Abstract
Konflik keluarga dapat menimbulkan dampak emosional yang memengaruhi penyesuaian psikologis pada masa dewasa awal. Forgiveness merupakan proses psikologis yang membantu individu mengurangi emosi negatif serta membangun hubungan yang lebih adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dinamika forgiveness pada dewasa awal yang pernah mengalami konflik keluarga serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan observasi terhadap lima partisipan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap partisipan mengalami dinamika forgiveness yang berbeda, ditandai dengan perubahan motivasi menghindar, motivasi membalas, dan motivasi berbuat baik terhadap anggota keluarga yang terlibat dalam konflik. Dinamika tersebut dipengaruhi oleh kematangan emosi, religiusitas, dukungan sosial, dan kondisi keluarga. Temuan ini menunjukkan bahwa forgiveness merupakan proses yang dinamis dan berperan dalam mendukung penyesuaian psikologis yang lebih baik pada masa dewasa awal.References
Apriyeni, E., Machmud, R., & Sarfika, R. (2019). Gambaran konflik antara remaja dan orang tua. Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan , 4(1), 10–18. https://doi.org/10.22216/jen.v4i1.1293
Arini, D. P. (2021). Emerging Adulthood: Pengembangan Teori Erikson Mengenai Teori Psikososial Pada Abad 21. Jurnal Ilmiah Psyche , 15(1), 11–20. https://doi.org/10.33557/jpsyche.v15i01.1377
Astuti, F., & Kasyfillah, M. H. (2025). Dinamika Forgiveness Istri Yang Mengalami Kekerasan Dalam Rumah Tangga Dan Tetap Memilih Mempertahankan Pernikahan. Psycho Aksara: Jurnal Psikologi, 3(1), 34–46. https://doi.org/10.28926/pyschoaksara.v3i1.1645
Aunillah, T. (2021). Resiliensi pada remaja dengan orang tua yang mengalami konflik antara keluarga dan pekerjaan. Indigenous: Jurnal Ilmiah Psikologi, 6(1), 35–44. https://doi.org/10.23917/indigenous.v6i1.4759
Azizah, M., & Suryadi. (2026). Pentingnya pemahaman orang tua terhadap kesehatan mental anak di tengah konflik keluarga. PAEDAGOGY, 8(1).
Azwar, S. (2025). Metode Penelitian Psikologi edisi 3 (3rd ed.). Pustaka Pelajar.
Bartholomaeus, J., Mandrell, J., & Strelan, P. (2025). A prototype analysis of divine forgiveness. Psychology of Religion and Spirituality.
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2024). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches (5th ed.). SAGE Publications.
Enright, R. D. (2020). Forgiveness Is A Choice: A Step-By-Step Process For Resolving Anger And Restoring Hope. American Psychological Association.
Erikson, E. H. (1968). Identity: Youth and crisis. W. W. Norton & Company.
Fajriyah, N., & Roswiyani. (2024). Forgiveness Dan Komunikasi Interpersonal Pada Dewasa Awal Yang Pernah Mengalami Perselingkuhan Saat Berpacaran. Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, Dan Seni, 8(2), 270 –279. https://doi.org/10.24912/jmishumsen.v8i2.27999.2024
Farahdilla, & Indrijati, H. (2022). Perbedaan fear of intimacy berdasarkan gaya kelekatan romantis dewasa pada dewasa awal dengan orang tua bercerai. Buletin Riset Psikologi Dan Kesehatan Mental (BRPKM), 2(1), 469–475. https://doi.org/10.20473/brpkm.v2i1.34570
Fatah, N. A., & Hartini, N. (2022). Hubungan antara harga diri dan persepsi pola asuh dengan ketakutan akan intimasi pada dewasa awal yang memiliki orang tua bercerai. INSAN: Jurnal Psikologi Dan Kesehatan Mental, 7(1), 54–67. https://doi.org/10.20473/jpkm.v7i12022.54-67
Hayati, H., & B, F. A. D. (2021). Sikap kemandirian pada dewasa awal anak korban perceraian. Jurnal Psikologi Pendidikan Dan Pengembangan SDM, 9(1), 44–54. https://doi.org/10.37721/psi.v9i1.719
İlhan, Ç., & Murat, Y. (2025). Exploring the impact of family conflict on depression, anxiety and sleep problems: The mediating effect of social connectedness. SAGE Open Medicine, 13. https://doi.org/10.1177/20556365251331108
Jamal, T. N. F., Wijaya, D. A. P., Wulandari, D. A., & Grafiyana, G. A. (2024). Self efficacy dan dukungan sosial keluarga terhadap quarter life crisis pada emerging adulthood. Empowerment: Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang, 4(3), 62–73. https://doi.org/10.36805/empowerment.v4i3.1240
Kirwan, E. M., Burns, A., O’Súilleabháin, S. P., Sarah, S., Máire, M., Jennifer, M., Ashweeja, G., & Creaven, A.-M. (2024). Loneliness in emerging adulthood: A scoping review. Adolescent Research Review. https://doi.org/10.1007/s40894-024-00240-4
Linggi, A., & Gismin, S. S. (2025). Kematangan Emosi dan Forgiveness: Studi Korelasional pada Mahasiswa di Kota Makassar. Jurnal Psikologi Karakter, 5(1), 45–50. https://doi.org/10.56326/jpk.v5i1.5825
Luailik, M., & Sa’diyah, E. H. (2023). Dampak perceraian orang tua terhadap psikologis anak. HISTORICAL: Journal of History and Social Sciences, 2(4 SP).
McCullough, M. E., Rachal, K. C., Sandage, S. J., Worthington Jr., E. L., Brown, S. W., & Hight, T. L. (1998). Interpersonal forgiving in close relationships: II. Theoretical elaboration and measurement. Journal of Personality and Social Psychology, 75(6), 1586–1603. https://doi.org/10.1037/0022-3514.75.6.1586