GAMBARAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA FATHERLESS
PDF

Keywords

kepercayaan diri
fatherless
siswa
bimbingan dan konseling

How to Cite

GAMBARAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA FATHERLESS. (2026). Liberosis: Jurnal Psikologi Dan Bimbingan Konseling, 19(1). https://journal.cib.institute/index.php/liberosis/article/view/3811

Abstract

Fenomena fatherless merupakan kondisi ketika seorang anak mengalami ketiadaan keterlibatan ayah secara fisik maupun psikologis. Keterlibatan ayah berkontribusi terhadap pembentukan konsep diri, perkembangan emosional, rasa aman, dan kepercayaan diri anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran kepercayaan diri pada siswa fatherless di SMP Negeri 29 Padang serta mengidentifikasi aspek yang masih memerlukan penguatan sebagai dasar pemberian layanan bimbingan dan konseling. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Populasi penelitian berjumlah 593 siswa kelas VII dan VIII, sedangkan sampel berjumlah 100 siswa yang memenuhi kriteria fatherless dan dipilih dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan angket kepercayaan diri model skala Likert berdasarkan lima aspek kepercayaan diri menurut Lauster, yaitu keyakinan akan kemampuan diri, optimis, objektif, bertanggung jawab, dan rasional. Instrumen telah melalui penimbangan ahli, memenuhi kriteria validitas pada taraf α = 0,05, dan memiliki reliabilitas Cronbach’s Alpha sebesar 0,890 pada 27 item. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa frekuensi, persentase, mean, standar deviasi, dan kategorisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepercayaan diri siswa secara keseluruhan berada pada kategori tinggi (58%). Berdasarkan aspek, keyakinan akan kemampuan diri berada pada kategori sedang (71%), optimis berada pada kategori tinggi (51%), objektif berada pada kategori tinggi (49%), bertanggung jawab berada pada kategori sedang (55%), dan rasional berada pada kategori tinggi (37%). Temuan ini menunjukkan bahwa siswa fatherless secara umum memiliki kepercayaan diri yang baik, tetapi masih diperlukan penguatan terutama pada keyakinan terhadap kemampuan diri dan tanggung jawab. Hasil penelitian dapat menjadi dasar bagi guru bimbingan dan konseling untuk mempertahankan kekuatan siswa sekaligus merancang layanan yang mendukung pengembangan kepercayaan diri.
PDF

References

Arikunto, S. (2010). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Athiutama, A., et al. (2023). Penggunaan media sosial dan kualitas tidur pada remaja. Jurnal Keperawatan Raflesia, 5(1).

BKKBN. (2021). Data anak tanpa keterlibatan ayah di Indonesia berdasarkan UNICEF 2021. Jakarta: BKKBN.

Devi, D. R. S., Wandayanti, S. N. A., Saputri, B. D. A., Anwar, I. F., Amalianti, D. K., & Faruq, F. (2025). Self-confidence pada anak yang mengalami fatherless. Humanitas: Jurnal Psikologi, 9(1), 111–131.

Fajriyanti, A. P., Haris Fatgehipon, A., & Istiqomah, N. (2024). Kepercayaan diri peserta didik fatherless dalam bersosialisasi di SMP Negeri 28 Jakarta. Jurnal Dunia Pendidikan, 5(1).

Forester, B. J., et al. (2024). Penelitian kuantitatif: Uji reliabilitas. Edu Society: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(3), 1812–1820.

Fulyani, S., & Malasari Ardini, F. (2023). Profil self confidence siswa. JIEGC Journal of Islamic Education Guidance and Counselling, 4(1), 24–31.

Hanifah, G., Dhea, G. R., Khalda, B. S., Ulya, A. D., Aditya, N. N., & Hamidah, S. (2025). Analisis dampak fatherless terhadap kondisi sosioemosional remaja. Jurnal Psikoedukasi dan Konseling, 8(1).

Hendriani, W., Pratiwi, N. A., & Rahmasari, D. (2024). Peran ayah dalam keluarga terhadap keharmonisan keluarga. Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen, 17(1), 45–56.

Hidayah, N., et al. (2023). Fatherless effects on individual development: An analysis of psychological point of view and Islamic perspective. Innovative: Journal of Social Science Research, 3(2).

Hurlock, E. B. (2001). Psikologi perkembangan: Suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan. Jakarta: Erlangga.

Lamb, M. E. (2010). The role of the father in child development. New Jersey: Wiley.

Larasati, S. A., & Rahmasari, D. (2024). Hubungan peran ayah dengan kepercayaan diri pada anak perempuan. Jurnal Penelitian Psikologi, 11(2), 922–933.

Lauster, P. (2012). Tes kepribadian. Jakarta: Bumi Aksara.

Opsiviantoto, M. B., Santi, D. E., & Kusumandari, R. (2023). Kepercayaan diri pada remaja: Menguji peranan perbandingan sosial dan ketidakpuasan tubuh. INNER: Journal of Psychological Research, 3(1), 107–116.

Orth, U., & Robins, R. W. (2022). Is high self-esteem beneficial? Revisiting a classic question. American Psychologist, 77(1).

Pasaribu, A. G., & Sudirman. (2025). Pengaruh ketiadaan peran ayah (fatherless) terhadap kepercayaan diri remaja di Desa Klambir V Kebun Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang. Jurnal Dunia Pendidikan, 6(3), 1090–1102.

Pettalongi, H. S., Muas, A., Arafat, & Ndaomanu, D. N. (2025). Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Campuran (Teori Dan Praktik). Media Penerbit Indonesia.

Purba, R. K., Soesilo, T. D., & Irawan, S. (2023). Hubungan antara kepercayaan diri dan harga diri dengan komunikasi interpersonal mahasiswa. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 8(1), 331–340.

Rahmawati, A. M., et al. (2024). Kehadiran ayah, regulasi emosi, dan kepercayaan diri remaja. Jurnal Keperawatan Raflesia, 6(2).

Downloads

Download data is not yet available.