual berdasarkan perbandingan antara harga gudang dan seluruh biaya operasional. Setelah keuntungan dipastikan, kendaraan dipilih sesuai karakteristik muatan. Mobil pribadi digunakan ketika volume kakao berada di bawah sekitar 7 kuintal karena biaya operasionalnya lebih rendah, sedangkan mobil pick up mulai dipertimbangkan ketika volume melebihi 8 kuintal agar kapasitas angkut mampu mengimbangi kenaikan biaya bahan bakar. Temuan ini memperlihatkan bahwa pemilihan moda transportasi pada usaha pengepul kakao merupakan hasil evaluasi terhadap harga, volume, biaya distribusi, dan pengalaman operasional yang saling berkaitan, bukan keputusan yang hanya didasarkan pada kapasitas kendaraan.References
- Hidayati, L. N. N., De Jong, G., & Whiteing, A. (2024). A stochastic logistics model for Indonesia’s national freight transport model: Transport chain choice from the shipper perspective. Asian Transport Studies, 10, 100122. https://doi.org/10.1016/j.eastsj.2023.100122
- Indah, P. N., Setiawan, R. F., Hendrarini, H., Yektingsih, E., & Sunarsono, R. J. (2021). Agriculture supply chain performance and added value of cocoa: A study in Kare Village, Indonesia.
- Novirani, D., Pradono, P., Yudoko, G., & Santika, F. (2022). Simulation Model of Cocoa Transportation in Central Java Indonesia. Proceedings of the International Conference on Industrial Engineering and Operations Management, 1–13. https://doi.org/10.46254/AF03.20220418
- Simeon, H., & Ingrid, F. (2021). Transportation inefficiencies in the cocoa value chains in Ivory Coast: Is sustainability possible? Journal of Agricultural Extension and Rural Development, 13(1), 51–59. https://doi.org/10.5897/JAERD2020.1151
- Usman, A., Yusuf, M., & Nursan, M. (2023). Supply chain analysis of cocoa seeds in Narmada, West Lombok, Indonesia. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 1253(1), 012076. https://doi.org/10.1088/1755-1315/1253/1/012076