Articles
PENGARUH IKLAN MEDIA SOSIAL DAN FEAR OF MISSING OUT (FOMO) TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN OUTFIT BAJU SABRINA PADA GENERASI Z BERHIJAB DI PLATFORM TIKTOK
Published 2026-07-07
Keywords
- iklan media sosial,
- fear of missing out,
- keputusan pembelian,
- TikTok
How to Cite
PENGARUH IKLAN MEDIA SOSIAL DAN FEAR OF MISSING OUT (FOMO) TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN OUTFIT BAJU SABRINA PADA GENERASI Z BERHIJAB DI PLATFORM TIKTOK. (2026). Musytari : Jurnal Manajemen, Akuntansi, Dan Ekonomi, 25(8). https://doi.org/10.2238/zxy4ha42
Abstract
Iklan media sosial dan Fear of Missing Out (FOMO) merupakan dua faktor yang diduga memengaruhi keputusan pembelian konsumen di platform TikTok, khususnya pada tren belanja produk fashion. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh iklan media sosial dan FOMO, baik secara parsial maupun simultan, terhadap keputusan pembelian outfit baju model Sabrina pada Generasi Z berhijab yang menggunakan platform TikTok. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan 100 responden yang dipilih melalui teknik non-probability sampling jenis purposive sampling, dengan ukuran sampel dihitung menggunakan rumus Lemeshow. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert dan dianalisis dengan bantuan IBM SPSS Statistics versi 25 melalui uji kualitas data, uji asumsi klasik, uji regresi linear berganda, uji hipotesis (uji t dan uji F), serta uji koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklan media sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian (t hitung 3,799 > t tabel 1,985; sig. 0,000), begitu pula FOMO (t hitung 7,070 > t tabel 1,985; sig. 0,000). Secara simultan, kedua variabel juga berpengaruh signifikan (F hitung 112,940 > F tabel 3,09; sig. 0,000) dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,700, yang berarti 70% variasi keputusan pembelian dijelaskan oleh iklan media sosial dan FOMO, sedangkan 30% sisanya dijelaskan oleh variabel lain di luar model. FOMO terbukti menjadi variabel yang paling dominan memengaruhi keputusan pembelian dibandingkan iklan media sosial.References
- Aflah, F. R., & Hamdani, M. F. (2025). Penerapan Regresi Linier Berganda dalam Menilai Hubungan Antar Variabel dalam Penelitian Kuantitatif, 5, 4195–4211.
- Fauziah, F., Nurlenawati, N., & Triadinda, D. (2025). Pengaruh Fear of Missing Out (FOMO) terhadap Keputusan Pembelian Produk Skincare dengan Konten Media Sosial TikTok. Jurnal Riset Lab, 14, 1420–1436. https://doi.org/10.34127/jrlab.v14i2.1478
- Fitriani, R., Rizha, M., & Amin, F. (2023). Analisis Pengaruh Iklan di Media Sosial TikTok terhadap Keputusan Pembelian, 9(1), 240–247.
- Ghozali, I. (2021). Aplikasi Analisis Multivariate. Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
- Hermina, D., & Huda, N. (2024). Memahami Populasi dan Sampel: Pilar Utama dalam Penelitian Kuantitatif, 5(12), 5937–5948.
- Kothari, H., Choudhary, A., Jain, A., Singh, S., Prasad, K. D. V., & Vani, U. K. (2025). Impact of social media advertising on consumer behavior: role of credibility, perceived authenticity, and sustainability. Frontiers in Communication. https://doi.org/10.3389/fcomm.2025.1595796
- Machali, I. (2021). Metode Penelitian Kuantitatif.
- Onofrei, G., Filieri, R., & Kennedy, L. (2021). Social media interactions, purchase intention, and behavioural engagement: The mediating role of source and content factors.
- Sarjita. (2023). Iklan Media Sosial sebagai Bagian dari Sistem Komunikasi Pemasaran Terintegrasi.
- Sugiyono. (2023). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta