PROGRAM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT MENGGAMBAR LUKA: TERAPI SENI RERAJAHAN USADA BUDUH DI WILAYAH KONFLIK ADAT DESA BUGBUG

Authors

  • Ni Luh Oca Marselina Universitas Pendidikan Ganesha Author
  • Ni Luh Handayani Universitas Pendidikan Ganesha Author
  • Ni Komang Eca Lina Agustina Universitas Pendidikan Ganesha Author
  • Ni Ketut Puniamayanti Universitas Pendidikan Ganesha Author
  • Komang Intan Ananda Yasdiana Universitas Pendidikan Ganesha Author

Keywords:

terapi seni, Rerajahan, Usada Buduh, kesejahteraan emosional, konflik adat

Abstract

Konflik adat dapat berdampak pada kesejahteraan emosional pemuda melalui munculnya kecemasan, ketakutan, dan kecenderungan menghindari kegiatan sosial. Program 'Menggambar Luka: Terapi Seni Rerajahan Usada Buduh' bertujuan meningkatkan kesejahteraan emosional anggota Sekaa Teruna-Teruni (STT) melalui terapi seni berbasis kearifan lokal Bali. Program dilaksanakan melalui lima tahapan yang meliputi pengenalan emosi, ekspresi melalui gambar, refleksi, penguatan diri, dan berbagi pengalaman. Evaluasi dilakukan menggunakan SPANE, WHO-5 Well-Being Index, pengukuran detak jantung dan tekanan darah, serta observasi dan wawancara. Hasil menunjukkan penurunan tingkat kecemasan, peningkatan kesejahteraan subjektif, serta kecenderungan penurunan detak jantung dan tekanan darah. Peserta juga melaporkan merasa lebih tenang, mampu mengelola emosi, dan lebih berani mengikuti kegiatan adat. Integrasi Rerajahan dan Usada Buduh menjadikan terapi seni lebih kontekstual dengan budaya peserta. Program ini berpotensi menjadi model dukungan kesejahteraan emosional berbasis komunitas dan kearifan lokal.

References

Barnish, M. S., & Nelson-Horne, R. V. (2023). Group-based active artistic interventions for adults with primary anxiety and depression: A systematic review. BMJ Open, 13(6), e069310. https://doi.org/10.1136/bmjopen-2022-069310

Dang, Z., Feng, Y., Mo, Y., & Jiang, L. (2026). Art therapy and mental health outcomes: An updated systematic review and meta -analysis. Arts & Health. https://doi.org/10.1080/17533015.2026.2720128.

Iversen, H. H., et al. (2025). Psychometric performance of the WHO-5 well-being index in a nationwide sample of inpatients discharged from specialised mental health care. Quality of Life Research. https://doi.org/10.1007/s11136-025-04104-9

Jannah, M. I., Lestari, D., Nurdin, A., & Sihaloho, E. (2024). Perlindungan Hak Individu Dan Tanggung Jawab Negara Dalam Pemenuhan Hak Atas Kesehatan Jiwa Dihubungkan Dengan Hak Asasi Manusia. Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara, 1(1), 1-19.

Maddox, G. A., Bodner, G. E., Christian, M. W., & Williamson, P. (2024). On the effectiveness of visual arts therapy for traumatic experiences: A systematic review and meta-analysis. Clinical Psychology & Psychotherapy, 31(4), e3041. https://doi.org/10.1002/cpp.3041

Tumanggor, R. O., & Dariyo, A. (2021). Peran spiritual Well-Being untuk menumbuhkembangkan kesehatan mental demi mewujudkan ketahanan sosial pada masyarakat korban konflik sosial di Aceh Singkil. Jurnal Ketahanan Nasional, 27(1), 1-15.

Untari, R., & Hidayah, L. (2024). Terapi Seni Mandala Menurunkan Gejala Kecemasan Pasien Skizofrenia. MOTORIK Jurnal Ilmu Kesehatan, 19(2), 85-92.

Downloads

Published

2026-09-09

How to Cite

PROGRAM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT MENGGAMBAR LUKA: TERAPI SENI RERAJAHAN USADA BUDUH DI WILAYAH KONFLIK ADAT DESA BUGBUG. (2026). Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa), 8(1). https://journal.cib.institute/index.php/krepa/article/view/3985

Similar Articles

41-44 of 44

You may also start an advanced similarity search for this article.