Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

Articles

Vol. 11 No. 5 (2026): Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi, ISSN 3025-1311

ANALISIS PENERAPAN SISTEM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) UNTUK MENURUNKAN RISIKO KECELAKAAN KERJA DI PT TIRTA INVESTAMA

DOI:
https://doi.cibangsa.org/DOI-2026-536
Submitted
October 18, 2026
Published
2026-10-18

Abstract

Kecelakaan kerja masih menjadi persoalan penting pada industri air minum dalam kemasan yang memadukan mesin otomatis, instalasi listrik, dan penanganan material secara manual. PT Tirta Investama mencatat 18 kecelakaan kerja pada tahun 2025 dengan puncak pada bulan Oktober dan November, sehingga penerapan sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) perlu dievaluasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat risiko kecelakaan kerja dan mengidentifikasi akar penyebabnya di area produksi. Metode Hazard Identification and Risk Assessment (HIRA) digunakan untuk mengidentifikasi bahaya, menilai risiko sebagai kemungkinan × keparahan, dan menentukan prioritas pengendalian, sedangkan Fault Tree Analysis (FTA) digunakan untuk menelusuri akar penyebab pada kejadian berisiko tertinggi. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan (gemba walk), wawancara, dokumen Safety Working Permit, dan data kecelakaan tahun 2025. Hasil HIRA terhadap 15 bahaya menunjukkan 11 bahaya berisiko sedang (73,33%) dan 4 bahaya berisiko tinggi (26,67%), tanpa bahaya pada kelas rendah maupun ekstrim. Keempat bahaya tinggi tersebut adalah terjepit mesin filling, terjatuh dari ketinggian, sengatan listrik, dan kebakaran akibat korsleting panel listrik. Analisis FTA pada keempat top event menghasilkan 17 basic event dan 17 minimal cut set berorde dua, tanpa satu pun berorde satu, sehingga setiap kecelakaan baru terjadi bila minimal dua penyebab muncul bersamaan. Akar penyebab terbagi menjadi kepatuhan pekerja (pelatihan, SOP, dan APD) dan keandalan sistem pengaman (guard mesin, sensor, instalasi listrik, akses ketinggian, dan proteksi kebakaran). Rekomendasi pengendalian disusun menurut hierarki pengendalian K3, antara lain Lock-Out Tag-Out (LOTO), preventive maintenance, izin kerja di ketinggian, pelatihan berkala, dan pengawasan penggunaan APD.

References

  1. [1] A. M. Syabana and M. Basuki, 'Analisis risiko keselamatan dan kesehatan kerja (K3) menggunakan metode hazard identification, risk assessment and risk control (HIRARC) di PT. Bintang Timur Samudera,' J. Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN), vol. 1, no. 1, pp. 110–114, 2022, doi: 10.31284/j.semitan.2022.3230.
  2. [2] A. D. Febriyanti et al., 'Peningkatan keselamatan kerja melalui implementasi sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3),' J. Educ. Innov. Public Health, vol. 2, no. 2, pp. 72–85, 2024, doi: 10.55606/innovation.v2i2.2849.
  3. [3] R. Rohmat and H. Hidayat, 'Analisis keselamatan dan kesehatan kerja di pekerjaan fabrikasi dengan menggunakan metode HIRA dan FTA (studi kasus: CV Karya Manunggal Teknik),' JUSTI (J. Sist. dan Tek. Ind.), vol. 3, no. 1, p. 118, 2022, doi: 10.30587/justicb.v3i1.4758.
  4. [4] R. F. Daulay and M. Nuruddin, 'Analisis K3 di Bengkel Dwi Jaya Motor dengan menggunakan metode HIRA terintegrasi metode FTA,' JUSTI (J. Sist. dan Tek. Ind.), vol. 2, no. 4, p. 571, 2022, doi: 10.30587/justicb.v2i4.4246.
  5. [5] O. O. Kurniawan and F. Yuamita, 'Analisis K3 di Pabrik Soun ACDC Kroya menggunakan metode HIRA dan pengendalian aktivitas tinggi,' J. Ilm. Research and Development Student, vol. 2, no. 2, pp. 180–193, 2024, doi: 10.59024/jis.v2i2.775.
  6. [6] N. R. Sutriono Putri et al., 'Risk mitigation of workplace accidents in oil palm plantations using the HIRADC and FTA approaches (case study: PT. XYZ),' J. Appl. Sci., Manag. Eng. Technol., vol. 6, no. 1, pp. 42–56, 2025, doi: 10.31284/j.jasmet.2025.v6i1.7057.
  7. [7] S. Bastuti, 'Analisis risiko kecelakaan kerja dengan metode FMEA dan FTA untuk menurunkan tingkat risiko kecelakaan kerja (PT. Berkah Mirza Insani),' Teknologi: J. Ilm. dan Teknol., vol. 2, no. 1, p. 48, 2020, doi: 10.32493/teknologi.v2i1.3909.
  8. [8] W. Afnella and T. N. Utami, 'Analisis risiko kecelakaan kerja metode HIRA (hazard identification and risk assessment) di PT. X,' PREPOTIF J. Kesehat. Masy., vol. 5, no. 2, 2021, doi: 10.31004/prepotif.v5i2.2187.
  9. [9] Pemerintah Republik Indonesia, Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012 tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Jakarta, Indonesia: Kementerian Ketenagakerjaan RI, 2012.
  10. [10] A. Mawardani and C. K. Herbawani, 'Analisa penerapan HIRADC di tempat kerja sebagai upaya pengendalian risiko: A literature review,' PREPOTIF J. Kesehat. Masy., vol. 6, no. 1, pp. 316–322, 2022, doi: 10.31004/prepotif.v6i1.2941.

Similar Articles

91-100 of 476

You may also start an advanced similarity search for this article.