Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

Articles

Vol. 11 No. 5 (2026): Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi, ISSN 3025-1311

DIGITALISASI MONITORING KESEHATAN WARGA BINAAN LANJUT USIA MELALUI SIGAP LANSIA SEBAGAI INOVASI PELAYANAN KESEHATAN DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIA LOMBOK BARAT

Submitted
October 16, 2026
Published
2026-10-16

Abstract

Warga Binaan lanjut usia merupakan kelompok rentan yang memerlukan pelayanan kesehatan secara berkelanjutan karena memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit kronis, penurunan fungsi fisik, dan berbagai gangguan kesehatan dibandingkan warga binaan usia produktif. Dalam praktik penyelenggaraan pelayanan kesehatan di lembaga pemasyarakatan, keterbatasan jumlah tenaga kesehatan dan tingginya beban kerja menyebabkan pelayanan masih berorientasi pada penanganan setelah muncul keluhan (kuratif), sehingga pemantauan kesehatan secara berkala belum terlaksana secara optimal dan terdokumentasi dengan baik. Kondisi tersebut berpotensi menghambat deteksi dini terhadap penurunan kondisi kesehatan warga binaan lanjut usia. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan implementasi SIGAP LANSIA (Sistem Gerak Aktif Pemantauan Lansia) sebagai inovasi digital berbasis QR Code dalam meningkatkan efektivitas monitoring kesehatan warga binaan lanjut usia di Lapas Kelas IIA Lombok Barat. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi partisipatif, wawancara, konsultasi dengan mentor dan petugas kesehatan, serta dokumentasi hasil implementasi program. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan QR Code mempermudah proses pencatatan hasil monitoring, menghasilkan dokumentasi digital yang sistematis, meningkatkan efisiensi pelaksanaan kontrol kesehatan, serta mendukung deteksi dini terhadap perubahan kondisi kesehatan warga binaan lanjut usia. Inovasi ini memberikan alternatif pelayanan kesehatan yang sederhana, mudah diterapkan, dan berpotensi direplikasi pada berbagai Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan sebagai upaya memperkuat pelayanan kesehatan yang preventif, efektif, dan berkelanjutan.

References

  1. 1. Boedhi-Darmojo, R., & Martono, H. H. (Eds.). (2014). Buku ajar Boedhi-Darmojo geriatri (ilmu kesehatan usia lanjut) (Edisi ke-5). Balai Penerbit FKUI.
  2. 2. Bungin, B. (2007). Penelitian kualitatif: Komunikasi, ekonomi, kebijakan publik, dan ilmu sosial lainnya. Kencana.
  3. 3. Febrianti, D. A., & Subroto, M. Pemberian hak narapidana lanjut usia dalam pemenuhan hak kesehatan di lembaga pemasyarakatan. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha.
  4. 4. Harsono, H. S. (1995). Sistem baru pembinaan narapidana. Djambatan.
  5. 5. Kahfi, M., & Subroto, M. Pembinaan terhadap narapidana lanjut usia di Lapas Kelas II A Padang. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha.
  6. 6. Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). PT Remaja Rosdakarya.
  7. 7. Notoatmodjo, S. (2011). Kesehatan masyarakat: Ilmu dan seni. Rineka Cipta.
  8. 8. Novryan, M. C., & Subroto, M. (2023). Analisis pelayanan kesehatan bagi narapidana lanjut usia di lembaga pemasyarakatan. Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial, dan Sains.
  9. 9. Prakosa, A. D., & Subroto, M. (2023). Pelaksanaan perawatan narapidana lanjut usia di lembaga pemasyarakatan. Jurnal Komunikasi Hukum, 9(2).
  10. 10. Priyatno, D. (2006). Sistem pelaksanaan pidana penjara di Indonesia. Refika Aditama.
  11. 11. Siregar, G. H. L., & Subroto, M. (2021). Analisis pelayanan kesehatan terhadap warga binaan lansia di lembaga pemasyarakatan. Jurnal Gema Keadilan.
  12. 12. Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R& D. Alfabeta.
  13. 13. Syafatullah, G., & Subroto, M. Pemenuhan hak narapidana kelompok rentan khusus lansia: Upaya memenuhi kesehatan di lembaga pemasyarakatan. Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial, dan Sains.

Similar Articles

1-10 of 150

You may also start an advanced similarity search for this article.