ANALISIS GAYA KOMUNIKASI DR. TIRTA DALAM MENYAMPAIKAN EDUKASI KESEHATAN MELALUI AKUN YOUTUBE @TIRTAPENGPENGPENG
Keywords:
Gaya komunikasi, edukasi kesehatan, literasi kesehatan digital, Robert W. Norton, YouTubeAbstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis gaya komunikasi dr. Tirta dalam menyampaikan edukasi kesehatan melalui akun YouTube @TirtaPengPengPeng, khususnya pada konten “#ngopenk Podcast yang Ditunggu-Tunggu Netizen: Bincang Bersama dr. Gia Pratama!”. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis isi. Data dikumpulkan melalui observasi konten, dokumentasi, studi pustaka, dan wawancara mendalam dengan ahli komunikasi, keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber. Analisis memadukan unsur verbal pilihan kata, susunan pesan, dan cara menjelaskan dengan unsur nonverbal, seperti intonasi, ekspresi, serta gestur, berdasarkan sepuluh indikator gaya komunikasi Robert W. Norton. Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh indikator muncul dengan intensitas dan fungsi yang berbeda sesuai konteks percakapan. Tiga gaya yang paling menonjol ialah gaya bersahabat, gaya terbuka, dan gaya yang tepat. Gaya bersahabat membantu membangun kedekatan dan suasana dialog yang nyaman gaya terbuka terlihat dari kesediaan mengembangkan percakapan dan memberi ruang pada pertukaran informasi, sedangkan gaya yang tepat tercermin melalui penjelasan yang terarah dan penekanan pada ketepatan informasi kesehatan. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan di YouTube tidak hanya ditentukan oleh materi, tetapi juga oleh cara komunikator membangun hubungan dan menyampaikan pesan. Penelitian ini tidak mengukur perubahan perilaku audiens secara langsung sehingga implikasi terhadap literasi kesehatan dipahami sebagai potensi, bukan hubungan sebab akibat yang telah teruji.References
Asiah, N. (2021). Gaya komunikasi selebgram Anggarita dalam product endorsement di Instagram [Skripsi sarjana, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau]. Repository UIN Sultan Syarif Kasim Riau. http://repository.uin-suska.ac.id/53582/
Chou, W. Y. S., Hunt, Y. M., Beckjord, E. B., Moser, R. P., & Hesse, B. W. (2009). Social media use in the United States: Implications for health communication. Archives of Internal Medicine, 169(16), 1500–1502. https://doi.org/10.1001/archinternmed.2009.262
Destrity, N. A., Rakhmawati, F. Y., & Alfira, N. (2025). Pengaruh literasi digital terhadap literasi kesehatan digital tenaga kesehatan di Indonesia. Komunikatif: Jurnal Ilmiah Komunikasi, 14(1), 133–144. https://doi.org/10.33508/jk.v14i1.6040
Fadhlan, M. H., & Putri, K. Y. S. (2022). Pengaruh gaya komunikasi akun Instagram Folkative terhadap online engagement (Studi kasus mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Jakarta angkatan 2019). Komunikologi: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi, 9(1), 48–53.
Jasmine, I. L. P., & Rahmawati, F. N. (2025). Influencer digital sebagai agen komunikasi kesehatan: Studi peran dr. Tirta di era media sosial. Jurnal Media Akademik, 3(6). https://doi.org/10.62281/v3i6.2331
Krippendorff, K. (2018). Content analysis: An introduction to its methodology (4th ed.). SAGE Publications.
Asriyanti, N. M., Muhaemin, E., & Dulwahab, E. (2022). Gaya komunikasi talkshow Najwa Shihab pada tayangan YouTube Monopoli Elit. ANNABA: Jurnal Ilmu Jurnalistik, 7(4), 441–464.
Moorhead, S. A., Hazlett, D. E., Harrison, L., Carroll, J. K., Irwin, A., & Hoving, C. (2013). A new dimension of health care: Systematic review of the uses, benefits, and limitations of social media for health communication. Journal of Medical Internet Research, 15(4), e85. https://doi.org/10.2196/jmir.1933
Mulyana, D. (2019). Ilmu komunikasi: Suatu pengantar. PT Remaja Rosdakarya.
Norman, C. D., & Skinner, H. A. (2006). eHealth literacy: Essential skills for consumer health in a networked world. Journal of Medical Internet Research, 8(2), e9. https://doi.org/10.2196/jmir.8.2.e9
Norton, R. W. (1983). Communicator style: Theory, applications, and measures. SAGE Publications.
Nutbeam, D. (2000). Health literacy as a public health goal: A challenge for contemporary health education and communication strategies into the 21st century. Health Promotion International, 15(3), 259–267. https://doi.org/10.1093/heapro/15.3.259
Ramadhani, N. P. (2026). Analisis gaya komunikasi dr. Tirta dalam menyampaikan edukasi kesehatan melalui akun YouTube @TirtaPengPengPeng [Skripsi sarjana, Universitas Bina Sarana Informatika].
Salma, A., Wiryany, D., & Ramdan, A. T. M. (2025). Studi kasus gaya komunikasi Reyno Alvaro dalam penyampaian pesan edukasi di Instagram. Journal of Digital Communication Science, 3(2), 90–100. https://doi.org/10.56956/jdcs.v3i2.450
Schiavo, R. (2014). Health communication: From theory to practice (2nd ed.). Jossey-Bass.
Tiara, R. S. M. (2024). Gaya komunikasi dakwah Fawwaz Kaban di media sosial TikTok. Edu Research: Indonesian Institute for Corporate Learning and Studies, 5(1), 70–80.
Hudhi, T. M. (2026). #ngopenk podcast yang ditunggu-tunggu netizen: Bincang bersama dr. Gia Pratama! [Video]. YouTube. https://youtu.be/7mrwndoqyMk

