OPTIMALISASI RANDAI BERBASIS AKTIVITAS EKSPRESIF DENGAN PENDEKATAN ART THERAPY: STUDI RESILIENSI PSIKOLOGIS ANAK PASCABANJIR BANDANG DI KECAMATAN PALEMBAYAN

Authors

  • Aditya Saputra Program Studi Pendidikan Sejarah, Universitas Riau Author
  • Ulfa Nurfaizah Program Studi Pendidikan Sejarah, Universitas Riau Author
  • Egi Siswi Randa Program Studi Pendidikan Sejarah, Universitas Riau Author
  • Isma Alif Program Studi Pendidikan Sejarah, Universitas Riau Author

Keywords:

Randai, art therapy, resiliensi psikologis, trauma anak, banjir bandang

Abstract

Banjir bandang yang melanda Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, pada November 2025 dan Februari 2026 meninggalkan dampak psikologis serius bagi anak-anak penyintas, terutama gejala Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) yang berpotensi menghambat resiliensi dan tumbuh kembang mereka apabila tidak ditangani secara tepat dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan menggambarkan kondisi traumatik anak pascabencana, mengkaji proses optimalisasi Randai seni pertunjukan tradisional Minangkabau berbasis aktivitas ekspresif dengan pendekatan art therapy, serta mengidentifikasi perubahan resiliensi psikologis anak setelah mengikuti kegiatan tersebut. Pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus digunakan terhadap 16 anak penyintas, dengan tiga anak sebagai informan utama yang dipilih secara purposive berdasarkan respons emosional dan perilaku paling menonjol. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara induktif dengan memetakan temuan ke dalam empat kelompok gejala PTSD (DSM-5-TR) dan tujuh aspek resiliensi Wolin dan Wolin (1993), diperkuat triangulasi sumber, teknik serta validasi psikolog. Hasil menunjukkan seluruh informan masih menunjukkan gejala re-experiencing, avoidance, negative cognitions and mood, dan arousal, dengan intensitas tertinggi pada anak yang kehilangan anggota keluarga. Optimalisasi tiga unsur Randai yaitu, tepuk galembong, silat, dan cerita bermuatan role play memiliki peran dalam meresiliensi anak-anak penyintas banjir bandang. Temuan ini menegaskan Randai sebagai model intervensi psikososial berbasis kearifan lokal memiliki peran dalam memulihkan trauma, menstimulasi resiliensi psikologis anak pascabencana, sekaligus membuka peluang pengembangan model intervensi budaya serupa pada konteks bencana lain di Indonesia.

References

American Psychiatric Association. (2013). Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (5th ed., Text Revision). Washington, DC: American Psychiatric Association Publishing.

Anirun, S. (1998). Menjadi Aktor. Bandung: STB, Taman Budaya Jawa Barat dan PT. Rekamedia Multiprakarsa.

Bahardur, I. (2018). Kearifan lokal budaya Minangkabau dalam seni pertunjukan tradisional randai. Jentera: Jurnal Kajian Sastra, 7(2), 145–160. https://doi.org/10.26499/jentera.v7i2.932.

Bing, W. C., & Kim, S. J. (2021). A phenomenological study of mental health enhancement in Taekwondo training: Application of catharsis theory. International Journal of Environmental Research and Public Health, 18(8), 4082. https://doi.org/10.3390/ijerph18084082.

Burack, J. A., Bombay, A., & Kirmayer, L. J. (2024). Kelanjutan budaya, identitas, dan ketahanan di kalangan pemuda asli: Menghormati warisan Michael Chandler dan Christopher Lalonde. 61:301-312.

Chu, J., & Leino, A. (2017). Advancement in the maturing science of cultural adaptations of evidence-based interventions. Journal of Consulting and Clinical Psychology, 85(1), 45–57.

Golitaleb, M., Mazaheri, E., Bonyadi, M., & Sahebi, A. (2022). Prevalensi Gangguan Stres Pascatrauma Setelah Banjir: Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis. Frontiers in Psychiatry, 13:3-6.

Hurlock, E. B. (2011). Psikologi Perkembangan Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Jakarta: Erlangga.

KKN Admin. (2025). Geografi Nagari. URL: https://ampekkotopalembayan.agamkab.go.id/artikel/2025/2/18/geografi-nagari. Diakses tanggal 20 Februari 2026.

Malchiodi, C. A. (2020). Trauma and Expressive Arts Therapy: Brain, Body, and Imagination in the Healing Process. New York: Guilford Press.

Maufiro, & Sari, V. R. (2016). Implementasi Art therapy Untuk Mengatasi PTSD Pada Anak Pascabencana. BIMIKI, 4(1).

Miao, X., Chen, Q., Wei, K., Tao, K., & Lu, Z. (2018). Posttraumatic stress disorder: from diagnosis to prevention. Military Medical Research, 5(32), 1-7.

Muyasaroh, H. (2020). Kajian Jenis Kecemasan Masyarakat Cilacap dalam Menghadapi Pandemi Covid 19. https://www.academia.edu/43078503/Riset_Kecemasan_Masyarakat_CilacapMenghadapi_Pandemi_Covid_19_1_. Diakses tanggal 19 Februari 2026.

Pemerintah Indonesia. (2008). Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana. Jakarta: Pemerintah Pusat.

Stanislavski, K. (1980). Persiapan Seorang Aktor (terj. Asrul Sani). Jakarta: Dunia Pustaka Jaya.

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R& D. Bandung: Alfabeta.

Wolin, S. J., & Wolin, S. (1993). The Resilient Self: How Survivors of Troubled Families Rise Above Adversity. New York: Villard Books.

Yakşi, N., & Eroğlu, M. (2024). Determinants of Posttraumatic Stress Disorder (PTSD) among children and adolescents in the subacute stage of Kahramanmaras earthquake, Turkey. Archives of Public Health, 82(199), 1-12.

Yusrizal. (2025). Korban meninggal di Agam jadi 188 orang, 72 masih hilang. URL: https://sumbar.antaranews.com/berita/732748/korban-meninggal-di-agam-jadi-188-orang-72-masih-hilang. Diakses tanggal 20 Februari 2026.

Downloads

Published

2026-10-03

How to Cite

OPTIMALISASI RANDAI BERBASIS AKTIVITAS EKSPRESIF DENGAN PENDEKATAN ART THERAPY: STUDI RESILIENSI PSIKOLOGIS ANAK PASCABANJIR BANDANG DI KECAMATAN PALEMBAYAN. (2026). Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa), 8(2). https://journal.cib.institute/index.php/krepa/article/view/4807

Similar Articles

41-50 of 130

You may also start an advanced similarity search for this article.