EKSISTENSI BAHASA TONTEMBOAN PADA GENERASI MUDA DI DESA TALAITAD UTARA, KECAMATAN SULUUN TARERAN, KABUPATEN MINAHASA SELATAN
DOI:
https://doi.org/10.2238/pfthc271Keywords:
Eksistensi bahasa, bahasa Tontemboan, Generasi MudaAbstract
Penelitian ini membahas tentang eksistensi bahasa Tontemboan pada generasi muda di desa Talaitad Utara, kecamatan Suluun Tareran, kabupaten Minahasa Selatan. Bahasa Tontemboan merupakan identitas budaya, yang dimana harusnya dijaga dan dilestarikan oleh setiap generasi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan informan yaitu generasi muda, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa tontemboan dikalangan generasi muda mulai mengalami penurunan. Generasi muda lebih sering menggunakan bahasa Melayu Manado dan bahasa indonesia dalam komunikasi sehari-hari, baik dalam lingkungan keluarga, pergaulan, maupun pendidikan. Bahasa Tontemboan masih digunakan dalam situasi tertentu, namu penggunaannya sudah tidak dominan seperti sebelumnya. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa proses pewarisan bahasa dari generasi tua ke generasi muda tidak berjalan optimal. Orang tua cenderung lebih sering menggunakan bahasa yang dominan seperti bahasa melayu manado dan bahasa indonesia untuk berkomunikasi dengan anak-anak sehingga generasi muda tidak terbiasa menggunakan bahasa Tontemboan dalam kehidupan sehari-hari. Generasi muda umumnya memiliki sikap positif terhadap bahasa Tontemboan sebagai bagian dari identitas budaya. Akan tetapi, sikap tersebut belum sepenuhnya diwujudkan dalam praktik sehari-hari karena generasi muda lebih memilih menggunakan bahasa melayu manado dan bahasa indonesia karena dianggap lebih praktis dan muda digunakan.References
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2022). Peta bahasa dan data bahasa daerah Indonesia. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Crystal, D. (2000). Language death. Cambridge University Press.
Fishman, J. A. (1991). Reversing language shift: Theoretical and empirical foundations of assistance to threatened languages. Multilingual Matters.
Halim, A. (1981). Psikolinguistik: Suatu pengantar. Gramedia.
Holmes, J. (2013). An introduction to sociolinguistics (4th ed.). Routledge.
Iskandar. (2012). Metodologi penelitian pendidikan dan sosial (Kualitatif dan kuantitatif). GP Press.
Mahsun. (2012). Metode penelitian bahasa: Tahapan strategi, metode, dan tekniknya. Rajawali Pers.
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative data analysis: An expanded sourcebook (2nd ed.). Sage Publications.
Moleong, L. J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.
Pateda, M. (1992). Sosiolinguistik. Angkasa.
Rambitan, S., & Mandolang, N. (2017). Pemakaian bahasa Tontemboan siswa SMA dan SMK di Kabupaten Minahasa Selatan. Jurnal LPPM Bidang Ekososbudkum, 3(2), 89–106.
Ramadhan, M. (2023). Pelestarian bahasa daerah sebagai upaya menjaga identitas budaya di era globalisasi. Jurnal Linguistik Indonesia, 41(1), 15–27.
Sedarmayanti. (2011). Metodologi penelitian. Refika Aditama.
Sneddon, J. N. (1970). The languages of Minahasa. Pacific Linguistics.
Sugiyono. (2012). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Sugiyono. (2015). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kombinasi (Mixed methods). Alfabeta.
Sumarsono. (2013). Sosiolinguistik. Pustaka Pelajar.
Tondo, F. (2009). Kepunahan bahasa-bahasa daerah: Faktor penyebab dan implikasi etnolinguistik. Jurnal Masyarakat dan Budaya, 11(2), 277–296.
UNESCO. (2011). Atlas of the world's languages in danger. UNESCO Publishing.
Wardhaugh, R. (2010). An introduction to sociolinguistics (6th ed.). Wiley-Blackwell.
Weinreich, U. (1953). Language in contact: Findings and problems. Linguistic Circle of New York.
Wewengkang, M. (2015). Bahasa dan identitas etnik Tontemboan di Minahasa. Jurnal Ilmu Budaya, 3(1), 45–56.
Wiratna Sujarweni, V. (2014). Metodologi penelitian: Lengkap, praktis, dan mudah dipahami. Pustaka Baru Press.
Wulandari, F. (2020). Peran bahasa daerah dalam pengembangan pariwisata budaya. Jurnal Pariwisata Nusantara, 12(2), 103–112.

