KESENJANGAN DAS SOLLEN DAN DAS SEIN DALAM PENERAPAN SANKSI ADMINISTRATIF LINGKUNGAN ATAS PEMBONGKARAN BANGUNAN TANPA KEPUTUSAN FORMAL
- Authors
-
-
Nursanti Maryanti
Universitas PadjadjaranAuthor
-
- Keywords:
- sanksi administratif, paksaan pemerintah, tindakan faktual, das sollen das sein, hukum lingkungan
- Abstract
- Sanksi administratif di bidang lingkungan hidup dirancang secara berjenjang untuk memberikan kepastian hukum, namun praktik pembongkaran bangunan oleh aparat pemerintah daerah kerap dilaksanakan tanpa melalui prosedur yang sesuai dengan kerangka normatif tersebut. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis kesenjangan antara norma hukum yang seharusnya berlaku (das sollen) dan praktik yang senyatanya terjadi (das sein) dalam penerapan sanksi administratif lingkungan, khususnya paksaan pemerintah berupa pembongkaran tanpa keputusan formal. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang -undangan dan pendekatan kasus, dengan menjadikan sebuah kasus pembongkaran kawasan usaha berbasis lingkungan hidup sebagai ilustrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara normatif, paksaan pemerintah berupa pembongkaran tunduk pada dua syarat kumulatif, yaitu syarat substansial berupa terpenuhinya parameter pengecualian dari teguran tertulis sebagaimana diatur dalam Pasal 80 ayat (2) Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 jo. Pasal 511 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021, dan syarat formil berupa penerbitan keputusan resmi sebagaimana diatur dalam Pasal 508 ayat (2) dan (3) peraturan yang sama. Namun, praktik yang dianalisis menunjukkan tiga kesenjangan utama, yaitu ketiadaan pembuktian parameter pengecualian, ketidaksesuaian bentuk hukum surat dengan syarat keputusan resmi, dan penggunaan instrumen hukum ketertiban umum yang generik alih-alih rezim hukum lingkungan yang spesifik. Kesenjangan ini berimplikasi pada keabsahan tindakan pembongkaran serta membuka ruang upaya hukum melalui Peradilan Tata Usaha Negara.Administrative sanctions in the field of environmental law are designed to follow a graduated procedure intended to ensure legal certainty, yet in practice, the demolition of buildings by local government officials is frequently carried out without adherence to this normative framework. This paper aims to analyze the gap between the applicable legal norms (das sollen) and actual practice (das sein) in the implementation of environmental administrative sanctions, particularly government coercion in the form of demolition conducted without a formal decision. This research employs a normative juridical method using both a statutory approach and a case approach, using a case of demolition of an environmentally based business area as an illustration. The findings indicate that, normatively, government coercion in the form of demolition is subject to two cumulative requirements: a substantive requirement, namely the fulfillment of exemption parameters from written warnings as regulated under Article 80 paragraph (2) of Law Number 32 of 2009 in conjunction with Article 511 paragraph (2) of Government Regulation Number 22 of 2021, and a formal requirement, namely the issuance of an official decision as regulated under Article 508 paragraphs (2) and (3) of the same regulation. However, the practice examined reveals three principal gaps: the absence of evidence demonstrating fulfillment of the exemption parameters, a mismatch between the legal form of the issued notice and the requirements for an official decision, and reliance on general public-order legal instruments instead of the specific environmental legal regime. These gaps carry implications for the validity of demolition actions and open avenues for legal remedy through the Administrative Court.
- References
-
Amiq, B. (2013). Hukum lingkungan: Sanksi administrasi dalam penegakan hukum lingkungan. Laksbang Mediatama.
Haryati, D., et al. (2024). Hukum administrasi negara: Konsep fundamental, perkembangan kontemporer, dan kasus. Rajawali Pers.
Rachman, C. I., & Wijaya, E. (2023). Persetujuan lingkungan dalam perspektif hukum administrasi negara. Jurnal Legal Reasoning, 6(1), 66.
Renjaan, J. B., & Rasji. (2023). Kedudukan surat penerimaan pemberitahuan perubahan data yayasan sebagai objek sengketa di Peradilan Tata Usaha Negara. Syntax Literate, 8(7), 4799.
Wibisana, A. G. (2019). Tentang ekor yang tak lagi beracun: Kritik konseptual atas sanksi administratif dalam hukum lingkungan di Indonesia. Jurnal Hukum Lingkungan Indonesia, 6(1), 46–50.
Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan.
Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
- Downloads
- Published
- 2026-08-14
- Section
- Articles
How to Cite
Similar Articles
- Irni Kurniawati Hi Sulaiman, Perkawinan Wanita Hamil dalam Perspektif Fiqih Jinayah dan Kompilasi Hukum Islam: Analisis Teoretis dan Studi Kasus di Kantor Urusan Agama Desa Luhu , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 8 (2026): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Muhammad Tio Febriyan, Tri Andrisman, Aisyah Muda Cemerlang, Maroni Maroni, Dita Trijayanti, OPTIMALISASI KEDUDUKAN JAKSA SEBAGAI DOMINUS LITIS DALAM SISTEM PERADILAN PIDANA TERPADU PASCA-KUHAP 2025 , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 10 (2026): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Wulan Aulia Asa, PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PUNGUTAN PARKIR LIAR DI PASAR MARDIKA AMBON BERDASARKAN HUKUM POSITIF DAN HUKUM PIDANA ISLAM , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 8 (2026): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Sahrizal, EFEKTIVITAS PENERTIBAN CANGKUL PADANG (ALAT TANGKAP SEJENIS PUKAT TRAWL) DI DANAU LUT TAWAR KABUPATEN ACEH TENGAH DALAM PERSPEKTIF HUKUM PIDANA LINGKUNGAN , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 11 (2026): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Athma Anna Salsabila, Rosalinda Elsina Latumahina, PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEMBELI ATAS JUAL BELI TANAH YANG TELAH DILUNASI NAMUN TIDAK DIAKUI PENJUAL , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 9 (2026): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Laura Adry Utami, Dede Admaudin, PENERAPAN SANKSI PIDANA TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA JUDI ONLINE DI INDONESIA , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 12 (2026): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Chika Dian Asmarani, Efriyanto, Nuryati Solapari, KEPASTIAN HUKUM ATAS PENGUASAAN TANAH DAN BANGUNAN BEKAS PUSAT KOPERASI UNIT DESA (PUSKUD) JAWA BARAT DI KOTA SERANG (STUDI PUTUSAN NOMOR 3995 K/Pdt/2023) , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 9 (2026): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Ghina Nabila, Kms. M. Galfadillah Akbar Zabril, MICROSEISMIC MONITORING SYSTEM DAN ENVIRONMENTAL RESPONSIBILITY DALAM MEKANISME PEMULIHAN KERUSAKAN LINGKUNGAN AKIBAT PERTAMBANGAN ILEGAL , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 9 (2026): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Lisa Yanti Ismail, Nur Zakiyah, Iryad Dahri, DIPLOMASI BUDAYA INDONESIA MELALUI KEBUDAYAAN SEBAGAI INSTRUMEN SOFT POWER , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 12 (2026): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Mukhammad Ilham Arifin, Andreas Yoga Pratama, Wildan Pratama, Muhammad Mashuri, PERAN SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DALAM PENANGANAN PERDA DAN PERKADA TERKAIT REKLAME DI KOTA PASURUAN , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 12 (2026): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
You may also start an advanced similarity search for this article.