Abstract
Ibu tunggal yang bekerja menghadapi tuntutan berlapis sebagai pencari nafkah utama, pengasuh, dan pengambil keputusan keluarga yang dapat membentuk kesejahteraan psikologisnya. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi cara working single mother di Kabupaten Purworejo mengalami, mempertahankan, dan memaknai kesejahteraan psikologis setelah perceraian. Penelitian kualitatif berorientasi fenomenologis ini melibatkan tiga ibu bercerai berusia 29–42 tahun yang dipilih secara purposif. Setiap partisipan mengikuti tiga wawancara mendalam semi-terstruktur yang disertai observasi selama wawancara. Satu significant other dari setiap partisipan juga diwawancarai untuk memperkuat triangulasi sumber. Data dianalisis secara interaktif melalui pembacaan berulang, pengodean, pengelompokan lintas kasus, penyajian tema, serta verifikasi kesimpulan. Ditemukan enam tema yang saling berkaitan: perceraian sebagai kelegaan sekaligus awal tanggung jawab tunggal; tekanan peran ganda dan ketidakpastian ekonomi; penerimaan diri dan otonomi yang lahir karena keadaan; relasi sosial selektif akibat stigma; anak sebagai pusat makna hidup; serta pertumbuhan pribadi yang ditopang dukungan keluarga, regulasi emosi, dan religiusitas. Kesejahteraan psikologis tidak dimaknai sebagai kebahagiaan terus-menerus, melainkan kemampuan untuk tetap berfungsi, mengambil keputusan, mengasuh anak, dan mempertahankan harapan. Temuan menegaskan perlunya dukungan psikososial, keluarga, tempat kerja, serta pemenuhan nafkah anak yang mengurangi beban struktural ibu.References
Badan Pusat Statistik. (2023). Statistik Indonesia 2023. Badan Pusat Statistik.
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Darnilawati, Ernita, M., Riswani, Nurhayati, & Lastfitriani, H. (2024). Thought, attitude and action: The struggle of a single mother raising the children in the COVID-19 pandemic. Marwah: Jurnal Perempuan, Agama dan Jender, 23(1), 1–14.
Daw, J. R., MacCallum-Bridges, C. L., & Admon, L. K. (2025). Trends and disparities in maternal self-reported mental and physical health. JAMA Internal Medicine, 185(7), 857–865.
Fadhia, A. N., Wibowo, Q. C., Zain, H. H. H., Zahro, N. A. N., & Putri, M. N. P. (2025). Peran dukungan sosial keluarga terhadap resiliensi orang tua tunggal dalam menjalankan peran ganda. JKKP: Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan, 12(2), 186–197.
Fajri, J. S. A., & Indrawati, E. S. (2024). Studi fenomenologis tentang pengalaman single parent mother pada usia dewasa madya. Jurnal Empati, 13(3), 270–279.
Goode, W. J. (1960). A theory of role strain. American Sociological Review, 25(4), 483–496.
Gross, J. J. (1998). The emerging field of emotion regulation: An integrative review. Review of General Psychology, 2(3), 271–299.
Hertz, R., Mattes, J., & Shook, A. (2021). When paid work invades the family: Single mothers in the COVID-19 pandemic. Journal of Family Issues, 42(9), 2019–2045.
Kvale, S., & Brinkmann, S. (2009). Interviews: Learning the craft of qualitative research interviewing (2nd ed.). SAGE Publications.
Lucchetti, G., Koenig, H. G., Pinsky, I., Laranjeira, R., & Vallada, H. (2021). Spirituality, religiousness, and mental health: A review of the current scientific evidence. World Journal of Clinical Cases, 9(26), 7620–7631.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Pengadilan Agama Purworejo. (2024). Laporan perkara perceraian Pengadilan Agama Purworejo tahun 2023. Pengadilan Agama Purworejo.
Prastira, M. F. A., & Dewi, N. W. S. P. (2024). Resiliensi pada wanita karier single parent. Character: Jurnal Penelitian Psikologis, 11(2), 1067–1084.
Rifayanti, R., Suhesty, A., Wahyuni, R., Pramesti, S. A., Wardani, R., & Azmi, S. N. (2025). Psychological well-being of single working mothers: The influence of spiritual intelligence and social support. Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan, 13(2), 86–93.
Ryff, C. D. (1989). Happiness is everything, or is it? Explorations on the meaning of psychological well-being. Journal of Personality and Social Psychology, 57(6), 1069–1081.
Ryff, C. D. (2014). Psychological well-being revisited: Advances in the science and practice of eudaimonia. Psychotherapy and Psychosomatics, 83(1), 10–28.
Sari, E. Y., & Hayati, E. N. (2024). Gambaran psychological well-being peran ganda pada working mom di sektor informal. Jurnal Psikologi: Jurnal Ilmiah Fakultas Psikologi Universitas Yudharta Pasuruan, 11(2), 333–356.
Sartor, T., Lange, S., & Tröster, H. (2023). Cumulative stress of single mothers: An exploration of potential risk factors. The Family Journal, 31(1), 1–14.
Tedeschi, R. G., & Calhoun, L. G. (2004). Posttraumatic growth: Conceptual foundations and empirical evidence. Psychological Inquiry, 15(1), 1–18.