Vol. 25 No. 8 (2026): Musytari: Neraca Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi, ISSN 3025-9495
Articles

IMPLEMENTASI AKAD PADA PEGADAIAN SYARIAH DI INDONESIA

Zakki Maulidi Tausa
Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh
Armiadi Musa
Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Published 2026-07-13

Keywords

  • Pegadaian Syariah,
  • Rahn,
  • Ijarah,
  • Qardh,
  • Wadi'ah,
  • Akad,
  • Fiqh Muamalah,
  • Islamic Pawnshop,
  • Contract
  • ...More
    Less

How to Cite

IMPLEMENTASI AKAD PADA PEGADAIAN SYARIAH DI INDONESIA. (2026). Musytari : Jurnal Manajemen, Akuntansi, Dan Ekonomi, 25(8). https://doi.org/10.2238/d8m9y460

Abstract

Pegadaian syariah merupakan salah satu lembaga keuangan non-bank yang memiliki peran strategis dalam mendukung inklusi keuangan masyarakat berbasis prinsip syariah. Artikel ini bertujuan mengkaji konsep, pengertian, karakteristik, dan dasar hukum gadai (rahn) dalam perspektif fiqh muamalah, serta mengupas tuntas masing-masing akad yang digunakan dalam operasional pegadaian syariah di Indonesia, yaitu akad rahn, ijarah, qardh, wadi'ah, serta mudharabah dan bai' muqayyadah, berikut produk yang berkaitan dengan setiap akad, permasalahan, dan implementasinya. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitik, merujuk pada sumber-sumber primer berupa Al-Qur'an, hadits, fatwa DSN-MUI, dan literatur fiqh klasik maupun kontemporer, serta sumber sekunder berupa jurnal ilmiah terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa rahn secara syariah adalah akad tabarru' (tolong-menolong) yang bersifat accessoir terhadap akad qardh, dengan menjadikan harta bernilai sebagai jaminan utang. Pegadaian syariah di Indonesia beroperasi menggunakan gabungan akad rahn, ijarah, qardh, wadi'ah, serta mudharabah dan bai' muqayyadah pada produk pembiayaan produktif, yang membedakannya secara fundamental dari pegadaian konvensional yang berbasis bunga. Setiap akad memiliki produk, permasalahan implementasi, dan tantangan sharia compliance yang berbeda, terutama pada penetapan tarif ujrah dalam akad ijarah yang masih sering dikaitkan dengan jumlah pinjaman. Secara empiris, PT Pegadaian mencatat pertumbuhan aset dari Rp 52,8 triliun (2018) menjadi Rp 82,6 triliun (2023) dengan jumlah nasabah 24 juta dan terus meningkat menjadi 25,7 juta pada triwulan ketiga 2024. Temuan ini menegaskan bahwa pegadaian syariah tidak hanya memenuhi kebutuhan likuiditas jangka pendek, tetapi juga berkontribusi pada pemberdayaan ekonomi masyarakat menengah ke bawah secara adil dan bermartabat

