PENDEKATAN VICTIM-CENTERED TERHADAP KORBAN NON-CONSENSUAL INTIMATE IMAGES (NCII): STUDI KOMPARATIF INDONESIA, JEPANG, DAN KANADA DALAM PERUMUSAN INTEGRATED VICTIM-CENTERED DIGITAL PROTECTION MODEL
- Authors
-
-
Noralia Ulfa
Universitas IndonesiaAuthor
-
- Keywords:
- Non-Consensual Intimate Images; victim-centered approach; perlindungan hukum; kekerasan berbasis gender digital; hukum komparatif
- Abstract
- Perkembangan teknologi digital telah mendorong munculnya berbagai bentuk kekerasan berbasis gender di ruang siber, salah satunya Non-Consensual Intimate Images (NCII). Kejahatan ini tidak hanya melanggar privasi korban, tetapi juga menimbulkan kerugian psikologis, sosial, ekonomi, dan digital yang bersifat berkelanjutan akibat karakter penyebaran informasi di internet. Meskipun Indonesia telah mengatur kekerasan seksual berbasis elektronik melalui Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual, praktik penegakan hukum masih berorientasi pada pembuktian kesalahan pelaku dan belum sepenuhnya mengakomodasi hak korban atas perlindungan, pemulihan, serta penghentian penyebaran konten intim. Penelitian ini bertujuan menganalisis perlindungan hukum terhadap korban NCII berdasarkan perspektif victim-centered approach melalui studi komparatif antara Indonesia, Jepang, dan Kanada, serta merumuskan model perlindungan hukum yang relevan bagi Indonesia. Penelitian menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, pendekatan kasus, dan pendekatan komparatif. Bahan hukum dianalisis secara kualitatif melalui interpretasi sistematis terhadap peraturan perundang-undangan, putusan pengadilan, serta literatur ilmiah yang berkaitan dengan perlindungan korban NCII. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem hukum Indonesia masih menitikberatkan pada penghukuman pelaku sehingga perlindungan terhadap korban belum terlaksana secara komprehensif. Sebaliknya, Jepang dan Kanada telah mengembangkan mekanisme perlindungan yang mengintegrasikan perlindungan pidana, pemulihan korban, perlindungan identitas, dan respons digital. Berdasarkan hasil perbandingan tersebut, penelitian ini merumuskan Integrated Victim-Centered Digital Protection Model sebagai model perlindungan hukum yang mengintegrasikan perlindungan pidana, mekanisme rapid take-down, pemulihan korban, perlindungan digital, serta koordinasi kelembagaan dalam menangani NCII di Indonesia.
- References
-
Bailey, J., & Flynn, A. (2021). The law and ethics of consent in the digital age. UBC Press.
Citron, D. K. (2014). Hate crimes in cyberspace. Harvard University Press.
Citron, D. K. (2019). Sexual privacy. Yale Law Journal, 128(7), 1870–1960.
Clough, J. (2015). Principles of cybercrime legislation. In T. Holt (Ed.), Cybercrime through an interdisciplinary lens (pp. 21–46). Routledge.
Flynn, A., & Henry, N. (2019). Image-based sexual abuse: An Australian perspective. Current Issues in Criminal Justice, 31(1), 1–17.
Franks, M. A. (2015). Criminalizing revenge porn. Wake Forest Law Review, 49(2), 345–391.
Franks, M. A. (2017). The cult of the Constitution: Our deadly devotion to guns and free speech. Stanford University Press.
Henry, N., Flynn, A., & Powell, A. (2020). Image-based sexual abuse: A study on the causes and consequences of non-consensual intimate image distribution. Springer.
Henry, N., Powell, A., & Flynn, A. (2017). Not just "revenge pornography": Australians' experiences of image-based abuse. A summary report. RMIT University.
Kitchen, A. N. (2022). Technology-facilitated sexual violence and legal responses to image-based abuse. International Journal of Law, Crime and Justice, 69, Article 100544.
McGlynn, C., Rackley, E., & Houghton, R. (2017). Beyond "revenge porn": The continuum of image-based sexual abuse. Feminist Legal Studies, 25(1), 25–46.
McGlynn, C., & Rackley, E. (2017). Image-based sexual abuse. Oxford Journal of Legal Studies, 37(3), 534–561. https://doi.org/10.1093/ojls/gqw033
McGlynn, C., Rackley, E., & Johnson, K. (2019). Shattering lives and myths: A report on image-based sexual abuse. Durham University.
Powell, A., Henry, N., & Flynn, A. (2018). Image-based sexual abuse: The extent, nature, and predictors of perpetration in Australia. Australian & New Zealand Journal of Criminology, 52(2), 259–281.
Rackley, E., & McGlynn, C. (2018). Digital justice: New perspectives on image-based sexual abuse. International Journal of Evidence & Proof, 22(3), 256–273.
- Downloads
- Published
- 2026-07-04
- Section
- Articles
How to Cite
Similar Articles
- Feri Irawan, MODEL PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ISTRI SEBAGAI KORBAN DALAM PERKARA PERKAWINAN BERHALANGAN: INTEGRASI PASAL 402 DAN PASAL 403 KUHP DENGAN KUHAP TAHUN 2025 , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 12 (2026): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Kayladiva Hasan, Dede Agus, Mujadiddah Aslamiyah, Perlindungan Hukum terhadap Hak Keperdataan Anak dalam Pengangkatan Anak secara Privat Berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak (Studi Putusan Nomor 31/Pdt.G/2022/PN.Njk) , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 12 (2026): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Raihan Khalish Fahlevi, Perlindungan Hukum bagi Pekerja Rumah Tangga (PRT) dalam Sistem Hukum Ketenagakerjaan , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 12 (2026): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Wilma Silalahi, Joseph William, Analisis Yuridis Terhadap Tanggung Jawab Hukum dalam Pelanggaran Perjanjian Kerahasiaan (Non-Disclosure Agreement) , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 12 (2026): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Nur Aulia, Intan Suriani Serang, Irsyad Dahri, Perkembangan Technological Diplomacy di Era Digital: Teknologi sebagai Instrumen Baru dalam Hubungan Internasional , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 12 (2026): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Dave Junio Revaldo, Keiza Jade Mahardika Adji Putra, Natasha Olivia, ANALISIS YURIDIS PRAPERADILAN SEBAGAI UPAYA PERLINDUNGAN HAK TERSANGKA DALAM SISTEM PERADILAN PIDANA DI INDONESIA , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 9 (2026): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Mayada Safalia, Muhammad Mashuri, Wiwin Ariesta, ANALISA YURIDIS KEDUDUKAN PENASIHAT HUKUM MILITER PADA PERADILAN MILITER , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 9 (2026): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Cahaya Pertiwi Putri Hamid, Konsinyasi sebagai Instrumen Perlindungan Hukum bagi Debitur dalam Sengketa Perikatan Perdata Berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 11 (2026): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- A. Nurlatifa Ramadhani, Aqilah Islaminuru Ismail, Melindah Rahma, Irsyad Dhahri, ANALISIS YURIDIS MENGENAI KEABSAHAN PERKAWINAN CAMPURAN DAN DAMPAKNYA TERHADAP STATUS KEWARGANEGARAAN ANAK DI INDONESIA , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 12 (2026): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Farouk Amir Nahdi, Hudi Yusuf, TANTANGAN PENGGUNAAN ALAT BUKTI ELEKTRONIK DI ERA DIGITAL DALAM SISTEM PERADILAN INDONESIA , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 9 (2026): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
You may also start an advanced similarity search for this article.