MAKNA KONSTRUKSI KRITIK SOSIAL DALAM ANIMASI “ASEP SI PEMBIKIN ANAK” PADA KANAL YOUTUBE TEKOTOK (ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES)
DOI:
https://doi.org/10.2238/p3mhv760Keywords:
Kritik Sosial; Konstruksi Makna; Semiotika Roland Barthes; Animasi; YouTubeAbstract
Fenomena kemiskinan keluarga dan pola pikir “banyak anak banyak rezeki” masih menjadi persoalan sosial yang sering ditemukan di masyarakat Indonesia. Isu tersebut diangkat dalam animasi “Asep si Pembikin Anak” pada kanal YouTube Tekotok yang dikemas melalui humor dan satire sebagai bentuk kritik sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi kritik sosial dalam animasi tersebut menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan Teknik pengumpulan data berupa observasi dan dokumentasi. Analisis ini dilakukan melalui tiga tingkat pemaknaan, yaitu denotasi, konotasi, dan mitos. Hasil penelitian menunjukkan bawah kritik dalam animasi dikonstruksikan melalui unsur visual dan verbal yang mengkritik kemiskinan, kerentanan ekonomi masyarakat kelas bawah, normalisasi kondisi sosial yang sejahtera, serta mitos budaya “banyak anak banyak rezeki”. Melalui konstruksi makna tersebut, animasi tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media kritik sosial yang mengajak penonton merefleksikan realitas kehidupan masyarakat.References
Abar, A. Z. (1997). Kritik Sosial, Pers dan Politik Indonesia. 32, 44–51.
Afgarina, N. I. (2023). Representasi Kritik Sosial dalam Animasi Tekotok Edisi Maret- Agustus 2021. 4(2), 114–125.
Amini, I., & Rusdiansyah. (2021). Pengaruh Pengaruh Jumlah Tanggungan, Pendapatan, dan Pendidikan terhadap Konsumsi Rumah Tangga Masyarakat Kampung KB ( Studi Kasus: Desa Banua Batung Kecamatan Pandawan Kabupaten Hulu Sungai Tengah). 4(1), 269–286.
Anggraeni, R. F., & Septiyani, E. R. (2025). Analisis Wacana Kritis Fairlough pada Lagu Evaluasi:Konstruksi Makna dan Kritik Terhadap Norma-norma Sosial dalam Lirik Lagu. 5(2), 75–88.
Bedisa, I. (2026). Data BPS per Februari 2026: Terlihat Baik, Padahal Penuh Kerentanan. 11 February. https://infid.org/data-bps-per-februari-2026-terlihat-baik-padahal-penuh-kerentanan/
BPS. (2026). Persentase Penduduk Miskin September 2025 turun menjadi 8,25 persen. 5 February. https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2026/02/05/2536/persentase-penduduk-miskin-september-2025-turun--menjadi-8-25-persen-.html
DataReportal. (2025). Digital 2026: Indonesia. 5 November. https://datareportal.com/reports/digital-2026-indonesia
Dewi, R. K., Pratiwi, M. R., Imam, J., No, B., Kidul, P., Tengah, K. S., Semarang, K., & Tengah, J. (2025). Kritik Sosial Netizen terhadap Identitas LGBTQ + dalam Ruang Digital : Studi Kasus @ awbimax Netizen Social Criticism of LGBTQ + Identity in the Digital Space : A Case Study of @ awbimax. 14(2), 208–223. https://doi.org/10.33508/jk.v14i2.7657
Efendi, E., Siregar, I. M., & Harahap, R. R. (2024). Semiotika Tanda dan Makna. 4(1), 154–163. https://doi.org/10.47467/dawatuna.v4i1.3329
Hamdan, & Mahmuddin. (2021). Youtube sebagai Media Dakwah. 6(1), 63–80.
Hasibuan, A. (2025). Dedi Mulyadi Sampai Kaget, Temukan Keluarga 11 Anak, Disuruh Pakai KB Menolak: Ibunya Lagi Hamil. Tribun News. https://medan.tribunnews.com/2025/05/08/dedi-mulyadi-sampai-kaget-temukan-keluarga-11-anak-disuruh-pakai-kb-menolak-ibunya-lagi-hamil?page=3
Kerawing, A. Y., & Situmorang, L. (2025). POLA PIKIR “BANYAK ANAK BANYAK REJEKI” PADA KALANGAN MASYARAKAT DI DESA SANGATTA UTARA, KAB. KUTIM. 13(3), 48–56.
Khairiah, I., & Prihatini, A. (2023). Kritik Sosial dalam Animasi Tekotok: Analisis Wacana Kritis Van Dijk. 0341.
KompasTV. (2023). Fakta Unik Nama Asep: Populer Seiring Lunturnya Feodalisme, Menyebar dari Sunda hingga Sarajevo. Kompas TV. https://www.kompas.tv/nasional/418537/fakta-unik-nama-asep-populer-seiring-lunturnya-feodalisme-menyebar-dari-sunda-hingga-sarajevo
Marthen, R. P., Poetra, Y. A., Komunikasi, I., Bhayangkara, U., Raya, J., Komunikasi, I., Bhayangkara, U., & Raya, J. (2023). Ilmu Komunikasi , Universitas Bhayangkara Jakarta Raya. 3(2), 1–11.
Prawira, A. E. (2023). Viral Orang Tua 8 Anak Hidup Miskin Sampai-Sampai Anaknya Harus Makan Kertas, dr Tan Singgung Miskin Edukasi dan Literasi Lebih Berbahaya. Liputan6.Com. https://www.liputan6.com/health/read/5269263/viral-orang-tua-8-anak-hidup-miskin-sampai-sampai-anaknya-harus-makan-kertas-dr-tan-singgung-miskin-edukasi-dan-literasi-lebih-berbahaya
Ramdhan, M. (2021). Metode Penelitian. https://books.google.co.id/books?hl=id&lr=&id=Ntw_EAAAQBAJ&oi=fnd&pg=PR1&dq=Penelitian+deskriptif+kualitatif+merupakan+jenis+penelitian+yang+bertujuan+untuk+menggambarkan+dan+menjelaskan+fenomena+secara+mendalam+berdasarkan+data+yang+diperoleh+dari+objek+penelitian.&ots=f3sL2POq5z&sig=frRPNaweXO5DjpQ5v57f_R4Gi4o&redir_esc=y#v=onepage&q&f=false
Sasikirana, A. N., Ghanistyana, L. P., Fitria, J., & Purnama, B. (2025). Analisis Semiotika Roland Barthes terhadap Representasi Visual dalam Poster Drama Korea Hospital Playlist. 2743–2754.
Sobur, A. (2006). Analisis Teks Media: Suatu Pengantar untuk Analisis Wacana, Analisis Semiotik, dan Analisis Framing. https://id.scribd.com/document/442076771/ANALISIS-TEKS-MEDIA-pdf#page=123
Waruwu, M. (2024). Pendekatan Penelitian Kualitatif : Konsep , Prosedur , Kelebihan dan Peran di Bidang Pendidikan. 5, 198–211.

