Abstract
Berbagai tuntutan akademik selama proses penyusunan skripsi berpotensi meningkatkan risiko stres akademik pada mahasiswa semester akhir. Beban perkuliahan, keterbatasan waktu, proses bimbingan dan revisi, serta tuntutan menyelesaikan studi tepat waktu menjadi faktor yang dapat meningkatkan tekanan akademik. Dalam menghadapi kondisi tersebut, regulasi emosi diduga berperan dalam membantu mahasiswa mengelola tekanan secara lebih adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara stres akademik dengan regulasi emosi pada mahasiswa semester akhir yang sedang menyusun skripsi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel terdiri atas 150 mahasiswa semester akhir di Jabodetabek yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Regulasi emosi diukur menggunakan Emotion Regulation Questionnaire (ERQ), sedangkan stres akademik diukur menggunakan Perceived Stress Scale (PSS-10). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara stres akademik dan regulasi emosi (r = 0,506; p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat stres akademik yang dialami mahasiswa, semakin tinggi pula skor regulasi emosi yang ditunjukkan. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa regulasi emosi merupakan salah satu aspek psikologis yang berkaitan dengan stres akademik pada mahasiswa semester akhir selama proses penyusunan skripsi. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi mahasiswa, dosen pembimbing, dan perguruan tinggi dalam memahami serta membantu mahasiswa menghadapi stres akademik.References
Albert, M., Tiatri, S., & Basaria, D. (2020). Relationship between perceived stress and physical symptoms with somatic symptoms disorder as a moderating variable: Study on medical student. Advances in Social Science, Education and Humanities Research.
Ambarwati, P. D., Pinilih, S. S., & Astuti, R. T. (2017). Gambaran tingkat stres mahasiswa. Jurnal Keperawatan Jiwa.
Angela, F. R., & Murti, H. A. S. (2025). Hubungan regulasi emosi dengan stres akademik pada mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana dalam proses penyusunan tugas akhir. Jurnal Studi Multidisipliner Berkelanjutan, 9(11).
Bandura, A. (1997). Self-efficacy: The exercise of control. W. H. Freeman. https://books.google.com/books?id=eJ-PN9g_o-EC
Barseli, M., Ifdil, I., & Nikmarijal, N. (2020). Konsep stres akademik siswa. Jurnal Konseling dan Pendidikan, 5(3), 143–148.
Bedewy, D., & Gabriel, A. (2015). Examining perceptions of academic stress and its sources among university students: The Perception of Academic Stress Scale. Health Psychology Open, 2(2), 205510291559671. https://doi.org/10.1177/2055102915596714
Cohen, S., Kamarck, T., & Mermelstein, R. (1983). A global measure of perceived stress. Journal of Health and Social Behavior, 24(4), 385–396. https://doi.org/10.2307/2136404
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications. https://books.google.co.id/books?id=335ZDwAAQBAJ
Gross, J. J. (2008). Handbook of emotion regulation. Guilford Press.
Gross, J. J., & John, O. P. (2003). Individual differences in two emotion regulation processes: Implications for affect, relationships, and well-being. Journal of Personality and Social Psychology, 85(2), 348–362. https://doi.org/10.1037/0022-3514.85.2.348
Gross, J. J., & Thompson, R. A. (2007). Emotion regulation: Conceptual foundations. In J. J. Gross (Ed.), Handbook of Emotion Regulation (pp. 3–24). Guilford Press.
Kohn, J. P., & Frazer, G. H. (1986). An Academic Stress Scale: Identification and rated importance of academic stressors. Psychological Reports, 59(2), 415–426. https://doi.org/10.2466/pr0.1986.59.2.415
Lazarus, R. S., & Folkman, S. (1984). Stress, appraisal, and coping. Springer Publishing Company.
Morris, D. B., & Usher, E. L. (2011). Developing teaching self-efficacy in research institutions: A study of award-winning professors. Contemporary Educational Psychology, 36(3), 232–245. https://doi.org/10.1016/j.cedpsych.2010.10.005
Putra, A. I. D., Simanjuntak, V., Sinaga, T., Manullang, M. U. B., & Mirza, R. (2024). Hubungan regulasi emosi dengan stres akademik pada mahasiswa Fakultas Psikologi tingkat satu di Universitas Prima Indonesia. Jurnal Penelitian Pendidikan, Psikologi dan Kesehatan (J-P3K), 5(1), 116–125.
Putri, D. A., Arief, A., Dani, F. R., Alya, C. A. H., & Aulia, R. (2026). Pengaruh regulasi emosi terhadap tingkat stres akademik pada mahasiswa Psikologi Universitas Negeri Padang angkatan 2022. Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling, 17(2), 1–8.
Radde, H. A., Nurrahmah, N., Nurhikmah, N., & Saudi, A. N. A. (2021). Uji validitas konstruk Emotion Regulation Questionnaire (ERQ) versi Bahasa Indonesia. Jurnal Psikologi Karakter, 1(2), 152–160.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Walpole, R. E., Myers, R. H., Myers, S. L., & Ye, K. (2012). Probability and statistics for engineers and scientists (9th ed.). Pearson Education