REPRESENTASI TRADISI GARU DALAM CRITA BOCAH BASA JAWA LIBURAN MENYANG DESA KARYA KI BAMBANG SAPARYONO

Main Article Content

Ainun Nurliyaning Putri

Abstract

Karya sastra tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga berfungsi sebagai salah satu bentuk pelestarian suatu tradisi lokal untuk generasi selanjutnya. Pada karya sastra Crita Bocah Basa Jawa Liburan Menyang Desa karya Ki Bambang Saparyono menggambarkan tentang adanya tradisi garu sawah yang dilakukan oleh petani. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan representasi tradisi garu dan mengungkap fakta historis tradisi garu dalam Crita Bocah Basa Jawa Liburan Menyang Desa karya Ki Bambang Saparyono. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan secara historis yang meneliti latar belakang penulisan suatu karya, latar belakang pengarang atau suatu pemikiran, keadaan sosial dan politik yang memengaruhi pengarang dan kehidupannya. Metode penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah metode kualitatif deskriptif. Hasil analisis historis yang diperkuat melalui sumber tertulis dan wawancara menunjukkan bahwa tradisi garu yang ditampilkan dalam cerita memiliki kesesuaian dengan fakta budaya masyarakat Jawa pada kehidupan pertanian tradisional. Representasi tradisi garu dalam cerita tampak melalui aktivitas menggiring kerbau, penyediaan peralatan tradisional, kerja sama antargenerasi, dan praktik merawat kerbau. Narasi dalam cerita menunjukkan bahwa garu bukan hanya tahapan dalam pertanian, namun juga menggambarkan hubungan harmonis antara manusia, hewan, dan alam.

Kata kunci: Tradisi garu; Representasi budaya; Pendekatan historis.

Article Details

Section

Articles

How to Cite

REPRESENTASI TRADISI GARU DALAM CRITA BOCAH BASA JAWA LIBURAN MENYANG DESA KARYA KI BAMBANG SAPARYONO. (2026). Argopuro: Jurnal Ilmu Bahasa, 13(2). https://doi.org/10.2238/k4x03y67

References

Abdurrahman, & Istiqomah, N. (2009). Teknologi untuk Petani. BPTP Jawa Timur, Malang.

Arifin, I., & Saputra, I. (2023). Kajian Historis Batu Batikam Dalam Cerita Randai Indo

Jolito. Jurnal Kajian Seni, 10(1), 64-79.

Azzahidi, M. R. (2022). Rekonstruksi Formulasi Historical Approach in Islamic Studies. CENDEKIA: Jurnal Studi Keislaman, 8(1), 1-12.

Budhiono, R. H. (2017). Leksikon Alat dan Aktivitas Bertanam Padi dalam Bahasa Jawa. KANDAI, 13(2), 235-248.

Pujiriyani, D. W. (2020). Budaya Agraris dan Keterikatan Orang Jawa terhadap Tanahnya: Studi Nilai-Nilai Kearifan Lokal dalam Peribahasa Jawa. Mozaik Humaniora, 20(2), 120-133.

Sarumpaet, Riris K. Toha. (1976). Bacaan Anakanak: Suatu Penyelidikan Pendahuluan ke dalam Hakikat, Sifat dan Corak Bacaan Anak-Anak Serta Minat Anak Pada Bacaannya. Kementrian Pendidikan

Nasional. Jakarta.

Sarumpaet, Riris K. Toha. (2010). Pedoman Penelitian Sastra Anak: Edisi Revisi. Kementrian Pendidikan Nasional.

Jakarta.

Sarumpaet, Riris K. Toha. (2001). Tokoh dalam Bacaan Anak Indonesia. Makara: Jurnal Penelitian Universitas Indonesia, 5(2), 24-29.

Setyaningsih, dkk. (2019). First Palaeoecological Evidence of Buffalo Husbandry and Rice Cultivation in The Kerinci Seblat National Park in Sumatra, Indonesia. Vegetation History and Archaeobotany, 591606.

Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. ALFABETA. Bandung.

Teew, A. (1984). Sastra dan Ilmu Sastra. Jakarta: Pustaka Jaya.

Wahyuni, T. (2017). Makna Kultural Pada Istilah

Bidang Pertanian Padi di Desa Boja, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah (Sebuah Tinjauan Etnolinguistik). JALABAHASA, 13(1), 20-30.

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.