PENDAMPINGAN PENYUSUNAN STRATEGI PENGEMBANGAN WISATA BANYU LANGSE BERBASIS SEJARAH DAN POTENSI ALAM DI DESA BOTO

Authors

  • Alam Deny Kusuma Institute Agama Islam Nahdlatul Ulama’ Tuban Author
  • Tachya Darajatul Ulya Institute Agama Islam Nahdlatul Ulama’ Tuban Author
  • Neni Agustin Institute Agama Islam Nahdlatul Ulama’ Tuban Author
  • Mohamad Gufron Institute Agama Islam Nahdlatul Ulama’ Tuban Author
  • Ima Yuni Astika Institute Agama Islam Nahdlatul Ulama’ Tuban Author
  • Husni Umar Fadhilah Institute Agama Islam Nahdlatul Ulama’ Tuban Author
  • Dwi Nurul Hidayah Institute Agama Islam Nahdlatul Ulama’ Tuban Author
  • Yang Vida Maulida Lailanaja Institute Agama Islam Nahdlatul Ulama’ Tuban Author
  • Sania Putri Setiya Institute Agama Islam Nahdlatul Ulama’ Tuban Author

DOI:

https://doi.org/10.2238/8qfnbm98

Keywords:

Banyu Langse, Desa Boto, Asset-Based Community Development, wisata berbasis masyarakat, sejarah lokal, strategi pengembangan

Abstract

Banyu Langse merupakan wisata air terjun di Desa Boto, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, yang memiliki kekuatan pada bentang alam, suasana perdesaan, tradisi lisan, serta peluang integrasi dengan produk lokal berbasis siwalan. Pengembangan destinasi memerlukan tata kelola, keselamatan pengunjung, interpretasi sejarah yang bertanggung jawab, keterlibatan masyarakat, dan pemasaran yang terukur. Kegiatan ini bertujuan mendampingi penyusunan strategi pengembangan Banyu Langse yang berbasis sejarah lokal dan potensi alam. Metode kegiatan menggunakan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) melalui tahap Discovery, Dream, Design, dan Destiny/Deliver. Pelaksanaan mencakup telaah data sekunder, pemetaan aset, wawancara semi-terstruktur, diskusi aspirasi, analisis pemangku kepentingan, analisis SWOT, penyusunan rencana aksi, sosialisasi strategi, dan penyerahan dokumen strategi. Hasil wawancara menunjukkan bahwa Pokdarwis dirintis sekitar 2014 dan pernah menjalankan penghijauan di kawasan Banyu Langse, tetapi kegiatan rutin berhenti sekitar 2020. Regenerasi pemuda, belum adanya agenda kerja, kerusakan bantuan perahu, dan ketidaksesuaian fasilitas menjadi masalah utama. Riwayat pengembangan kawasan juga menunjukkan pemanfaatan lokasi sejak 2012-2013 melalui kegiatan KKN, LDKS, perkemahan, dan pertemuan. Hasil pendampingan menghasilkan enam arah strategi, yaitu penguatan kelembagaan lokal, penataan keselamatan dan konservasi, dokumentasi sejarah dan tradisi lisan, pengembangan usaha warga, pemasaran digital berbasis narasi, serta kemitraan lintas pihak. Implementasi awal dilakukan melalui sosialisasi kepada masyarakat dan penyerahan dokumen strategi sebagai panduan pengembangan wisata. Artikel ini menyimpulkan bahwa Banyu Langse layak dikembangkan sebagai wisata alam berbasis masyarakat dengan memprioritaskan regenerasi kelembagaan, keselamatan, konservasi, dan keterlibatan warga.