References

  1. Alfisyahri, N. N., & Siswantoro, D. (2012). Praktik dan Karakteristik Gadai Syariah di Indonesia. SHARE: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam, 1(2).
  2. Anshori, A. G. (2006). Gadai Syariah di Indonesia: Konsep, Implementasi dan Institusionalisasi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
  3. Antonio, M. S. (2001). Bank Syariah: Dari Teori ke Praktik. Jakarta: Gema Insani Pers.
  4. Antara News. (2024, 6 Februari). Pegadaian catat pertumbuhan aset dalam lima tahun terakhir. Diakses dari https://www.antaranews.com
  5. Az-Zuhaili, W. (2002). Al-Fiqh Al-Islam wa Adilatuhu. Damaskus: Darul Al-Fikr.
  6. Budisantoso, T., & Triandaru, S. (2006). Bank dan Lembaga Keuangan Lain. Jakarta: Salemba Empat.
  7. DSN-MUI. (2000). Fatwa No. 19/DSN-MUI/IX/2000 tentang Qardh. Jakarta: Majelis Ulama Indonesia.
  8. DSN-MUI. (2002). Fatwa No. 25/DSN-MUI/III/2002 tentang Rahn. Jakarta: Majelis Ulama Indonesia.
  9. DSN-MUI. (2002). Fatwa No. 26/DSN-MUI/III/2002 tentang Rahn Emas. Jakarta: Majelis Ulama Indonesia.
  10. Fathoni, et al. (2024). Mekanisme Penentuan Tarif Ijarah pada Pegadaian Syariah. Jurnal Masharif Al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah, 9(4).
  11. Gunawan, F., Bahari, R., & Sainul. (2022). Studi Komparatif Antara Gadai Konvensional dan Gadai Syariah (Rahn). Mu'amalah: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah, 2(1).
  12. Hidayatullah, M. W., Lestari, P. I., Fauziah, H. A., Rahma, K. M., & Abadi, M. T. (2024). Implementasi Akad Rahn di Pegadaian Syari'ah untuk Meningkatkan Kesadaran tentang Keuangan Syari'ah. Jurnal Ilmiah Research and Development Student, 2(1), 81-90.
  13. Ibrahim, A. (2012). Praktik Ekonomi Masyarakat Aceh dalam Konteks Ekonomi Islam: Kajian Terhadap Sistem Mawah dan Gala. Proceeding of The Aceh Development International Conference 2012, IIUM Malaysia.
  14. Jurnal Akuntansi dan Keuangan Syariah. (2023). Faktor yang Memengaruhi Minat Masyarakat terhadap Produk Rahn pada Pegadaian Syariah. Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Keuangan, 12(2).
  15. Jurnal Ecopreneur. (2023). Studi Komparasi Gadai Emas Pegadaian Konvensional dan Pegadaian Syariah. Ecopreneur: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam, 5(2).
  16. KNEKS. (2025). Perkembangan Total Aset Keuangan Syariah: Momentum Awal Tahun 2025. Jakarta: Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah.
  17. Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah (KHES) Buku II, Pasal 20 ayat 14 dan Pasal 329-369.
  18. Masruroh, A. T. (t.t.). Tinjauan Fiqh Muamalah Terhadap Penerapan Akad dalam Pegadaian Syariah. Ponorogo: IAIN Ponorogo.
  19. Nurhayati, S., & Wasilah. (2011). Akuntansi Syariah di Indonesia. Jakarta: Salemba Empat.
  20. Peraturan Pemerintah No. 103 Tahun 2000 tentang Perusahaan Umum (Perum) Pegadaian.
  21. Prabowo, et al. (2023). Hybrid Contract Rahn dan Ijarah: Tinjauan Kepastian Hukum Syariah. Jurnal Hukum Ekonomi Syariah.
  22. Qaradawi, Y. (2000). Fiqh Az-Zakat. Kairo: Maktabah Wahbah.
  23. Sabiq, S. (2000). Fiqh As-Sunnah Jilid III. Kairo: Darul Fath.
  24. Sakirah, et al. (2024). Tarif Ijarah dalam Gadai Emas Syariah: Antara Ujrah dan Bunga. Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah.
  25. Sjahdeini, S. R. (2005). Perbankan Syariah: Produk-produk dan Aspek Hukumnya. Jakarta: PT Pustaka Utama Grafiti.
  26. Surepno. (2018). Studi Implementasi Akad Rahn (Gadai Syariah) pada Lembaga Keuangan Syariah. TAWAZUN: Journal of Sharia Economic Law, 1(2), 174-186.
  27. Syaripudin, N. M. (2022). Mekanisme Transaksi Gadai Perspektif Hukum Ekonomi Syari'ah. Jurnal Hukum Ekonomi Syariah, 1(1), 62-70.
  28. Tulasmi, T., & Mukti, T. (2020). Peran Pegadaian Syariah dalam Literasi Keuangan Syariah. Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam, 6(2), 239-245.
  29. Yuniwati, N., Lestari, E. D., & Alfiqoh, A. (2021). Pegadaian Syariah: Penerapan Akad Rahn pada Pegadaian Syariah. Jurnal An-Nisbah, (2), 192.
  30. Yunus, M. (2019). Hybrid Contract (Multi Akad) dan Implementasinya di Perbankan Syariah. Tahkim: Jurnal Peradaban dan Hukum Islam, 2(1), 30-40.
  31. Yusuf & Muchran. (2025). Perspektif Akuntansi Syariah terhadap Penerapan Ijarah dalam Pembiayaan Rahn. Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah.