COACHING CLINIC FUTSAL SEBAGAI UPAYA PENUMBUHAN MINAT DAN BAKAT OLAHRAGA PADA SISWA SEKOLAH DASAR MELALUI PROGRAM VALAFA GOES TO SCHOOL
DOI:
https://doi.org/10.2238/dmvx9271Keywords:
coaching clinic, futsal, minat dan bakat, siswa sekolah dasar, Valafa Goes to SchoolAbstract
Rendahnya aktivitas fisik anak usia sekolah dasar akibat meningkatnya penggunaan gawai, serta belum tersedianya ekstrakurikuler futsal di sejumlah sekolah dasar di Kota Malang, menjadi latar belakang pelaksanaan program Valafa Goes to School. Program ini merupakan bentuk kolaborasi mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM BBM/KKN) dengan NSM Valafa Academy melalui kegiatan coaching clinic futsal di tiga sekolah dasar, yaitu SDN Tulusrejo 3, SDN Dinoyo 1, dan SDN Landungsari 1, dengan total partisipasi sekitar 150 siswa. Kegiatan bertujuan menumbuhkan minat dan mengidentifikasi bakat siswa terhadap olahraga futsal sebagai dasar pertimbangan pembentukan ekstrakurikuler di sekolah. Metode pelaksanaan terdiri atas tiga tahap, yaitu persiapan (koordinasi tim, penyusunan jadwal, dan penyiapan sarana-prasarana), pelaksanaan (pemaparan materi teori di ruangan dilanjutkan praktik teknik dasar futsal berupa ball feeling, passing, dribbling, control, latihan kombinasi, dan fun game berbasis tim), serta evaluasi melalui pengamatan langsung terhadap penguasaan teknik dan partisipasi siswa. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme siswa yang tinggi, terutama pada sesi praktik lapangan dan permainan tim, meskipun fokus siswa cenderung menurun selama sesi teori di dalam ruangan. Peserta menunjukkan peningkatan pemahaman teknik dasar, kerja sama tim, kepercayaan diri, dan sikap sportif. Kegiatan ini terkendala oleh keterbatasan pengeras suara dan variasi karakter siswa antarsekolah, sehingga menjadi catatan evaluasi untuk pelaksanaan berikutnya. Secara keseluruhan, program Valafa Goes to School berhasil menjadi langkah awal penumbuhan minat dan bakat futsal siswa sekaligus membuka peluang pembentukan ekstrakurikuler futsal yang berkelanjutan di ketiga sekolah.References
Bompa, T. O., & Buzzichelli, C. (2019). Periodization: Theory and methodology of training. Human Kinetics.
Husyaeri, E., & Saleh, M. (2022). Metode latihan drill untuk meningkatkan kemampuan passing pada permainan futsal. Jurnal Educatio, 8(2), 521–525. https://doi.org/10.31949/educatio.v8i2.1966
Lutan, R. (2001). Asas-asas pendidikan jasmani pendekatan pendidikan gerak di sekolah dasar. Depdiknas, Dirjen Dikdasmen bekerja sama dengan Dirjen Olahraga.
Luxbacher, J. A. (2011). Soccer: Steps to success (4th ed.). Human Kinetics.
Mahardika, I. M. S. (2015). Metodologi kepelatihan olahraga. Unesa University Press.
Silaban, R. A., Pinangkaan, E. A. M., & Ramli, M. (2025). Coaching clinic teknik dasar futsal di SMK Yadika Langowan. 4(4), 1124–1131.
Slameto. (2015). Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. PT Rineka Cipta.