References

["Aas, C., Ladkin, A., & Fletcher, J. (2005). Stakeholder collaboration and heritage management. Annals of Tourism Research, 32(1), 28-48. https://doi.org/10.1016/j.annals.2004.04.005","Ahn, B. Y., Lee, B. K., & Shafer, C. S. (2002). Operationalizing sustainability in regional tourism planning: An application of the limits of acceptable change framework. Tourism Management, 23(1), 1-15. https://doi.org/10.1016/S0261-5177(01)00059-0","Badan Pusat Statistik Kabupaten Tuban. (2024). Kecamatan Semanding dalam angka 2024. BPS Kabupaten Tuban. https://tubankab.bps.go.id/id/publication/2024/09/26/dd683283c88e32aed28efd3e/kecamatan-semanding-dalam-angka-2024.html","BeritaBojonegoro.com. (2017, 16 Maret). Menikmati keindahan Air Terjun Banyu Langse di Desa Boto. BeritaBojonegoro.com.","Byrd, E. T. (2007). Stakeholders in sustainable tourism development and their roles: Applying stakeholder theory to sustainable tourism development. Tourism Review, 62(2), 6-13. https://doi.org/10.1108/16605370780000309","Choi, H. S. C., & Sirakaya, E. (2006). Sustainability indicators for managing community tourism. Tourism Management, 27(6), 1274-1289. https://doi.org/10.1016/j.tourman.2005.05.018","Fauzi, A., Lubab, A., & Khoirul Abidin, U. (2024). Menyiapkan akreditasi program studi APS 4.0 dengan pendekatan Asset Based Community Development (ABCD). BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(1), 86-90. https://doi.org/10.31949/jb.v5i1.7036","Gursoy, D., & Rutherford, D. G. (2004). Host attitudes toward tourism: An improved structural model. Annals of Tourism Research, 31(3), 495-516. https://doi.org/10.1016/j.annals.2003.08.008","Indonesia. (2010). Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.","Indonesia. (2014). Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024.","Jamal, T. B., & Getz, D. (1995). Collaboration theory and community tourism planning. Annals of Tourism Research, 22(1), 186-204. https://doi.org/10.1016/0160-7383(94)00067-3","Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. (2021). Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor 9 Tahun 2021 tentang Pedoman Destinasi Pariwisata Berkelanjutan.","Kretzmann, J. P., & McKnight, J. L. (1993). Building communities from the inside out: A path toward finding and mobilizing a community's assets. The Asset-Based Community Development Institute, Institute for Policy Research, Northwestern University.","Lee, T. H. (2013). Influence analysis of community resident support for sustainable tourism development. Tourism Management, 34, 37-46. https://doi.org/10.1016/j.tourman.2012.03.007","Nunkoo, R., & Ramkissoon, H. (2011). Developing a community support model for tourism. Annals of Tourism Research, 38(3), 964-988. https://doi.org/10.1016/j.annals.2011.01.017","Okazaki, E. (2008). A community-based tourism model: Its conception and use. Journal of Sustainable Tourism, 16(5), 511-529. https://doi.org/10.1080/09669580802159594","Pemerintah Kabupaten Tuban. (2019, 13 Februari). Wabup u201cNgobrasu201d bareng wartawan di Wahana Wisata Air Terjun Banyu Langse, Desa Boto. Pemerintah Kabupaten Tuban. https://tubankab.go.id/entry/wabup-ngobras-bareng-wartawan-noor-ingatkan-jika-ada-keluhaan-masyarakat","Poria, Y., Butler, R., & Airey, D. (2003). The core of heritage tourism. Annals of Tourism Research, 30(1), 238-254. https://doi.org/10.1016/S0160-7383(02)00064-6","Ruiz-Ballesteros, E. (2011). Social-ecological resilience and community-based tourism: An approach from Agua Blanca, Ecuador. Tourism Management, 32(3), 655-666. https://doi.org/10.1016/j.tourman.2010.05.021","Saarinen, J. (2006). Traditions of sustainability in tourism studies. Annals of Tourism Research, 33(4), 1121-1140. https://doi.org/10.1016/j.annals.2006.06.007","Salazar, N. B. (2012). Community-based cultural tourism: Issues, threats and opportunities. Journal of Sustainable Tourism, 20(1), 9-22. https://doi.org/10.1080/09669582.2011.596279","Scheyvens, R. (1999). Ecotourism and the empowerment of local communities. Tourism Management, 20(2), 245-249. https://doi.org/10.1016/S0261-5177(98)00069-7","Sebele, L. S. (2010). Community-based tourism ventures, benefits and challenges: Khama Rhino Sanctuary Trust, Central District, Botswana. Tourism Management, 31(1), 136-146. https://doi.org/10.1016/j.tourman.2009.01.005"]

Downloads

Published

2026-07-18

How to Cite

PENDAMPINGAN PENYUSUNAN STRATEGI PENGEMBANGAN WISATA BANYU LANGSE BERBASIS SEJARAH DAN POTENSI ALAM DI DESA BOTO. (2026). Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa), 7(11). https://doi.org/10.2238/8qfnbm98

Similar Articles

91-100 of 417

You may also start an advanced similarity search for this article.