PERAN WORK-LIFE BALANCE TERHADAP TINGKAT STRES KERJA KARYAWAN BANK X
PDF

Keywords

Work-Life Balance
Stres Kerja
Karyawan Perbankan
Bank X

How to Cite

PERAN WORK-LIFE BALANCE TERHADAP TINGKAT STRES KERJA KARYAWAN BANK X. (2026). Liberosis: Jurnal Psikologi Dan Bimbingan Konseling, 18(4). https://journal.cib.institute/index.php/liberosis/article/view/3420

Abstract

Karyawan di sektor perbankan menghadapi tuntutan kerja tinggi terkait ketelitian, kualitas pelayanan, dan tekanan waktu, yang berpotensi meningkatkan risiko stres kerja (Djunaidi & Dalimunthe, 2024; Vianandya & Rozana, 2026). Work-life balance dipandang sebagai salah satu faktor personal yang relevan dengan pengalaman psikologis stres karyawan (Fisher et al., 2009; Robbins & Judge, 2017). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran work-life balance terhadap tingkat stres kerja pada karyawan Bank X. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif non-eksperimental dengan desain asosiatif melalui survei cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 80 karyawan internal Bank X yang diperoleh melalui teknik sampling jenuh. Stres kerja diukur menggunakan Job Stress Scale yang dikembangkan oleh Parker dan DeCotiis (1983), sedangkan work-life balance diukur menggunakan Work-life Balance Scale berdasarkan teori Fisher et al. (2009). Data dianalisis menggunakan regresi linear sederhana dan uji beda mean (Mann-Whitney U Test dan One Way ANOVA disertai uji Post Hoc). Hasil penelitian menunjukkan bahwa work-life balance berperan negatif dan signifikan terhadap stres kerja (β = −0,446; t = −5,771; p < 0,001), dengan koefisien determinasi R² sebesar 0,299, yang berarti work-life balance menjelaskan 29,9% variasi stres kerja. Tidak ditemukan perbedaan signifikan pada stres kerja maupun work-life balance berdasarkan jenis kelamin. Berdasarkan status pernikahan, karyawan belum menikah memiliki work-life balance signifikan lebih tinggi, namun tidak pada stres kerja. Karyawan dengan jam kerja lebih dari 10 jam per hari mengalami stres kerja signifikan lebih tinggi dibandingkan yang bekerja ≤8 jam. Temuan ini mengindikasikan bahwa work-life balance berperan penting dalam menurunkan stres kerja karyawan perbankan.
PDF

References

Ambing, C. D., & Sanido, K. L. (2025). Financial obligations on work stress, work-life balance, and work commitment of bank employees. Global Journal of Management and Business Research, 25(C1), 35–47.

Ashforth, B. E., Kreiner, G. E., & Fugate, M. (2000). All in a day's work: Boundaries and micro role transitions. Academy of Management Review, 25(3), 472–491. https://doi.org/10.2307/259305

Aziz, A., & Aman-Ullah, A. (2024). Work-life balance: Telepressure and marital status interaction. International Journal of Business and Technopreneurship (IJBT), 13(1), 81–92.

Azwar, S. (2021). Reliabilitas dan validitas (4th ed.). Pustaka Pelajar.

Badan Pusat Statistik. (2025). Keadaan pekerja di Indonesia Februari 2025.

Basrowi, R. W. (2024). Hampir 30 persen pekerja sektor keuangan Indonesia mengalami stres kerja. TVRI News.

Beer, P., & Mulder, R. H. (2020). The effects of technological developments on work and their implications for continuous vocational education and training: A systematic review. Frontiers in Psychology, 11, Article 918. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2020.00918

Cahyati, I. G. A. W. A., & Riana, I. G. (2023). Peran work life balance memediasi beban kerja terhadap stres kerja karyawan Bank BRI Gatsu Denpasar. E-Jurnal Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana, 12(9), 1866–1874.

Clark, S. C. (2000). Work/family border theory: A new theory of work/family balance. Human Relations, 53(6), 747–770. https://doi.org/10.1177/0018726700536001

Creswell, J. W. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications.

Djunaidi, Z. H., & Dalimunthe, N. (2024). The impact of digitalization on work patterns and the protection of workers' rights: A study of labor law in the banking sector. International Journal of Education, Social Studies, and Management (IJESSM), 4(3), 1187–1200.

Field, A. (2009). Discovering statistics using SPSS (3rd ed.). SAGE Publications.

Fisher, G. G., Bulger, C. A., & Smith, C. C. (2009). Beyond work and family: A measure of work/nonwork interference and enhancement. Journal of Occupational Health Psychology, 1(4), 441–456. https://doi.org/10.1037/a0016737

Ghozali, I. (2021). Aplikasi analisis multivariate dengan program IBM SPSS 26 (10th ed.). Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Hartono, J., Brian, K., Ferdian, E., Valentino, J., Felix, V., & Linawati, N. (2025). Dampak pandemi Covid-19 terhadap percepatan transformasi digital di sektor perbankan Indonesia. Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi dan Keuangan, 6(3), 12. https://doi.org/10.53697/emak.v6i3.2459

Hasna, H. S. (2024). Hubungan antara beban kerja dan stres kerja pada staf Konsulat Jenderal Republik Indonesia Malaysia di Kota X [Skripsi, Universitas Muhammadiyah Malang].

Huda, N., & Indriastuti, H. (2026). The effect of workload on burnout mediated by work-family conflict among employees. Priviet Social Sciences Journal, 6(6), 51–63.

International Labour Organization. (2016). Workplace stress: A collective challenge.

Izzati, R. A. A. N., Khotimah, Z. A. Q., & Padang, N. E. D. (2025). Hubungan kesejahteraan finansial dengan tingkat stress kerja pada karyawan di Kota Surabaya. Journal of Exploratory Dynamic Problems, 2(4), 8–23.

Kasperczuk, A., Ćwiąkała, M., Górka, E., Ręczajski, P., Mrzygłód, P., Frasunkiewicz, P., Darcińska-Głębocka, A., Piwnik, J., & Gardocki, G. (2025). The role of work-life balance in effective business management. arXiv preprint.

Downloads

Download data is not yet available.