Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kontrol diri pada mahasiswi yang bekerja sambil kuliah. Mahasiswi yang menjalani peran ganda sebagai mahasiswa dan pekerja menghadapi berbagai tuntutan akademik maupun pekerjaan yang berpotensi menimbulkan konflik peran, stres, serta kesulitan dalam pengelolaan waktu. Dalam kondisi tersebut, kontrol diri menjadi kemampuan penting yang membantu individu mengatur perilaku, pikiran, dan pengambilan keputusan agar tetap selaras dengan tujuan jangka panjang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian adalah mahasiswi aktif program sarjana (S1) yang bekerja sambil kuliah dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa skala kontrol diri yang disusun berdasarkan aspek kontrol diri menurut Averill, yaitu behavior control, cognitive control, dan decisional control. Hasil uji reliabilitas menunjukkan nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,982 yang mengindikasikan bahwa instrumen memiliki reliabilitas sangat tinggi. Analisis deskriptif menunjukkan nilai rata-rata sebesar 65,50 dengan standar deviasi 12,99. Hasil kategorisasi menunjukkan bahwa 83,3% responden berada pada kategori kontrol diri sedang dan 16,7% berada pada kategori rendah, sedangkan tidak terdapat responden yang berada pada kategori tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswi yang bekerja sambil kuliah memiliki kemampuan kontrol diri yang cukup baik dalam mengelola tuntutan akademik dan pekerjaan, namun masih memerlukan pengembangan agar dapat menghadapi peran ganda secara lebih optimal. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian psikologi pendidikan serta menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan program dukungan bagi mahasiswa pekerja.References
Arnett, J. J. (2000). Emerging adulthood: A theory of development from the late teens through the twenties. American Psychologist, 55(5), 469–480.
Averill, J. R. (1973). Personal control over aversive stimuli and its relationship to stress. Psychological Bulletin, 80(4), 286–303.
Azwar, S. (2012). Penyusunan skala psikologi (2nd ed.). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Baumeister, R. F., Vohs, K. D., & Tice, D. M. (2007). The strength model of self-control. Current Directions in Psychological Science, 16(6), 351–355.
Butler, A. B. (2007). Job characteristics and college performance and attitudes: A model of work-school conflict and facilitation. Journal of Applied Psychology, 92(2), 500–510.
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.
Duckworth, A. L., & Seligman, M. E. P. (2005). Self-discipline outdoes IQ in predicting academic performance of adolescents. Psychological Science, 16(12), 939–944.
Field, A. (2018). Discovering statistics using IBM SPSS Statistics (5th ed.). London: SAGE Publications.
George, D., & Mallery, P. (2019). IBM SPSS Statistics 26 step by step: A simple guide and reference (16th ed.). New York, NY: Routledge.
Ghasemi, A., & Zahediasl, S. (2012). Normality tests for statistical analysis: A guide for non statisticians. International Journal of Endocrinology and Metabolism, 10(2), 486–489.
Gillebaart, M. (2018). The operational definition of self-control. Frontiers in Psychology, 9, 1231.
Greenhaus, J. H., & Beutell, N. J. (1985). Sources of conflict between work and family roles. Academy of Management Review, 10(1), 76–88.
Hair, J. F., Black, W. C., Babin, B. J., & Anderson, R. E. (2019). Multivariate data analysis (8th ed.). Andover: Cengage Learning.
Hofmann, W., Friese, M., & Strack, F. (2009). Impulse and self-control from a dual-systems perspective. Perspectives on Psychological Science, 4(2), 162–176.
Riggert, S. C., Boyle, M., Petrosko, J. M., Ash, D., & Rude-Parkins, C. (2006). Student employment and higher education: Empiricism and contradiction. Review of Educational Research, 76(1), 63–92.