Abstract
Kerja kelompok merupakan salah satu bentuk pembelajaran yang banyak diterapkan di jenjang perkuliahan untuk meningkatkan kerja sama, tanggung jawab bersama, dan pemahaman materi yang lebih mendalam. Namun, dalam pelaksanaannya, tidak semua mahasiswa mampu memberikan kontribusi secara maksimal, sehingga muncul kecenderungan untuk mengurangi usaha ketika bekerja dalam kelompok dibandingkan ketika bekerja sendiri, yang dikenal dengan istilah Social Loafing. Kondisi ini diduga berkaitan dengan Adversity Quotient (AQ), yaitu kemampuan individu dalam menghadapi dan mengubah rintangan menjadi peluang yang berdampak positif. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara Adversity Quotient dengan Social Loafing pada mahasiswa di Surabaya, serta melihat perbedaan kedua variabel tersebut berdasarkan jenis kelamin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional dan komparatif, serta teknik purposive sampling. Partisipan penelitian berjumlah 330 mahasiswa aktif dari berbagai perguruan tinggi di Surabaya yang pernah maupun sedang terlibat dalam kerja kelompok. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang kuat dan signifikan antara Adversity Quotient dan Social Loafing (r = -0,751; p < 0,001), yang berarti semakin tinggi Adversity Quotient mahasiswa, semakin rendah kecenderungan mereka melakukan Social Loafing. Selain itu, hasil uji beda menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada kedua variabel berdasarkan jenis kelamin, dengan mahasiswa perempuan memiliki Adversity Quotient yang lebih tinggi, sementara mahasiswa laki-laki menunjukkan kecenderungan Social Loafing yang lebih tinggi. Temuan ini mengindikasikan bahwa ketangguhan mental dalam menghadapi kesulitan berperan penting dalam menekan perilaku pemalasan sosial pada mahasiswa, dengan jenis kelamin sebagai faktor pembeda yang turut memengaruhi kedua variabel tersebut.References
Aggarwal, P., dan O’Brien, C. L. (2008). Social Loafing on group projects: Structural antecedents and effect on student satisfaction. Journal of Marketing Education, 30(3), 255–264.
Aminah, S. (2017). Fenomena Social Loafing dalam Program Pemberdayaan Masyarakat di Desa Binaan PMI: Studi Fenomenologi dalam Praktek Pengembangan Masyarakat. https://doi.org/10.14421/JPM.2017.011-07
Badan Pusat Statistik Kota Surabaya. (2025). Kota Surabaya Dalam Angka 2024.
Bestari Mp, D., Oktari, S., dan Purna, R. (2022). Perilaku Social Loafing mahasiswa dalam mengerjakan tugas kelompok melalui sistem daring. Jurnal Psikologi Tabularasa, 17(1), 1–10. https://doi.org/10.26905/jpt.v17i1.8059
Fauziah, N. (2014). Empati, Persahabatan, dan Kecerdasan Adversitas pada Mahasiswa yang Sedang Skripsi. Jurnal Psikologi Undip, 13(1), 78–92.
Gerungan, W. A. (2010). Psikologi sosial (Ed. ke-3). PT. Refika Aditama.
Hmelo-Silver, C. E. (2004). Problem-Based Learning: What and How Do Students Learn? Educational Psychology Review, 16, 235 –266. https://doi.org/10.1023/B:EDPR.0000034022.16470.f3
Jassawalla, A. R., Malshe, A., dan Sashittal, H. (2008). Student Perceptions of Social Loafing in Undergraduate Business Classroom Teams. Decision Sciences Journal of Innovative Education, 6(2).
Johnson, D., Johnson, D. W., Johnson, F. P., dan Johnson, F. (2014). Joining Together: Group Theory and Group Skills. Pearson.
Karau, S. J., dan Williams, K. D. (1993). Social Loafing: A meta-analytic review and theoretical integration. Journal of Personality and Social Psychology, 65(4), 681–706. https://doi.org/10.1037/0022-3514.65.4.681
Martin, R. A., Noviekayati, I. G. A. A., dan Rina, A. P. (2021). Hubungan antara Adversity Quotient dan resiliensi pada remaja dengan orangtua yang bercerai di Surabaya [Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya]. http://repository.untag-sby.ac.id/10239/
Pandie, S. G., Tanglaa, T. J., Utami, R. F., Riztya, R., & Rahmani, S. F. (2025). Dinamika pembelajaran kolaboratif dalam kelompok mahasiswa. Riwayat, 8(3), 4813–4825. https://doi.org/10.24815/jr.v8i3.48783
Rustianingsih, I. L., dan Hardew, A. K. (2025). Hubungan Antara Adversity Quotient Dengan Social Loafing Pada Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi di Surakarta. Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan, 272–283. https://doi.org/10.56916/ejip.v4i2.1113
Santrock, J. W. (2009). Psikologi Pendidikan (Edisi ke-3), Buku ke-2. Salemba Humanika.
Saputri, D. I. (2025). Hubungan Pengetahuan Manajemen Stress dengan Kesehatan Mental Mahasiswa Akhir Fakultas Kedokteran. Jurnal Kesehatan Tambusai, 6(2), 5203–5212.
Yang, D., Tu, C. C., dan He, T. B. (2024). Effect of Conscientiousness on Social Loafing Among Male and Female Chinese University Students. Asia-Pacific Education Researcher, 33(2), 459–469. https://doi.org/10.1007/s40299-023-00742-0