Vol. 25 No. 8 (2026): Musytari: Neraca Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi, ISSN 3025-9495
Articles

SURPLUS DI TENGAH KETERGANTUNGAN: ANALISIS PERDAGANGAN KOMODITAS PERTANIAN INDONESIA DENGAN ASIA TAHUN 2025

Abi Puspita Rachmadani
Universitas Pelita Bangsa

Published 2026-07-07

Keywords

  • perdagangan internasional,
  • komoditas pertanian,
  • ekspor,
  • impor,
  • surplus perdagangan,
  • Asia
  • ...More
    Less

How to Cite

SURPLUS DI TENGAH KETERGANTUNGAN: ANALISIS PERDAGANGAN KOMODITAS PERTANIAN INDONESIA DENGAN ASIA TAHUN 2025. (2026). Musytari : Jurnal Manajemen, Akuntansi, Dan Ekonomi, 25(8). https://doi.org/10.2238/h32k3186

Abstract

Perdagangan komoditas pertanian memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui peningkatan devisa, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan daya saing produk nasional di pasar internasional. Kawasan Asia merupakan mitra dagang utama Indonesia karena tingginya intensitas perdagangan ekspor dan impor komoditas pertanian. Meskipun Indonesia mampu mempertahankan surplus perdagangan pada sejumlah komoditas unggulan, ketergantungan terhadap impor beberapa komoditas pangan strategis masih menjadi tantangan dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi perdagangan komoditas pertanian Indonesia dengan negara-negara Asia pada tahun 2025, mengidentifikasi komoditas penyumbang surplus perdagangan, serta mengkaji bentuk ketergantungan terhadap komoditas impor strategis. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kepustakaan. Data diperoleh dari publikasi resmi pemerintah serta berbagai literatur ilmiah yang membahas perdagangan internasional dan sektor pertanian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa surplus perdagangan pertanian Indonesia terutama ditopang oleh ekspor minyak kelapa sawit, kopi, kakao, karet, rempah-rempah, dan beberapa komoditas hortikultura. Sebaliknya, Indonesia masih mengandalkan impor gandum, kedelai, bawang putih, gula, dan bahan baku pangan dari sejumlah negara di Asia untuk memenuhi kebutuhan konsumsi maupun industri. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa surplus neraca perdagangan belum sepenuhnya mencerminkan kemandirian sektor pertanian karena struktur perdagangan masih didominasi ekspor komoditas primer dan impor komoditas strategis. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang mendorong peningkatan produktivitas, hilirisasi produk pertanian, diversifikasi ekspor, serta penguatan ketahanan pangan nasional.

References

  1. Abdussamad, Z. (2022). Metode penelitian kualitatif. CV Syakir Media Press.
  2. Anggrasari, H., Perdana, P., & Mulyo, J. H. (2021). Keunggulan komparatif dan kompetitif rempah-rempah Indonesia di pasar internasional. Jurnal Agrica, 14(1), 9–19. https://doi.org/10.31289/agrica.v14i1.4396
  3. Asrini, Y. N., Hodijah, S., & Nurhayani. (2021). Analisis ekspor kayu manis Indonesia ke Amerika Serikat. Jurnal Ekonomi Aktual, 1(1), 45–56. https://doi.org/10.53867/jea.v1i1.5
  4. Badan Pusat Statistik. (2025). Statistik perdagangan luar negeri Indonesia 2025. Badan Pusat Statistik.
  5. Bank Indonesia. (2025). Laporan perekonomian Indonesia 2025. Bank Indonesia.
  6. Direktorat Jenderal Perkebunan. (2021). Statistik perkebunan Indonesia. Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian.
  7. Elisabeth, & Falatehan, A. F. (2022). Analisis daya saing ekspor kayu manis Indonesia di pasar Amerika Serikat. Indonesian Journal of Agriculture Resource and Environmental Economics, 1(2), 96–108. https://doi.org/10.29244/ijaree.v1i2.50002
  8. Humaira, F. A., & Rochdiani, D. (2021). Faktor-faktor yang memengaruhi volume ekspor kayu manis Indonesia. Mimbar Agribisnis, 7(1), 437–449.
  9. Ibrahim, H. R., & Halkam. (2021). Perdagangan internasional dan strategi pengendalian impor. Lembaga Penerbit Universitas Nasional.
  10. Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. (2025). Laporan kinerja perdagangan luar negeri Indonesia 2025. Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.
  11. Kementerian Pertanian Republik Indonesia. (2025). Statistik pertanian 2025. Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
  12. Kurniawan, A. W., Handayani, S. M., & Riptanti, E. W. (2024). Analisis struktur pasar dan daya saing ekspor kayu manis Indonesia dalam perdagangan internasional. Jurnal Agristan, 6(1). https://doi.org/10.37058/agristan.v6i1.10492
  13. Kurniawan, B., Sunarya, S. R., Naofal, F., & Sudarjah, G. M. (2021). Indeks harga ekspor, inflasi, pengangguran serta pengaruhnya terhadap pendapatan nasional Indonesia dan Korea. Jurnal Riset Ilmu Ekonomi, 1(3), 120–130. https://doi.org/10.23969/jrie.v1i3.19
  14. Kurniawan, F. A. A., Ramadhani, I., & Fitrie, R. A. (2024). Analisis pengambilan keputusan kebijakan impor beras dalam konteks pemenuhan pangan nasional di Indonesia. Indonesian Journal of Public Administration Review, 1(2). https://doi.org/10.47134/par.v1i2.2394
  15. Kusuma, L. T., Ahmad, Z., & Bambang. (2021). Perdagangan internasional ekspor terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia periode 2015–2019. Calyptra, 9(2), 1–8.
  16. Mubarok, S., & Anjani, D. A. R. (2025). Dampak impor beras terhadap ketahanan pangan dan petani lokal di Indonesia. Jurnal Pertanian Cemara, 22(1), 33–41. https://doi.org/10.24929/fp.v22i1.4272
  17. Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian. (2024). Analisis kesejahteraan petani tahun 2023. Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian.
  18. Sabrina, R. (2025). Perdagangan agribisnis internasional. Politeknik Negeri Sriwijaya.
  19. Sugiyono. (2022). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (Edisi ke-2). Alfabeta.
  20. Suryanto, & Kurniati, P. S. (2022). Analisis perdagangan internasional terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Musytari: Neraca Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi, 2(1), 1–12.
  21. Zaki, E. N. D., Wafa, D. T., Ziddani, H., & Sarpini. (2024). Perdagangan internasional. Merdeka Indonesia Journal Internasional, 4(2), 143–150.