Abstract
Kepercayaan diri merupakan aspek psikologis krusial bagi remaja akhir dalam menghadapi tuntutan pengambilan keputusan menuju masa dewasa, namun keberadaannya sangat dipengaruhi oleh pola asuh yang diterapkan orang tua, terutama pola asuh otoriter yang ditandai rendahnya responsivitas dan tingginya tuntutan (Baumrind, 1991). Fenomena ini menjadi relevan dikaji pada remaja akhir di Jakarta yang hidup dalam tekanan sosial perkotaan yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pola asuh otoriter terhadap kepercayaan diri pada remaja akhir di Jakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional cross-sectional, melibatkan 390 remaja akhir berusia 18–21 tahun yang berdomisili di Jakarta, dipilih melalui teknik purposive sampling dengan jumlah sampel ditentukan berdasarkan rumus Cochran. Data dikumpulkan melalui survei daring menggunakan Self-Confidence Scale (Lauster, 2003; adaptasi Zahra dkk., 2024) dan Parental Authority Questionnaire (Baumrind, 1991; adaptasi Deniati, 2022), yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear sederhana dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model regresi signifikan secara statistik, F = 468,780 (p < 0,05), dengan koefisien regresi tidak terstandardisasi (β) sebesar -1,239 dan t = -21,651 (p < 0,05), yang menunjukkan bahwa pola asuh otoriter berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kepercayaan diri remaja akhir. Pola asuh otoriter berkontribusi sebesar 35,2% terhadap kepercayaan diri, sedangkan 64,8% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini. Dengan demikian, semakin tinggi penerapan pola asuh otoriter, semakin rendah kepercayaan diri remaja akhir. Temuan ini diharapkan menjadi kontribusi ilmiah bagi pengembangan teori pengasuhan serta bahan pertimbangan praktis bagi orang tua, pendidik, dan praktisi psikologi perkembangan.References
Arnett, J. J. (2021). Emerging adulthood: A theory of development from the late teens through the twenties. American Psychologist, 55(5), 469–480. https://doi.org/10.1037/0003-066X.55.5.469
Azwar, S. (2012). Penyusunan skala psikologi (2nd ed.). Pustaka Pelajar.
Baumrind, D. (1991). The influence of parenting style on adolescent competence and substance use. Journal of Early Adolescence.
BPS DKI Jakarta. (2025). Jumlah penduduk Provinsi DKI Jakarta menurut kelompok umur dan jenis kelamin (jiwa), 2025. Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta. https://jakarta.bps.go.id/id/statistics-table/2/MTExIzI=/jumlah-penduduk-provinsi-dki-jakarta-menurut-kelompok-umur-dan-jenis-kelamin.html
BPS DKI Jakarta. (2026). Penduduk, laju pertumbuhan penduduk, distribusi persentase penduduk, kepadatan penduduk, rasio jenis kelamin penduduk menurut kabupaten/kota di Provinsi DKI Jakarta, 2026 . Badan Pusat Statistik. https://jakarta.bps.go.id/id/statistics-table/3/V1ZSbFRUY3lTbFpEYTNsVWNGcDZjek53YkhsNFFUMDkjMw==/penduduk---laju-pertumbuhan-penduduk--distribusi-persentase-penduduk--kepadatan-penduduk--rasio-jenis-kelamin-penduduk-menurut-kabupaten-kota-di-provinsi-dki-jakarta---2024.html?year=2026
Creswell, J. W. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Daryanto. (2020). Penelitian tindakan kelas dan penelitian tindakan sekolah. Gava Media.
Deniati, K. (2022). Hubungan pola asuh otoriter dengan prokrastinasi akademik pada siswa kelas XI di SMK Negeri 2 Pinggir Kota Duri [Skripsi tidak diterbitkan].
Detiknews.com. (2018, Desember). Begini cara Dove tingkatkan rasa percaya diri remaja. Detiknews.com. https://news.detik.com/adv-nhl-detikcom/d-3979890/begini-cara-dove-tingkatkan-rasa-percaya-diri-remaja
Ghozali, I. (2021). Aplikasi analisis multivariate dengan program IBM SPSS 26 (10th ed.). Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
GoodStats. (2026). Profil perantau di Jakarta 2025, mayoritas berprofesi karyawan swasta. GoodStats. https://goodstats.id/article/profil-perantau-ke-jakarta-tahun-2025-mayoritas-berprofesi-karyawan-swasta-yavv8
Gul, F., Abbas, K., Saeed, S., Haider, T., Qayyum, S. N., & Noori, S. (2024). The relationship between parenting styles and self-esteem of medical students with age and gender as moderators. Annals of Medicine & Surgery , 86(9), 5145–5151. https://doi.org/10.1097/ms9.0000000000002432
Kompas.com. (2025, Desember 1). Mengapa Jakarta jadi kota terpadat dengan 42 juta orang, padahal penduduknya 11 juta? . Kompas.com. https://megapolitan.kompas.com/read/2025/12/01/21102531/mengapa-jakarta-jadi-kota-terpadat-dengan-42-juta-orang-padahal
Kou, S. (2022). The relationship between parenting style and self-esteem in adolescents. Journal of Education, Humanities and Social Sciences MAMEE, 2022.
Lauster, P. (2003). Tes kepribadian (D. H. Gulo, Penerj.). PT. Bumi Aksara.
Ma, T., Tellegen, C. L., & Sanders, M. R. (2024). The role of parenting self-efficacy on teacher–child relationships and parent–teacher communication: Evidence from an Australian national longitudinal study. Journal of School Psychology , 103. https://doi.org/10.1016/j.jsp.2024.101296
Martinez, I., Garcia, F., Veiga, F., Garcia, O. F., Rodrigues, Y., & Serra, E. (2020). Parenting styles, internalization of values and self-esteem: A cross-cultural study in Spain, Portugal and Brazil. International Journal of Environmental Research and Public Health, 17(7). https://doi.org/10.3390/ijerph17072370
Merdeka.com. (2018). Anak perempuan Indonesia krisis percaya diri. Merdeka.com. https://www.merdeka.com/sehat/anak-perempuan-indonesia-krisis-percaya-diri.html
Palacios, I., Garcia, O. F., Alcaide, M., & Garcia, F. (2022). Positive parenting style and positive health beyond the authoritative: Self, universalism values, and protection against emotional vulnerability from Spanish adolescents and adult children. Frontiers in Psychology, 13. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2022.1066282
PalembangEkspres. (2024). Suku-suku di Provinsi DKI Jakarta: Orang Betawi berasal dari akulturasi etnis dan budaya yang luar biasa . PalembangEkspres. https://palpres.bacakoran.co/read/14449/suku-suku-di-provinsi-dki-jakarta-orang-betawi-berasal-dari-akulturasi-etnis-dan-budaya-yang-luar-biasa