Pemanfaatan Ecobrick sebagai Material Pembuatan Ikon Desa ”I Love Tanjung Bungo” Melalui Pendekatan Partisipatif di Desa Tanjung Bungo, Kecamatan Kampa, Kabupaten Kampar
DOI:
https://doi.org/10.2238/wba1m757Keywords:
ecobrick, village landmark, plastic waste management, community participation, community serviceAbstract
Pengelolaan sampah plastik merupakan salah satu upaya penting dalam mengurangi pencemaran lingkungan akibat meningkatnya jumlah limbah plastik yang sulit terurai. Salah satu alternatif pemanfaatan limbah plastik adalah melalui pembuatan ecobrick, yaitu botol plastik yang diisi padat dengan sampah plastik sehingga dapat dimanfaatkan kembali sebagai material yang bernilai guna. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan program pemanfaatan ecobrick sebagai material pembangunan ikon Desa "I Love Tanjung Bungo" di Desa Tanjung Bungo, Kecamatan Kampa, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Program dilaksanakan oleh 10 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Universitas Riau menggunakan pendekatan partisipatif melalui praktik langsung (learning by doing). Kegiatan dilakukan melalui tahapan pengumpulan botol dan sampah plastik, pemilahan, pembersihan, pemadatan sampah ke dalam botol, hingga penyusunan ecobrick menjadi ikon desa. Selama pelaksanaan kegiatan, selama pelaksanaan kegiatan, sekitar 3–6 anak di sekitar Posko KUKERTA turut berpartisipasi secara sukarela dengan membantu proses pembuatan ecobrick. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sekitar 600 buah ecobrick berhasil diproduksi dan dimanfaatkan sebagai material utama pembangunan ikon desa bertuliskan "I Love Tanjung Bungo". Keikutsertaan anak-anak selama proses berlangsung menunjukkan bahwa keterlibatan tersebut menunjukkan bahwa praktik langsung dapat menjadi salah satu pendekatan yang mendorong partisipasi masyarakat dalam pemanfaatan kembali sampah plastik. Program ini menghasilkan luaran fisik yang bermanfaat bagi desa sekaligus berpotensi menjadi contoh penerapan pengelolaan sampah plastik berbasis ecobrick yang dapat direplikasi di wilayah lain.References
Anik, S., Wasitowati, W., & Ayuni, S. (2022). Ecobrick sebagai Solusi Sampah Plastik di Desa Temuroso Kecamatan Guntur, Demak. Indonesian Journal of Community Services, 4(2), 212.
Isnaini, N., Rohayati, L., Revangga, Y. R., Ramadhan, B. D., Sari, F. R., Al Ayssa, G., & Islamy, C. P. (2024). Pemanfaatan Limbah Plastik Melalui Ecobrick di Desa Braja Mulya, Kecamatan Braja Selebah, Kabupaten Lampung Timur. Open Community Service Journal, 3(2), 91-100.
Nasution, H., Fahmi, M. Z., Ningsih, S. W., Daniransyah, J., & Zuhra, R. M. (2025). Pemanfaatan Limbah Anorganik sebagai Bahan Dasar dalam Pembuatan Ecobrick di Desa Rawang Lama Kabupaten Asahan. Jurnal Abdimas Indonesia, 5(4), 2310-2317.
Nisa, A., Septiani, D. I., & Rizqiyah, H. M. (2024). Pemanfaatan Limbah Sampah Plastik dengan menggunakan Teknik Ecobrick di Desa Manggungsari. Masyarakat Mandiri: Jurnal Pengabdian dan Pembangunan Lokal, 1(4), 01-09.
Padilah, D. S., Yahya, H. A., Hadaziah, I., & Mutiarahati, T. (2024). Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengelolaan Lingkungan: Pembuatan Plang Edukasi, Ecobrick, dan Tempat Sampah di Desa Tangsimekar. PROCEEDINGS UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG, 5(4), 1-12.
Setiawan, A., Listiana, T., Lindawati, L., Djakfar, Y., & Efrianti, R. (2025). Inovasi Eco Brick: Plang Nama Desa yang Ramah Lingkungan dan Unik. Cakrawala: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global, 4(1), 177-186.
Suidarma, I. M., & Antini, N. L. A. S. (2023). Penerapan ecobrick sebagai solusi dalam mengurangi jumlah sampah plastik di Desa Pemogan. JPPM (Jurnal Pengabdian Dan Pemberdayaan Masyarakat), 157-163.

